
Setelah berbicara dan melihat Bian tampak tidak bergeming, Vionita menjadi cemas dalam hatinya...
Jangan-jangan Bian hanya datang mengunjunginya untuk yang terakhir kalinya lalu berpamitan padanya dan bersatu dengan Loren??
Hal itu membuat Vionita sangat panik.
Jadi saat itu dia langsung berpura-pura menjadi lemah dan tiba-tiba memegangi perutnya.
"Ahh,,, kak Bian,, perutku kembali sakit,,, ini pasti rasa sakit yang tadi kutahan di atas mobil saat perempuan itu memukuliku..." Vionita berpura-pura merintih dengan wajah menahan kesakitan.
Hal itu membuat Bian menjadi panik dan memegangi perempuan yang kini tersungkur di lantai.
Dia tidak bebas menyentuh Vionita sebab sel yang membatasi mereka, jadi pria itu langsung menoleh pada polisi yang bertugas, "Cepat buka selnya!! Dia sedang mengandung dan merasa kesakitan!!" Katanya berteriak.
Para petugas hanya melirik sekilas lalu kembali berpura-pura seperti tidak terjadi apapun karena mereka sudah melihat begitu banyak orang yang berpura-pura seperti itu demi terbebas dari hukuman. .
Tetapi kemudian pengacara Bian berkata dengan keras, "Kalian semua!! Kami adalah warga negara d!! Kalian tidak berhak melakukan apapun pada kami!! Kedutaan kami akan menuntut kalian jika terjadi sesuatu pada warga negara kami!!!"
__ADS_1
Dengan begitu polisi sangat terkejut karena mereka belum mengintrogasi Vionita jadi belum tahu bahwa perempuan itu bukanlah warga negara mereka.
"Buka selnya!!" Ucap salah seorang polisi diikuti rekannya yang membuka selnya lalu Vionita langsung dirangkul Bian keluar dari sel.
Sang pengacara yang bertugas langsung menghubungi kedutaan negara d lalu membawa Vionita pergi dari kantor polisi.
Mia yang melihat hal itu langsung bergerak ke pinggir sel dan menatap polisi yang bertugas.
"Mengapa kalian membebaskannya dan tidak membebaskanku?!!" Tanyanya.
Dia dan Vionita melakukan kejahatan yang sama, intinya mereka harus dihukum bersama-sama!!
Sala satu polisi mendengus, "Hei kau!! Apakah kau bodoh? Mereka bukan warga negara di sini Jadi mereka berhak berurusan dengan kedutaan mereka sendiri ketika tersangkut kasus hukum di luar negeri.
"Sementara kau, kau akan membusuk dipenjara karena sudah berani melanggar kasus plagiat!! Barusan pengacara LC menghubungiku dan dia meminta kami memberikan hukuman paling berat!!" Kata sang polisi langsung membuat wajah Mia berubah menjadi gelap dan seluruh tenaganya menghilang dari tubuhnya.
Perempuan itu jatuh tersungkur memikirkan nasibnya yang sungguh sial.
__ADS_1
Dia pikir setidaknya Vionita masih memerlukan bantuannya Untuk meringankan hukuman mereka berdua, tapi ternyata perempuan itu tidak diadili bersamanya melainkan dibawa ke negaranya???
"Lalu,, Lalu apakah Vionita kemungkinan akan bebas? Dia tidak akan di penjara?" Tanya Mia dengan tubuh gemetar menatap polisi yang sedang memandang ke arahnya. .
Polisi itu mencibir ke arah Mia, "setiap negara memiliki aturan yang berbeda dan karena Vionita menyinggung warga negara kita maka kemungkinan besar negara mereka tidak akan menerima tuntutan dari warga negara lain.
"Kasus seperti ini biasanya akan di tutup begitu saja dan yang bersangkutan hanya akan mendapat blacklist dari dari negara yang dirugikan." Jawab sang polisi semakin membuat wajah Mia menghitam. .
Jadi intinya, hanya dia saja lah yang akan mendekam di penjara dan Vionita akan bebas kembali ke negaranya seperti tidak terjadi apa-apa??
Hanya dimasukkan dalam daftar hitam di negara tempat Vionita melakukan kejahatan??
'Kenapa,, kenapa,, kenapa hanya aku yang dipenjara??' Mia merasa kepalanya hampir meledak.
Selain akan dipenjara, dia juga akan mendapat denda dari LC karena telah melanggar kontrak!!
Membocorkan informasi pribadi perusahaan ke luar kantor!! Bahkan jika dia hanya mendapat hukuman lima tahun penjara maka setelah bebas dari penjara dia tidak akan bisa bekerja di mana pun lagi,, tidak ada perusahaan yang mempekerjakan orang dengan riwayat kejahatan seperti yang ia lakukan.
__ADS_1
Menghianati perusahaan di mana dia bekerja!!!