Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#44. Dia pasti tidak akan memaafkan ku


__ADS_3

Loren merasa sangat senang karena dia telah bertemu dengan orang yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya, orang yang membuatnya bisa menghargai dirinya sendiri.


Dulunya ketika dia belum bertemu dengan pria remaja yang ia tolong, dia selalu berpikir apa gunanya dia hidup ketika dia tidak berguna untuk kedua orang tuanya dan juga untuk semua orang yang berada di sekitarnya?


Karena di masa lalunya dia selalu menjadi bayangan Vionita, Vionita adalah cucu yang paling dibanggakan, sementara dirinya hanyalah cucu yang tak berguna karena selalu merepotkan orang lain.


Namun, semenjak dia menyelamatkan pria remaja itu, dia akhirnya mengerti bahwa dia berada di dunia ini bukan tanpa sebab!


Ada orang lain yang membutuhkannya!


'Hah,,, akhirnya aku menemukan lagi jepit dasi ini, dan besok malam aku akan bertemu dengan lelaki itu. Aku harus berterima kasih dengan baik!' pikir Loren yang duduk di dalam mobil dan terus memikirkan cara yang tepat untuk berterima kasih sampai mereka tiba di hotel.


Ketika tiba di hotel, Loren terkejut karena ternyata Ransi menunggunya di depan hotel, pria itu bahkan secara pribadi membukakan pintu mobil untuk Loren.


"Kenapa Tuan di sini?" Tanya Loren yang merasa heran.


"Saya diperintahkan oleh Tuan Christian untuk menyambut Nona disini. Silakan saya antar kembali ke kamar." Ucap Ransi membuat Loren tertegun di tempatnya.


Dia kembali ingat ucapan Christian padanya ketika pria itu meninggalkan nya 'Bodoh!'

__ADS_1


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Ransi seraya pria itu menoleh kearah pengawal yang tadi mendampingi Loren.


"Tadi di hotel, Nona Loren sempat bertemu dengan Tuan Abimanyu." Jawab sang pengawal mengejutkan Ransi.


"Apa kau baik-baik saja? Apakah pria itu melukaimu?" Tanya Ransi memperhatikan seluruh tubuh Loren memastikan bahwa perempuan itu masih berada dalam keadaan sempurna.


"Aku baik-baik saja, jadi namanya Abimayu?" Tanya Loren dengan sangat bersemangat.


Semangat Loren membuat Ransi mengerutkan keningnya lalu berkata "Tuan Abimanyu adalah musuh besar Tuan Christian. Jadi nona tidak boleh membicarakan mengenai Tuan Abimayu di depan Tuan Christian dan tidak boleh juga berdekatan dengan Tuan Abimayu! Mengerti?!"


"Ehh? Mereka adalah musuh? Tapi kenapa?" Tanya Loren yang merasa heran.


'Kalau Christian dan Abimanyu bermusuhan, maka orang yang sudah jahat pastilah Christian. Aduh,, kasihan sekali Abimayu.' ucap Loren dalam hati sembari menghela nafas, tapi dia juga tidak tahu bagaimana caranya menolong Abimayu karena dirinya sendiri pun tidak bisa tertolong dari Christian.


Setelah Ransi mengantar Loren ke kamarnya, pria itu kembali ke kamar Christian.


"Tuan, Saya sedang mengantar Nona Loren ke kamarnya." Lapor Ransi maski pria itu juga bertanya-tanya dalam hatinya mengapa perlakuan Christian terhadap Loren tiba-tiba berubah?


"Hmm, kau boleh pergi." Perintah Christian yang sedang duduk di meja kerjanya sembari memeriksa beberapa dokumen.

__ADS_1


Ransi langsung meninggalkan kamar Christian dengan kebingungannya, sementara Christian, pria itu melepaskan pena di tangannya dan duduk bersandar sembari menatap langit-langit hotel.


'Kenapa tadi aku berteriak bodoh?! Dia pasti berpikir bahwa aku meneriakinya, padahal aku mengatakan itu untuk diriku sendiri! Tapi Aku benar-benar bodoh! Bagaimana bisa aku tidak mengenalinya sementara dia sudah berada di sisiku selama beberapa waktu ini!' Christian menutup matanya dengan kedua tangannya karena dia merasa bodoh.


Sekarang pun dia sangat malu untuk menemui Loren karena dia sudah melakukan banyak hal buruk pada perempuan itu.


"Dia pasti tidak akan memaafkan ku!" Kesal Christian pada dirinya sendiri.


@Interaksi



Jangan di hapus komennya ya sayang,, otor baca kok.. 😂😂


Oya, kalo kalian sedih novel ini sepi pembaca maka otor yakin kalian adalah orang baik yang mau bantu otor promosi 🤭🤭👍👍


.


.

__ADS_1


__ADS_2