
Hari itu berjalan dengan lancar sampai jam pulang akhirnya tiba.
Loren dengan perasaan gembira berjalan ke trotoar untuk menunggu mobil Christian menjemputnya ketika seorang perempuan berlari ke arahnya.
"Kak Loren,," Mia berseru dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Ah,, Mia, ada apa?" Tanya Loren menoleh pada Mia.
"Kak Loren, ayo kita pulang bersama." Ucap Mia melemparkan senyum terbaiknya pada Loren.
"Ah,, ok," jawab Loren menampakan dua lesung pipinya.
"Aku sangat senang karena rumah kita searah, jadi setiap hari kita bisa pulang bersama seperti ini. Iya 'kan Kak Loren,," Mia menatap Loren dengan wajah berseri.
"Ah,, iya," jawab Loren.
'Padahal aku ingin pulang bersama Christian,,' Loren menghela nafas 'Tapi ya sudahlah, sekali ini saja.' pikir Loren.
Akhirnya mereka berdua menaiki taksi yang sama hingga Loren tiba di apartemennya.
"Sampai jumpa Kak Loren,," Mia melambaikan tangannya dengan senyum hangat dilemparkan pada Loren.
__ADS_1
"Sampai jumpa," ucap Loren menutup pintu mobil.
Baru saja Loren akan melangkahkan kakinya meninggalkan mobil ketika jendela mobil kembali terbuka menampakan kepala Mia yang setengah keluar dari mobil "Besok pagi, ayo kita berangkat bersama lagi. Aku akan menunggu Kak Loren di sini pada pukul 7.30." ucap Mia.
"Ah,, baik," jawab Loren berusaha tersenyum pada Mia.
Tentu saja dia tidak mau berangkat bersama perempuan itu sebab dia mau melakukannya bersama kekasihnya.
Tapi sekarang,,, Mia mungkin akan curiga kalau dia menolak permintaan perempuan itu.
"Kalau begitu sampai jumpa besok pagi." Kata Mia tersenyum kearah Loren lalu menutup jendela mobilnya.
Sementara Loren yang sudah berjalan ke arah gedung apartemennya, ia begitu terkejut saat seseorang berlari ke arahnya dengan langkah yang cepat.
"Halo!" Kata seorang pria sembari tersenyum hangat pada Loren.
"Anda,," Loren memperhatikan pria itu dia ingat itu adalah pria yang tinggal di lantai yang sama dengannya.
Dia sudah mendengar dari Christian bahwa pria itu memiliki latar belakang yang bersih dan terkenal bekerja dengan jujur di perusahaannya.
Jadi, Loren merasa baik-baik saja karena dia mempercayai apapun yang dikatakan oleh Christian.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Anda," kata pria itu mengulurkan tangannya pada Loren.
"Ah,, Anda?" Loren mengepal erat tangannya sebab dia tidak mau menjabat tangan pria di depannya.
Bagaimana kalau di sekitar situ ada Christian yang melihat mereka dan terjadilah sebuah amukan badai besar yang menyebabkan tangan seseorang harus diamputasi!!!!
"Ah,," Anda menarik tangannya yang menggelantung di udara saat melihat Loren tidak memiliki niat untuk menjabat tangannya.
"Maaf, saya tidak terbiasa bersentuhan dengan orang asing. Oya, nama saya Loren," ucap Loren tersenyum tulus.
"Begitu ya,, pantas saja ketika kita pertama kali bertemu di lift kau terlihat sangat ketakutan. Ternyata kau adalah orang yang tertutup," ucap Anda sembari melangkahkan kakinya bersama dengan Loren.
"Ah, iya,," jawab Loren sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab dia merasa aneh dengan nama pria didepannya.
'Mengapa namanya Anda?' pikir Loren merasa aneh.
@Interaksi
Iya, gak bakal ilang kok, kan otor bukan orang yang akan tega melunturkan senyum indah kalian.... saking indahnya sampai bikin mualš¤¢
__ADS_1