
Akhirnya semua orang sudah duduk di meja makan, Christian dan Loren duduk berdampingan, berhadapan dengan Vionita dan Daniel.
"Ini makan malam pertama kita setelah beberapa tahun. Kakek berharap tidak ada pertikaian di meja makan ini." Kakek Perry memperingatkan semua orang sebelum pria itu melihat pada perawatnya agar mulai menyiapkan makanan ke piringnya.
"Kakek, tolong Jangan pikirkan pertengkaran yang terjadi di ruang tamu. Hari ini adalah hari baik karena Loren sudah kembali ke keluarga kita, jadi seharusnya hari ini kita semua berbahagia karena keluarga kita kembali lengkap." Ucap Daniel ketika melihat kakeknya masih tampak tidak senang saat melirik ke arah Vionita dan Yohana.
Kakek Perry mengangguk, "Ya,, hari ini cucuku yang sudah sukses di luar negeri sudah kembali ke rumahnya. Tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan daripada ini." Ucap Kakek Perry langsung membuat Vionita mengepal erat tangannya.
Itu artinya kakek Perry benar-benar tersanjung dengan kesuksesan Loren di luar negeri, jika begini terus maka dia akan disisihkan di keluarga Sinaga dan sedikitpun warisan tidak akan ia dapatkan dari Kakeknya.
Melihat putrinya tidak bisa mengontrol emosi, Yohana kemudian berbisik di telinga Vionita, "Tenanglah, kita pikirkan masalah ini nanti saja sekarang yang paling penting adalah bersikap tenang di depan kakek mu."
Mendengar ucapan ibunya, Vionita kembali menggertakkan giginya lalu berusaha menenangkan dirinya.
'Vionita, kau tidak boleh gegabah,, ada banyak cara untuk kembali menjatuhkan perempuan itu!! Lagi pula dia sudah berani-berani membawa seorang pria sampah ke rumah,, jelas Bian lebih baik daripada pria itu!! Aku masih bisa menarik perhatian kakek dengan reputasi keluarga Bian!!!' Ucap Vionita dalam hati.
__ADS_1
Menantu untuk keluarga Sinaga haruslah menantu yang memiliki sebuah nama dan kekuasaan!!
Dan Vionita yakin Christian tidak akan membuat Kakek Perry merasa puas. Pria parasit seperti itu sama sekali tidak pantas berada di keluarga Sinaga!!!
Sembari makan, semua orang sesekali melirik pada Christian dan Loren yang duduk berdampingan.
"Apa kau mau udang?" Tanya Christian diangguki oleh Loren lalu pria itu segera mengambil sepotong udang dan meletakkannya di piring Loren.
"Makanlah juga," ucap Loren mengambil sepotong daging ayam lalu meletakkannya di piring Christian.
Sesekali keduanya tertawa bersama hingga terlihat bahwa keduanya amat lah dekat satu sama lain.
Kakek Perry memperhatikan interaksi kedua orang itu 'Cucuku sudah sangat sukses, seharusnya dia tidak boleh bersanding dengan pria seperti itu. Sepertinya aku harus membicarakannya dengan cucuku, tapi saat ini bukan waktu yang tepat karena dia baru saja kembali dari luar negeri.' Pikir Kakek Perry dalam hati.
Setelah makan malam selesai, Kakek Perry memerintahkan semua orang untuk menunggu di ruang tamu selagi dia naik ke lantai dua.
__ADS_1
"Terima kasih atas makan malamnya," ucap Loren ketika dia berjalan bersama Daniel ruang keluarga.
"Apa yang kau terima kasih kan? Kau kembali ke rumahmu sendiri, Jadi segala sesuatu yang ada di sini adalah milikmu juga." Ucap Daniel.
Loren tersenyum, "Ya, Sudah lama aku merindukan rumah ini." Kata Loren sembari duduk di sofa diikuti Daniel dan Christian.
Daniel tersenyum, "Rumah ini juga merindukanmu, semua barang-barangmu dan peninggalan orang tuamu masih tersimpan dengan rapi di kamar." Ucap Daniel mengagetkan Loren.
Dia berpikir setelah dia dibuang ke luar negeri maka seluruh barang-barang miliknya dan orang tuanya juga akan disingkirkan dari keluarga Sinaga, Tapi siapa sangka ternyata dia masih bisa melihat barang-barang itu.
"Kalau begitu aku akan melihat kamar orang tuaku sebelum pergi nanti," ucap Loren sudah tidak sabar untuk melihat barang-barang peninggalan orangtuanya.
"Ya,, sebaiknya kalian juga menginap saja." kata Daniel.
"Ah,, tidak, besok pagi kami ada rencana mengunjungi suatu tempat jadi kami tidak bisa menginap." Ucap Loren.
__ADS_1
"Begitu ya,," Daniel tampak kecewa.