
"Paman!! Mereka merundungku sampai wajahku membengkak seperti ini." Ucap Marina sembari menangis tersedu-sedu.
"Apa?!! Siapa yang berani melakukannya pada keponakanku?!!" Pria paruh baya itu berteriak sembari menatap kerumunan orang-orang yang terdiam di sana.
"Dia paman!!!" Marina menunjuk Tasya, "dia yang telah menyuruh asistennya untuk menampar ku berkali-kali!!!" Ucap Marina sembari menahan rasa sakit pada bibirnya yang sudah berlumuran darah.
"Dia?!!" Rizal menatap Tasya dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
Pria paruh baya itu terpesona dengan perempuan itu, namun dia segera menghela nafas lalu berkata, "Apa benar kau yang melakukannya?"
Tasya menatap pria di depannya, dia sama sekali tidak takut, sebab Chataline yang merupakan perempuan kesayangan Christian Bhaltazar telah memberinya perintah.
"Ya, aku memang menyuruh asistenku memberi sedikit pelajaran padanya supaya dia tidak sembarang menyebut orang sebagai jallang." Jawab Tasya.
"A,, apa?!!" Marina mengertakan giginya lalu lanjut berkata, "kapan aku menyebut seseorang sebagai jallang?!! Jangan menuduh sembarangan!!!"
Marina terus menangis lalu menatap pamannya dan kembali berkata, "Paman, perempuan itu sudah memukuliku hingga wajahku bengkak dan bibirku berdarah seperti ini, aku harus melakukan penyembuhan selama berhari-hari dan semua pekerjaanku harus ditunda. Sekarang dia bahkan memfitnah aku dengan begitu kejam."
__ADS_1
Rizal menghela nafas, 'Perempuan ini sangat cantik, aku bisa memanfaatkannya.' pikir Rizal menatap Tasya yang begitu cantik di matanya.
Kalau dia bisa mengancam perempuan itu untuk tidak membocorkan Apa yang terjadi hari itu maka perempuan itu mungkin akan melayaninya bersenang-senang.
Jadi Rizal langsung merangkul Marina, "Paman akan memberinya pelajaran nanti, sekarang yang penting kita harus ke rumah sakit untuk mengobati lukamu." Ucap Rizal membawa Marina meninggalkan tempat itu sembari memberikan lirikan terakhirnya pada Tasya.
"Tapi paman,, aku tidak puas kalau perempuan itu tidak diberi pelajaran sekarang." Suara Marina terdengar penuh dengan dendam.
"Tenang saja, Paman tidak akan mengecewakanmu." Kata Rizal.
Sementara, Rita yang memandangi kepergian dua orang itu kini berdecak, "Ck!! Pria tua itu memandangi Kak Tasya seperti ingin menelan Kak Tasya, aku takut dia memiliki rencana lain."
Perempuan itu berbalik pergi meninggalkan semua junior-juniornya yang mengikutinya dengan tatapan penasaran.
Penasaran bagaimana masalah itu akan terselesaikan dan siapa pihak yang akan kalah.
Sementara itu, Chataline yang sedari tadi meninggalkan tempat pertengkaran, kini telah tiba di ruang direktur.
__ADS_1
"Oh, Chataline, apa yang membuatmu tiba-tiba datang ke tempatku?" Direktur langsung menyambut Chataline dengan semangat, karena dia sudah mendengar dari manajer Liu tentang bagaimana Christian memperhatikan perempuan itu.
"Aku membutuhkan sedikit bantuan Direktur," ucap katalina segera duduk di sofa diikuti Direktur Sandra.
"Bantuan apa yang kau butuhkan dariku?" Tanya Sandra sembari duduk menyilangkan kakinya menatap perempuan yang tampak menghela nafas.
"Anak baru yang bernama Marina itu, dia mengancamku dengan sebuah foto. Jadi aku mau minta tolong pada direktur Sandra untuk menanganinya. Dan terlebih, Aku ingin pekerjaan yang ia dapatkan di kurangi." Ucap Chataline.
Sandra tidak mengerti Mengapa Marina memiliki barang yang bisa mengancam Chataline, tetapi karena Chataline sudah menemuinya, maka perempuan itu tidak bisa untuk tidak membantu Chataline.
"Kau tenang saja, dia masuk kemari karena tuan Rizal, dan pria itu hanya memiliki sedikit saham disini, jadi tidak akan sulit bagiku untuk menekannya." Ucap Sandra.
Mendengar itu, Chataline mengangguk tersenyum, "Terima kasih Direktur Sandra." Ucap Chataline.
@Interaksi
__ADS_1
Iya, sombong banget, padahal gak ada modal,, mirip reder ya..? sombong banget nulis ceramah di kolom komentar, padahal dia sendiri cuman mampu baca novel, gak bisa ngarang novel 🤭🤭🤭✌️✌️✌️✌️