
Setelah Loren dan Christian pergi, semua orang kembali bertatapan lalu Gerson mengambil gelas yang tadi diminum oleh Loren.
"Aku yakin ada sesuatu di minuman ini." Kata pria itu segera mengeluarkan ponselnya untuk menelpon polisi.
Sebab, masih dari tadi dia memperhatikan Loren dan Loren tampak baik-baik saja sampai dia selesai minum minuman yang dibawakan oleh pelayan.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menyuruh seseorang menyelidiki pelayan yang datang membawa minuman." Kata Bian segera mengambil ponsel dari saku jasnya.
Vionita yang melihat itu begitu panik di tempatnya. Selain rencananya yang gagal, kini mereka juga akan menyelidikinya.
"Jangan!!" Kata Vionita langsung merebut ponsel dari tangan Bian dan Gerson.
"Apa yang kau lakukan?!!" Gerson langsung meneriaki Vionita karena merasa sangat kesal dengan perempuan itu.
Saat itulah Vionita sadar bahwa semua orang kini menatapnya.
Davin yang melihat hal tersebut langsung berdiri melihat Vionita, "Kenapa kau mengambil ponsel mereka? Mereka sedang menghubungi seseorang agar membantu kita mengetahui siapa yang sudah meracuni Loren!!"
__ADS_1
"Loren tidak keracunan!! Dia hanya sedang mencari sensasi saja!! Kalian lihat di meja ini, semua orang mendapatkan minuman yang sama dari pelayan. Jadi bagaimana bisa hanya Loren yang keracunan?" Kesal Vionita menggenggam erat 2 ponsel di tangannya.
Gerson memperhatikan Vionita lalu pria itu menajamkan tatapannya, "Jangan bilang kaulah yang sudah membuat Loren bertingkah seperti tadi, makanya kau menghalangi kami untuk memanggil polisi, iya 'kan?!!"
Vionita mendengus, "Bodoh!! Kau pikir aku akan cemburu apa pada Loren hingga harus melakukan hal itu? Saat ini aku sudah masuk ke keluarga Maherson, aku sudah memiliki pria yang sempurna disisiku. Sementara Loren,,"
"Jangan banyak bicara. Kalau kau tidak melakukan apapun maka kembalikan ponselku karena aku harus menghubungi polisi untuk menyelidiki masalah ini!!!!" Ucap Gerson mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel dari tangan Vionita.
Vionita dengan sengaja menjauhkan ponsel itu dari Gerson dan melonggarkan pegangannya pada ponsel itu.
Brak!
"Ouuu,, ya ampun, aku tidak sengaja," kata Vionita menata ponsel di lantai sembari tersenyum dalam hati.
"Biar aku saja yang menelpon polisi." Davin mengeluarkan ponselnya lalu dengan cepat menekan tombol 110.
'Sial!! Mengapa orang bau tanah itu juga ikut campur? Aku harap pelayan yang tadi membawa minuman untuk Loren kini sudah tiba di dermaga. Jika tidak, semuanya akan terbongkar, dan hari pertama pernikahanku harus dilalui di dalam penjara!!' gumam Vionita yang tidak menyangka bahwa masalah ini akan cepat disadari oleh orang-orang.
__ADS_1
Karena apa yang ia pikirkan bahwa saat ini semua orang sedang menikmati pertunjukan di mana Loren meronta-ronta untuk terus berdekatan dengan Bian, sementara kekasih sampahnya sedang patah hati.
Tapi Siapa yang menyangka kalau perempuan itu malah memeluk Christian dan pergi bersama kekasih sampahnya!!!
Dengan begitu, pelayan yang tadi di sini masih memiliki waktu untuk sampai ke dermaga lalu meninggalkan ibukota.
Gerson melihat Vionita lalu mencibir, "Kalau kau tidak bersalah sebaiknya Kau tidak perlu cemas seperti itu."
Vionita langsung mengangkat wajahnya menatap Gerson, "Apa maksudmu?!! Kapan aku cemas?" Kesal Vionita pada Gerson.
"Oh, kalau tidak cemas. Ya sudah, tidak perlu marah-marah. Tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa pelakunya tidak akan ku biarkan lolos!!" Ucap Gerson menatap Vionita lalu pria itu pergi meninggalkan tempat itu sembari membawa minuman yang tadi di minum Loren.
Melihat itu, Vionita menjadi sangat cemas. Barang buktinya dibawa Gerson!!
'Aku tidak boleh membiarkannya!!' ucap Vionita dalam hati lalu perempuan itu melompat ke arah Gerson hingga menabrak Gerson menyebabkan pria itu kehilangan keseimbangannya dan jatuh.
"Ah,, maaf!!" Ucap Vionita sembari tersenyum melihat gelas telah hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Dengan begitu, sidik jari yang ada di kelas itu tidak akan dikenali lagi.