
Loren mengikuti Elman hingga mereka tiba di kantor CEO LC.
Perempuan itu duduk di sofa sembari melihat Andreas yang sedang menelpon dengan seseorang.
'Apa yang terjadi? Mengapa semua orang terlihat panik?' pikir Loren melihat kearah Andreas yang tidak setenang biasanya.
Loren menunggu beberapa menit sampai Andreas selesai menelepon lalu pria itu berjalan ke arah sofa untuk duduk bersama Loren.
"Bagaimana kamu menjelaskannya?" Langsung tanya Andreas membuat Loren semakin kebingungan sebab Loren benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi.
"Maaf tuan, tetapi saya benar-benar tidak mengerti," kata Loren menatap Andreas dengan wajah bingung.
"Jadi kau belum tahu?" Andreas kembali bertanya.
"Ya," jawab Loren.
Andreas menghela nafas lalu pria itu mengeluarkan ponselnya dan membuka laman website mereka yang sudah dibanjiri dengan komentar buruk dari para penghuni internet.
Setelah menemukannya, Andreas menyerahkan ponselnya pada Loren agar perempuan itu bisa melihat kekacauan yang sedang terjadi di internet.
"Lihatlah," kata Andreas pada Loren.
Loren mengambil ponsel itu dan melihat berbagai postingan di laman web.
"Sial...!! Mereka benar-benar berani, brand LC ini benar-benar sudah tidak berontak hingga berani melakukan plagiat pada Brand IDN yang memiliki desainer terkenal seperti Vionita!!"
"Sialan!! Sejak IDN memasuki ibukota, aku sudah menjadikan mereka sebagai Brand favoritku karena koleksi mereka yang selalu baru dan sangat cocok denganku. Melihat ada brand baru yang datang melakukan plagiat pada brand favoritku, aku sangat marah hingga ingin mencabik-cabik LC!"
"LC tak berotak!! Kalau memang tidak memiliki kreativitas untuk menciptakan sebuah ide, maka tidak perlu membangun perusahaan!! Hanya perusahaan baru dan sudah berani melakukan tindakan yang melanggar hukum!! Tutup perusahaan sialan ini!!!!"
Loren membaca satu persatu komentar dan wajahnya semakin menjadi pucat hingga tangannya berkeringat banyak setiap kali dia melihat cacian yang begitu mengerikan di laman web.
"Jangan membacanya lagi," kata Andreas menarik ponsel dari tangan Loren saat melihat keringat sudah memenuhi setuju kening Loren dan wajah perempuan itu juga semakin pucat dari waktu ke waktu.
Seandainya Loren bukanlah perempuan milik Christian, maka sudah dari tadi ia berteriak pada Loren dan memaki sekencang-kencangnya.
Ini adalah peluncuran pertama mereka, tetapi di peluncuran pertama mereka malah terjadi hal yang kecil seperti ini,, lebih baik menutup perusahaan daripada melanjutkannya setelah kesialan di awal peluncuran brand mereka!!!
__ADS_1
"Itu,, biarkan saya melihat koleksi milik Vionita yang dikatakan mirip," ucap Loren kembali meminta ponsel Andreas.
Sejak dia remaja, dia sudah mendesign begitu banyak pakaian, jadi akan sangat wajar kalau beberapa desain yang ia desain saat ini mungkin mengambil beberapa gaya sentuhan yang pernah ia buat.
Tapi tidak menyangka kalau apa yang ia buat di masa lalu akan sangat mirip dengan apa yang ia buat di masa kini.
"Tunggu sebentar," kata Andreas berdiri menghela nafas lalu pria itu berjalan kearah meja kerjanya mengambil iPad miliknya lalu menyerahkannya pada Loren.
"Terima kasih," kata Loren mengambil iPad milik Andreas lalu melihat serangkaian koleksi Vionita yang dikatakan di plagiat olehnya.
'Ahh, koleksi ini,,' Loren menganggukkan kepalanya membandingkan desain nya yang sekarang dengan desain yang ia buat beberapa tahun yang lalu.
"Kau sudah melihatnya? Bagaimana pendapatmu?" Tanya Andreas.
"Semua desain ini adalah desain yang kubuat jadi tentu saja gaya desain ku selalu ada di setiap karyaku." Ucap Loren.
"Apa maksudmu?" Tanya Andreas yang tidak mengerti.
Mengapa perempuan itu menyebutkan bahwa semua desain itu adalah desain yang ia buat?
Loren menghela nafas lalu meletakkan iPad itu di atas meja.
