
Sang pembawa acara masih berada dalam kebingungannya saat kemudian seorang pria yang sedari tadi memancarkan aura menekan tiba-tiba saja mengagetkan nya.
"Umumkan!" Ucap Christian dengan suara penuh kemarahan dan penekanan sembari melihat istrinya yang sudah berlalu meninggalkan ruangan acara.
"Ah,, baik," jawab sang pembawa acara sembari berusaha menjernihkan pikirannya.
"Maaf sekali, ternyata terdapat kesalahan pada kotak yang telah kami siapkan. Kami akan mengulangi pemilihan namanya." Ucapkan sembari melihat ke arah kru agar bertindak lebih cepat mengatasi masalah.
Sementara Heryani, perempuan itu berdiri dengan tubuh gemetar dan tidak tahu harus berbuat apa, sebab akan sangat memalukan baginya Jika dia turun dari panggung.
Sementara itu, beberapa keluarga Heriani yang melihat kejadian itu langsung berteriak ke panggung.
"Ada apa ini? Bukankah Kakakku sudah dipilih untuk berdansa dengan Tuan Christian Bhaltazar?! Mengapa sekarang harus dilakukan pemilihan ulang?!" Tanya seorang pria yang kira-kira berumur 17 tahun.
"O iya,, Mengapa harus dilakukan pemilihan ulang?"
"Benar, apakah ada masalah? Mungkinkah ini karena Chataline bukanlah orang yang terpilih, makanya Tuan Bhaltazar tidak mau berdansa?"
__ADS_1
"Oh iya, tapi Chataline sudah tidak masuk dalam kategori pemenang penghargaan malam ini, jadi dia tidak mungkin bisa berdansa dengan Tuan Christian Bhaltazar." Orang-orang mulai berbisik.
Sang pembawa acara bisa mendengar bisik-bisik tersebut dari bawah panggung jadi dia dengan menyesal menatap Heriyani.
"Maaf," ucapnya merasa canggung karena sebenarnya dia tidak ingin mempermalukan Heriani, tetapi karena masalah sudah sampai ke tahap ini maka dia tidak mungkin membiarkannya begitu saja.
"Mohon tenang sebentar dan kami akan menjelaskan mengapa undian akan dilakukan ulang." Ucap sampai membawa acara lalu memperlihatkan beberapa kertas yang diambil dari dalam kotak.
"Sepertinya sudah terjadi manipulasi sehingga kertas-kertas ini hanya diisi oleh satu nama orang saja. Oleh sebab itu mohon menunggu sebentar," kata sang pembawa acara mengejutkan semua orang dengan heriyani yang sudah merasa kakinya menjadi sangat lemas.
"Apa?! Siapa yang melakukan hal seperti itu?"
"Lakukan saja undian ulang!!"
"Iya, sangat memalukan dan mencoreng nama agensi!!"
"Ulangi undiannya!!"
__ADS_1
Hal itu membuat heriyani merasa pusing dan dengan menahan rasa malunya ia berjalan turun dari panggung.
"Aku tidak melakukannya!!" Ucap heriani menggelengkan kepalanya disambut oleh manajernya yang langsung membawa perempuan itu ke belakang panggung.
"Manager,, bagiamana ini?? Aku sama sekali tidak melakukan manipulasi itu, jelas yang melakukannya adalah Chataline!!! Perempuan itu iri padaku!!" Ucap Heriyani sambil menggelengkan kepalanya karena dia sudah merasa sangat malu.
"Tenanglah, kita akan selesaikan masalah ini nanti saja." Ucapkan manajer membantu heriani duduk di kursi lalu perempuan itu mengambil minuman untuk diberikan pada Heriyani.
Sementara di panggung, kotak yang telah diperbaiki sudah diletakkan di depan Christian.
"Baiklah, semuanya harap tenang karena tuan Christian Bhaltazar akan kembali mengundi." Ucap sang pembawa acara membuat semua orang fokus pada Christian.
Pria itu mengulurkan tangannya ke dalam kotak transparan berisi nama-nama artis pemenang penghargaan di malam hari itu.
Dengan ketajaman dan insting yang luar biasa, Christian secara percaya diri mengambil sebuah kertas lalu perlahan membukanya.
LORENSIA SINAGA
__ADS_1
Sampai bawa acara dengan hati-hati mengambil kertas itu dari tangan Christian lalu memperlihatkannya ke arah kamera.
"Baiklah, setelah memperbarui dan mengundi secara adil, maka orang yang berhak untuk berdansa dengan Tuan Bhaltazar di malam hari ini ialah pemenang penghargaan kategori model wanita terbaik, Lorensia Sinaga!" Seru sang pembawa acara dibarengi tepuk tangan semua orang.