
"Semuanya...!!!" Siren memasuki ruangan tim desain sembari bersorak berlari kemejanya dengan membawa sebuah majalah di tangannya.
"Majalah fashion A telah rilis!!!" Katanya membuat semua orang langsung berdiri dan mengerumuni Siren yang kini duduk di kursinya membuka majalah A.
Majalah A adalah majalah yang memuat brand mereka, jadi semuanya antusias melihat.
"Ohh!! Kak Helen begitu cantik memakai gaunku!!!" Teriak Siren bersemangat.
"Dimana milikku?!!" Tanya Megi ikut membuka majalah di tangan Siren.
"Aku juga,, dimana gaun milikku?!" Rika pun tak mau kalah, perempuan itu berusaha membuka lembar-lembar majalah hingga ketiga perempuan itu berebutan untuk melihat desain mereka.
"Stop!!!" Tiba-tiba teriak Siren memeluk majalah didepannya dan menatap semua orang.
"Aku yang membeli majalah ini, aku bahkan memesannya sejak seminggu yang lalu jadi biar aku yang membukanya!!" Ucap Siren hanya bisa diangguki pasrah oleh semua orang.
Akhirnya Siren dengan tertib membuka lembar demi lembar majalah, mereka semua memuji satu persatu pakaian yang berasal dari LC.
Tetapi Mia yang ada di sana, perempuan itu langsung berdecak kesal dan berdiri meninggalkan ruangan tim desain.
Tepat ketika ia keluar dari ruangan dia bertemu dengan Loren yang baru akan memasuki ruangan.
"Kau mau kemana?" Tanya Loren.
Mia menghela nafas "Ke toilet," jawabnya dengan ketus lalu terus melangkah menjauhi Loren tanpa memperdulikan Loren yang sebenarnya hendak berbicara padanya.
'Astaga,, apa lagi yang membuatnya kesal?' Loren menghela nafas lalu dia memasuki ruangan tim desain dan melihat semua orang di dalam sedang sibuk membicarakan desain pada majalah.
"Kak Loren!! Majalahnya sudah rilis!!" Seru Siren memperlihatkan majalah di tangannya.
"Aku tahu, tapi yang lebih penting sekarang adalah aku membutuhkan 2 orang yang akan pergi ke tim produksi untuk membantu mereka menangani beberapa pekerjaan. Siapa yang bisa pergi?" Tanya Loren.
Semua orang dan pandangan satu sama lain, jelas tidak ada diantara mereka yang mau pergi sebab pekerjaan mereka juga masih banyak dan terlebih desain untuk dua minggu kedepan masih harus mereka selesaikan.
"Uh,, aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku." Ucap Rika segera kembali ke tempatnya.
"Aku juga," Megi menyusul Rika.
"Aku sebenarnya bisa membantu, tetapi desain yang Nona Loren perintahkan padaku belum selesai, jadi aku harus menyelesaikannya." Ucap Mentari.
Melihat semua perempuan di ruangan itu tidak bersedia, Gio akhirnya mengangkat wajahnya menatap Loren "Biar aku saja."
__ADS_1
"Tapi mereka membutuhkan dua orang." Ucap Loren.
"Mia!" Empat perempuan yang ada disana serempak menyebut satu nama.
"Ya, aku akan memanggil Mia." Ucap Gio segera berdiri lalu pria itu keluar dari ruang desain untuk mencari Mia.
Loren menatap kepergian Gio lalu kembali ke tempatnya.
'Aku harap Gio bisa menangani Mia,' Pikirnya merasa cemas.
Jelas tadi ketika dia bertemu Mia, perempuan itu terlihat berada dalam suasana hati yang buruk.
Jadi ia sedikit khawatir pada Gio.
"Kak Loren, apakah di acara fashion week ibu kota kita juga akan meluncurkan koleksi?" Siren tiba-tiba bertanya ketika dia mengingat ajang Fashion week musim panas yang akan digelar sebentar lagi.
"Ya, rencananya seperti itu, dan saat ini Tuan Andreas sedang mengurusnya." Jawab Loren.
Jelas ajang Fashion week ibu kota adalah ajang yang dipersiapkan Christian untuknya memperkenalkan diri di dunia fashion jadi tentu saja perusahaan Mereka akan ikut.
Loren pun sudah menyiapkan banyak desain yang akan disiapkan untuk mengikuti ajang fashion itu, tapi belum ada keputusan pasti yang diambil oleh LC.
"Bagus!! Kalau begitu kami akan mempersiapkan desain kami!!" Seru Siren merasa sangat senang.
"Baiklah, jangan lupa katakan juga pada Gio dan Mia." Ucap Loren.
