
"Tuan,, tolong maafkan saya!!!" Pria bernama Aska yang menjadi suruhan Yohana kini bersujud meminta maaf.
Dia sudah dipukuli hingga babak belur jadi tidak ada alasan baginya untuk tidak meminta maaf pada keluarga Sinaga.
"Siapa kau?!!" Gerson bertanya dengan bingung karena dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba ada seorang pria yang datang pada keluarga mereka, langsung meminta maaf seperti itu?
Aska gemetaran di tempatnya, "Sa,, saya adalah orang yang telah menyebarkan foto Nyonya Vera Sinaga di acara keluarga Sinaga." Ucap Aska tanpa berani mengangkat wajahnya untuk melihat satupun orang yang sedang menatapnya.
"Apa katamu?!!" Gerson sangat marah, ia menendang pria itu dengan keras dan hendak menginjak kepalanya ketika kakek Perry menghentikannya.
"Jangan bunuh dia, dia pasti sudah disuruh oleh seseorang!" Ucap kakek peri pada cucunya lalu melihat ke arah Aska, "Katakan pada kami semua, siapa yang sudah menyuruhmu untuk menyebarkan foto seperti itu?!!" Tanya Kakek Perry.
__ADS_1
"Sa,, saya di suruh oleh Menantu ke dua keluarga Sinaga." Jawab pria itu sembari mengangkat wajahnya menatap Yohana yang kini duduk dengan wajah pucatnya.
"Apa?!!" Kakek Perry benar-benar tak percaya kalau menantunya itu akan melakukan hal memalukan seperti itu untuk mempermalukan keluarganya, bahkan sekarang keluarganya terancam bangkrut karena ulah perempuan itu.
Bara yang sedari tadi diam kini tersenyum, "Sepertinya pelakunya sudah ditemukan, dan menarik sekali pelakunya ternyata berasal dari keluarga Sinaga. Bagus sekali....
"Sekarang aku sudah mengetahui bahwa selama ini Vera diperlakukan sangat buruk di tempat ini!! Keluarga Sinaga yang tidak berderajat ini,, beraninya kalian memperlakukan keponakanku dan sepupuku begitu kejam?!! Kalian sudah bosan hidup, hah?!!" Teriak Bara pada semua orang.
"Tenang?!! Beraninya kalian keluarga rendahan menyuruhku tenang saat mengetahui keponakan dan saudaraku sudah kalian tindas selama bertahun-tahun!! Pantas saja Vera dan suaminya tidak pernah mau memperkenalkan keluarga Anderson pada keluarga kalian, ternyata keluarga kalian penuh dengan kelicikan!!!" Teriak Bara begitu marah.
Dulunya dia hendak bertamu ke keluarga Sinaga untuk menemui keponakannya tetapi Vera tidak pernah mengizinkannya sebab perempuan itu selalu mencari alasan untuk menghalanginya datang ke keluarga Sinaga.
__ADS_1
Ternyata inilah alasannya, karena keluarga Sinaga dipenuhi orang-orang yang saling menggigit satu sama lain.
Kakek Perry tentunya tahu bahwa dia tidak bisa menenangkan pria di depannya jadi pria tua itu melihat pada cucu perempuannya, "Loren, katakanlah sesuatu, kau tidak mungkin membiarkan keluargamu dihancurkan bukan?" Tanya Kakek Perry.
Loren yang sedang berpegangan tangan dengan Christian kini mengeratkan pegangannya lalu perempuan itu menoleh pada Christian untuk mendapat pencerahan.
Hal itu membuat kakek Perry menggertakkan giginya, "Kenapa kau malah memandang kekasihmu? Dia tidak akan bisa memberimu apa-apa, tapi keluarga Sinaga bisa melakukannya. Sekarang yang harus kau lakukan adalah menyelamatkan keluarga kita." Ucap Kakek Perry.
Ucapan pria tua itu membuat emosi Loren meledak, ketika dirinya tidak punya apa-apa semua orang merendahkannya dan memarahinya, tetapi ketika dia memiliki sesuatu yang dibutuhkan keluarga Sinaga maka semua orang di keluarga Sinaga mendekat ke arahnya.
"Maaf Kakek,, tapi orang yang bersalah memang harus dihukum. Jika tidak, ayah dan ibuku tidak akan tenang di surga." Ucap Loren.
__ADS_1
Bara merasa sangat senang dengan ucapan keponakannya, "Benar sekali,, karena keluarga Sinaga sudah berani mempermalukan dan memfitnah Vera, maka Keluarga Sinaga pantas dimusnahkan!!!" Ucap Bara.