Ia menyandarkan punggungnya dan menatap Andreas "Sebenarnya ketika saya berada di tengah-tengah kota ini menjadi seorang gelandangan itu karena dulunya saya dibuang oleh seorang sepupu saya.
"Sepupu saya itu adalah Vionita, sekaligus orang yang sudah mencuri seluruh desain yang saya buat ketika saya masih berada di negara saya." Kata Loren meremas jari tangannya karena dia selalu merasa tersakiti setiap kali mengingat masa lalunya yang terlalu menyedihkan.
Andreas mengeryit "Jadi,, jadi maksudmu yang melakukan plagiat disini bukankah kau tetapi,,"
"Vionita tidak melakukan plagiat, tetapi perempuan itu telah mencuri. Dia mencuri seluruh desain milik saya yang tertinggal di komputer ku lalu mengakui semuanya sebagai miliknya.
"Bahkan desain terakhir yang diluncurkan pada minggu lalu adalah bagian dari desain saya yang telah ia curi." Ucap Loren mengagetkan Andreas.
"Bagaiman bisa?" Andreas sudah mendengar sepotong ceritanya dari Rans bahwa sebenarnya Loren berasal dari keluarga terpandang.
Tetapi dia tidak terlalu jelas mengetahuinya sebab saat dia menanyakannya, Ransi tiba-tiba mendapat panggilan mendesak dari Cristian jadi pembicaraan mereka terputus.
"Ceritanya sangat panjang, tapi dari 2 desain yang kubuat ini,, Tentu saja tidak dapat dikatakan sebagai plagiat meski aku menuangkan gaya desain saya di dalamnya, tapi jelas dari detailnya tidak bisa dikatakan sama. Tapi saya juga tidak mengerti mengapa orang-orang mengatakannya mirip?" Loren menghela nafas memikirkan hal tersebut.
__ADS_1
"Aku sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu kebenarannya, tim humas kita juga sedang melakukan pembersihan tetapi ini memerlukan sedikit waktu." Ucap Andreas.
"Terima kasih telah mempercayai saya, tapi apa yang harus saya lakukan sekarang?" Tanya Loren.
"Aku mempercayaimu karena kau adalah kekasih Tuan Christian, aku yakin Tuan Christian tidak mungkin memilih orang yang salah. Dan sekarang,, kita hanya perlu menunggu tim humas bekerja." Ucap Andreas.
Jika Loren sudah mengatakan bahwa Vionita mencuri disainnya, dia tidak mungkin menyangkal hal tersebut. Atau kalau tidak, Christian bisa memenggal kepalanya sebab tidak mempercayai kekasih pria itu!
"Begitu ya,, tapi bisakah hal ini dirahasiakan dari tuan Christian? Saya takut kalau dia mungkin akan terganggu karena memikirkannya," ucap Loren yang cemas.
Pekerjaan Christian sudah terlalu banyak karena dia menjadi CEO dari sebuah perusahaan yang sangat besar, Kalau pria itu masih mengurusi perusahaan kecil seperti LC, maka bisa jadi pria itu jatuh sakit karena terlalu banyak pikiran.
"Aku tidak bisa menjamin itu, lagi pula Tuan Christian selalu memperhatikan LC." Jawab Andreas.
"Begitu ya," Loren menghela nafas.
"Tidak perlu memikirkannya, kalau memang Vionita lah yang telah mencuri desain itu maka kita akan menempuh jalur hukum untuk--"
"Tidak!! Jangan lakukan itu." Ucap Loren mengejutkan Andreas.
Kalau memang Vionita telah mencuri berbagai desain yang dibuat oleh Loren, mengapa mereka harus membiarkannya?
"Ada apa?" Tanya Andreas yang kini curiga, mungkin kena perempuan di depannya ini sebenarnya membohonginya?
"Saya tidak mau melakukan itu. Kalau dari dulu saya ingin melakukannya maka sudah dari dulu saya meminta bantuan pada Tuan Christian, tetapi Tuan Andreas melihat sendiri bagaimana sekarang saya berada di LC dan merangkak dari bawah,, jadi,, tolong, jangan mengungkit tentang desain yang dicuri itu." Ucap Loren.
Dia ingin menunjukkan pada Vionita bagaimana sesungguhnya seorang designer sejati!!
Bukan seperti seorang pencuri yang kemudian menggunakan milik orang lain untuk membesarkan namanya dengan instan!!!
@Interaksi
Neng saya kasih tahu ya,, lidah itu buat mengecap, bukan buat gibah dan nyinyir,, makanya kan fungsinya jadi rusak 🤭 gak bisa lagi bedahin rasa ayam dan tempe🤦🤦
__ADS_1