Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2.159.


__ADS_3

Buk!!!


Brak...!!!


Duk!!


"Ahhww!! Sakit!!!" Jerit Mentari memegangi pantatnya yang baru saja menyenggol sudut meja hingga membuat semua barang-barang yang ia bawa berjatuhan di lantai.


Perempuan itu dengan kesal mengangkat wajahnya dan langsung melototkan matanya saat melihat pria yang berdiri di depannya adalah CEO baru mereka.


"Tu, tuan! Saya minta maaf!" Kata Mentari sembari membungkuk ke arah Gerson membuat Gerson langsung menghela nafas.


"Cepat bereskan semua itu dan temani aku ke rumah sakit!!" Perintah Gerson lalu berbalik pergi meninggalkan mentari yang berdiri menatap punggungnya.


Mentari menggerakkan giginya, 'Astaga!! Kenapa pria itu terus saja bersikap buruk padaku? Padahal di sini ada banyak orang yang bisa dia suruh-suruh! Bahkan dia memiliki seorang asisten yang bertugas untuk menemaninya kemanapun ia pergi! Tapi kenapa harus aku?!!


'Lagi pula, aku punya banyak pekerjaan lain, mengapa harus aku yang pergi menemaninya ke rumah sakit? Emangnya Siapa yang sakit?!!' kesal Mentari dalam hati sambil memungut barang-barangnya yang berserakan di lantai, lalu perempuan itu segera memasuki ruangannya.


Ruangan yang awalnya ribut langsung hening ketika Mentari menginjakkan kakinya di ruangan itu, lalu mentari meletakkan semua barang yang ia bawa di meja kerjanya dan menatap semua anggota tim desainnya.


"Lain kali jika kalian ketahuan ribut, aku akan memotong kajian kalian sebesar 20%!!!" Geram Mentari sembari duduk di kursinya memperbaiki riasannya yang tampak memudar.

__ADS_1


Semua orang hanya bisa tertunduk diam sembari menahan nafas mereka, semenjak CEO mereka diganti, setiap hari mereka selalu mendengar Mentari terus marah-marah dan mengancam akan memotong gaji mereka.


Entah apa alasannya, tetapi itu sangat merugikan mereka!!!


Semua anggota tim desain belum sempat memulihkan diri dari rasa terkejut mereka ketika Mentari tiba-tiba saja berdiri lalu perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan panjang, "aku akan keluar, kalian semua selesaikan pekerjaan kalian, karena saat aku kembali nanti, aku akan memeriksanya!!!" Ucap perempuan itu lalu berjalan keluar ruangan.


Begitu tiba di depan ruangan CEO didapatinya Gerson baru saja membuka pintu untuk keluar.


Pria itu menatap Mentari sesaat lalu berkata, "ikuti aku!!"


"Baik Tuan!" Jawab Mentari segera mengikuti Gerson yang berjalan keluar.


Begitu mereka tiba di mobil, Gerson langsung membuka kursi penumpang belakang dan menoleh ke arah Mentari, "kau setir mobilnya!"


'Sial!! Padahal posisiku adalah ketua tim desain, Bagaimana bisa direndahkan dengan diberi pekerjaan sebagai sopir?!!' Mentari menggerutu sembari menggertakkan giginya dan menghentakkan sebelah kakinya.


Perempuan itu berusaha meraih kewarasannya lalu perempuan itu berjalan ke arah kursi kemudian.


Dengan hati yang terus menggerutu, Mentari kemudian menyalahkan mesin kendaraan, lalu melajukan kendaraan itu meninggalkan kantor mereka.


Sembari menyetir, Mentari menangis dalam hatinya sembari menggerutu, 'Tuan Andreas, kapan anda akan kembali dan menjadi CEO kami lagi? CEO baru ini terlalu membuatku menderita!!!' Isak Mentari dalam hati merasa begitu kesal pada Gerson.

__ADS_1


Padahal ada banyak ketua tim desain lainnya, bahkan karyawan lainnya juga lebih banyak!!! Tetapi hanya dia saja yang ditargetkan oleh Gerson!!!


Hal itu membuatnya merasa sangat marah dan ingin mencabik-cabik Gerson.


Tetapi dia tidak berkata apapun dan hanya bisa meratapi kesialannya, tak bisa membantah pria itu.


Maka setelah perjalanan selama beberapa waktu, mereka akhirnya tiba di rumah sakit, dan Mentari langsung turun membukakan pintu untuk Gerson.


"Silahkan Tuan," ucap Mentari sambil menahan diri agar dia tidak menggertakkan giginya di hadapan bosnya.


Gerson langsung keluar dari dalam mobil lalu perempuan itu menatap Mentari, "buka bagasi mobil dan ambil semua barangnya barang yang ada di sana, lalu ikuti aku!!!" Perintah Gerson langsung dijawab senyum paksaan dari Mentari.


"Baik Tuan," jawab Mentari segera berlari ke belakang dan membuka bagasi mobil.


Perempuan itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar kalau ia melihat banyaknya paper bag yang ada di belakang mobil.


Bahkan ada sebuah kardus besar yang entah apa isinya.


"Cepat!!" Suara Gerson yang begitu berat langsung membuat Mentari menghela nafas panjang sembari kebingungan dengan caranya untuk membawa semua barang-barang itu.


Tetapi melihat Gerson yang telah berjalan, Mentari tidak punya pilihan lain selain menangis dalam hati sembari mengangkat semua barang-barang itu.

__ADS_1


'Uhh,, sial!!! Setelah menjadikan sopir, sekarang dia membuatku menjadi kuli angkat!!!' Isak Mentari dalam hati sembari mengikuti Gerson dengan langkah yang sempoyongan karena merasa bahwa barang bawaannya begitu berat.


__ADS_2