"Baik!" Serempak jawab 4 perempuan itu lalu ruangan itu menjadi tenang karena semua orang fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.
Ketika jam makan siang tiba, Gio dan Mia belum kembali, jadi 4 perempuan itu memutuskan makan siang bersama di sebuah restoran tak jauh dari kantor, sementara Loren tentu saja pergi ke kantor Christian.
Sambil makan siang bersama, ke empat perempuan itu berbincang-bincang mengenai majalah A.
"Kira-kira kapan kita mulai menerima pesanan?" Tanya Megi yang sudah tidak sabar, mungkinkah akan ada banyak orang yang membeli pakaian yang ia desain?
"Aku harap secepatnya!!" Ucap Mentari juga tidak sabar.
"Biarkan aku mengecek web perusahaan," ucap Rika mengambil ponselnya lalu masuk ke web kantor untuk melihat pesanan yang masuk.
"Woh!! Sudah ada!!!" Serunya memperhatikan layar ponselnya.
"Ada sekitar 15!" Rika kembali berseru memperlihatkan angka yang tertera.
__ADS_1
"Hebat!! Apakah ada pakaianku?" Tanya Siren melihat pada ponsel Rika.
"Semuanya ada! Milik Kak Loren jauh lebih diminati." Ucap Rika.
"Benarkah?? Astaga,, memang kemampuan Kak Loren jauh berada di atas kita, wahh,, pesanannya bertambah,, pada hal ini hari pertama." Ucap Siren merasa kagum.
"Tim marketing kita bekerja sangat keras, kita harus berterima kasih pada mereka." Seru Mentari mengagumi kecepatan promosi mereka.
"Kau benar..." Ucap Megi juga merasa kagum.
"Sudah,,, jangan dilihat lagi, makanan kita sudah datang. Ayo mengisi perut dan semangat untuk kembali bekerja!!" Kata Siren saat melihat beberapa pelayan menghampiri mereka dan menata makanan pesanan mereka di atas meja.
Ke empat orang itu makan dengan sangat karena mereka baru saja mendapat kabar gembira yang meningkatkan mood mereka.
Tetapi begitu, berbeda di restoran lain di mana Vionita sedang makan siang juga bersama Sisilia.
"Tumben sekali Kak Vionita kembali mengajakku makan siang bersama, Apakah ada masalah dengan mahasiswa magang yang ku rekomendasikan tempo hari?" Tanya Sisilia ketika mereka sedang menikmati makan siang mereka.
"Bukan,, beberapa dari mereka memberiku pekerjaan yang puas. Tapi yang ingin ku minta tolong padamu adalah sesuatu yang lain." Ucap Vionita mengambil ponselnya dan dan mencari sebuah file yang ia siapkan disana.
"Apa itu?" Tanya Sisilia sembari memperhatikan Vionita yang sedang memencet-mencet layar ponselnya.
"Kau ingat 'kan, orang-orang yang kita temui ketika terakhir kali kita makan siang bersama. Beberapa desainer yang kau katakan sebagai senior mu itu," ucap Vionita.
"Ahh, iya,, Siren dan yang lainnya. Kenapa dengan mereka?" Tanya Sisilia.
"Brand mereka baru saja rilis tetapi salah satu dari mereka meniru gaya desain ku. Coba lihat ini," kata Vionita menyerahkan ponselnya yang menunjukkan pemotretan Helen menggunakan pakaian yang didesain oleh Loren.
Sisilia melihatnya dengan seksama, beberapa foto lain saat Helen menggunakan brand LC ke beberapa acara juga ia lihat dengan hati-hati lalu membandingkannya dengan desain milik Vionita yang diluncurkan tahun lalu.
"Hmm,, memang terlihat seperti,, hm, tetapi tidak bisa juga dikatakan mirip. Ini seperti berasal dari desainer yang sama,," ucap Sisilia membuat wajah Vionita menjadi tegang.
Mana mungkin bisa terlihat seperti itu??
"Tapi kalau orang awam yang melihat ini memang bisa dikatakan mereka meniru satu sama lain, tapi kalau aku yang melihatnya, aku akan mengira bahwa ini berasal dari koleksi yang sama. Desainmu dan desain milik LC ini menuangkan gaya yang sama pada desain berbeda. Apakah desainer LC berasal dari negara yang sama dengan Kak Vionita?" Tanya Sisilia.
"Eh?" Vionita terkejut.
@Interaksi
__ADS_1
Pada nyinyirin otor di kolom komentar,, awas nanti otor mogok up date baru tahu kalau rasa tempe dan tahu itu beda padahal sama2 dari kedelai!!!!!👀