Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#41. Dia adalah gadis remaja itu


__ADS_3

Loren melihat pria itu dan menganggap Christian masih sama seperti sebelumnya belum sadar dan perlu waktu untuk menenangkan diri.


Loren menghapus air matanya 'Karena dia akan terdiam selama 1 jam ke depan maka aku bisa memanfaatkan waktu ini untuk membereskan ruangannya tanpa membuat suara.' pikir Loren yang merasa bahwa jika dia tidak membereskannya sekarang makan nanti dia akan ditinggalkan sendirian di hotel untuk membereskannya.


Tentu saja dia tidak mau ditinggalkan sendirian seperti itu, Jadi dia segera mengumpulkan barang-barang yang ada di lantai dan dengan hati-hati menaruhnya kembali di tempatnya.


'Serpihan kaca ini tidak mungkin ku bersihkan menggunakan sapu karena pasti akan meninggalkan suara. Sebaiknya nanti aku pungut satu persatu.' pikir Loren memperhatikan serpihan kaca yang berhamburan di lantai.


'Pakaiannya jadi kotor seperti ini.' pikir Loren segera mengangkat pakaian Christian yang terhambur di lantai bersama dengan serpihan-serpihan barang yang telah pecah.


Loren membawa pakaian itu ke samping Christian supaya nanti bisa langsung dipakai oleh Christian


Christian yang duduk di sofa sembari menutup matanya dengan tangannya mengintip dari sela-sela jarinya, apa saja yang dilakukan oleh Loren.


Pria itu terkejut karena ternyata Loren tidak melakukan apapun kecuali membereskan seluruh barang yang berantakan di ruangan itu.

__ADS_1


Tiba-tiba dia melihat Loren berjalan kearahnya sembari membawa jas dan dasi nya yang tadi dilepas secara sembarangan.


'Apakah perempuan ini benar-benar bodoh? Mana mungkin aku mau menggunakan barang-barang itu lagi?'pikir Cristian masih terdiam dan terus mengawasi Loren yang kini kembali membereskan serpihan serpihan kaca yang ada di lantai.


'Perempuan bodoh, tidak dapatkah dia menggunakan sapu?!' pikir Christian yang merasa bahwa Loren adalah perempuan yang tidak memiliki otak.


Namun beberapa detik berikutnya Christian akhirnya tersadar dengan kebodohan yang ia lakukan.


'Kenapa aku begini?!' pikir pria itu melepas tangannya dan menatap tajam ke arah Loren yang membelakanginya.


Dia hendak mengatakan kata-kata kasar untuk Loren ketika dia melihat Loren meraih penjepit dasinya yang terjatuh di lantai.


Mendengar ucapan Loren, Christian terpaku di tempatnya. Itu pertama kalinya seorang perempuan mengomentari jepit dasi itu sejak dia berpisah dengan gadis remaja yang telah menyelamatkannya.


"Mungkinkah pria remaja itu bekerja di hotel ini dan tak sengaja menjatuhkannya?" Ucap Loren dengan suara setengah berbisik namun masih bisa didengar oleh Christian.

__ADS_1


Loren tersenyum sangat bahagia dan mendekatkan penjepit dasi itu ke dadanya.


Setelahnya, Loren menyimpan penjepit dasi itu ke dalam sakunya dan kembali membersihkan pecahan kaca dengan dua lesung pipi yang terus menghiasi pipi Loren karena perempuan itu merasa sangat senang.


'Aku harus membersihkan ini dengan cepat supaya nanti aku masih punya waktu untuk menanyakan jepit dasi ini pada petugas hotel.' Gumam Loren yang merasa sangat senang.


Baginya, pria yang dia tolong pada malam hari itu adalah pria yang menjadi cinta pertamanya.


Bagaimana tidak, hari itu adalah hari dimana dia merasa menjadi orang yang paling berguna di dunia karena sekian lama hidupnya dia bisa berguna untuk menyelamatkan nyawa orang lain.


Christian melihat bagaimana Loren memperlakukan jepit dasi itu sebagai berlian yang sangat berharga hingga dia semakin terpaku di tempatnya.


'Dia,, jadi dia adalah gadis remaja itu?' pikirnya terpaku melihat Loren.


@Interaksi

__ADS_1



Yang jelas jodoh otor bukan KAMU...!!!! Beda level 😂😂😂🤭✌️✌️✌️✌️


__ADS_2