Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#237. Kekasih Loren


__ADS_3

Loren menghela nafas memandang pria didepannya, "Siapapun itu, tidak ada hubungannya denganmu." Katanya dengan ketus.


"Tentu saja ada, Kita adalah teman lama, dan aku sangat memperhatikanmu. Aku kemari untuk menyerahkan buket bunga ini sebagai ucapan selamat karena kau telah memenangkan salah satu penghargaan, dan aku juga meminta maaf karena sudah bersikap kasar padamu. Aku benar-benar tidak tahu kalau Vionita benar-benar melakukan plagiat pada karyamu, jadi--"


"Aku mengerti, tetapi aku tidak menerima bunga dari orang yang merupakan kekasih dari perempuan yang telah menyakitiku, jadi--"


"Tidak!! Saat ini aku bukan kekasihnya lagi, aku sudah memutuskan hubungan dengannya setelah mengetahui dia benar-benar menipuku selama ini. Aku ingin memulai hubungan yang baru dengan mu. Bagaimana kalau kita memperbaiki semuanya dan memulai dari awal seperti ketika kita masih berada di negara kita?" Tanya Bian dengan sorot mata penuh penyesalan namun terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya.


Dia tidak ingat lagi dengan Vionita yang mengandung anaknya, persetan dengan perempuan itu, siapa suruh dia membohonginya!!


Melihat pria yang bersungguh-sungguh di depannya, Loren juga tidak tega membiarkan Bian sebab pria itu memang telah ditipu oleh Vionita.


Tetapi dia tidak mau menerima apapun dari Bian, sebab dia tahu Christian yang posesif tidak akan menerima hal itu.


"Aku mengerti, aku menerima permintaan maaf darimu dan tidak akan memikirkan masalah ini lagi, tetapi aku tidak bisa menerima bunga pemberian darimu." Ucap Loren mengejutkan Bian.


Hanya sebuket bunga saja, begitu sulit kah bagi Loren untuk menerimanya?

__ADS_1


"Kenapa? Ini hanya bunga yang tidak seberapa,, apa kah--"


"Karena kekasihku akan marah bila aku menerima bunga pemberian pria lain!! Aku permisi," kata Loren pada bagian lalu perempuan itu segera melangkah meninggalkan Dian.


Memang bukan salah Bian bila pria itu ditipu oleh Vionita, tetapi kesalahan pria itu terletak pada kebodohannya yang mau ditipu oleh Vionita.


Sudah berapa kali dia memperingatkan pria itu agar menyelidiki segalanya dengan baik tetapi pria itu selalu terhasut oleh Vionita.


Bahkan ketika dia menemukan Vionita telah menuduh Chataline menyebarkan rumor, pria itu malah membela Vionita bahwa Vionita melakukannya demi menarik perhatian Loren,,, konyol sekali!!!!


Jadi sekarang, biarkan pria itu mendapat karma karena sudah mempercayai orang yang salah.


'Kekasihku akan marah bila aku menerima bunga pemberian pria lain,' ucapan Loren Letengiang-ngiang di pikirannya.


Kekasih....


Kekasih....

__ADS_1


Loren telah memiliki kekasih...


"Siapa kekasihmu??" Akhirnya satu kalimat berhasil keluar dari mulutnya.


Tetapi karena Loren sudah terlalu jauh maka perempuan itu sudah tidak mendengarnya.


Bahkan setelah dia selesai mengucapkan kalimatnya Loren sudah menghilang di balik dinding.


"Siapa??? Siapa yang berani merebut Loren dariku?!!" Bian menggertakkan giginya dan tangannya yang memegang buket bunga kini terkulai lemas hingga buket bunga di tangannya terjatuh ke lantai.


Buket bunga yang terjatuh itu menimbulkan suara hingga menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.


"Hei,, Bukankah itu Tuan Bian yang merupakan kekasih designer plagiat itu??"


"O astaga benar... Mengapa dia masih ada disini? Bukankah dia seharusnya menemani kekasihnya yang telah diseret ke kantor polisi?"


"Dia datang membawa buket bunga, sepertinya buket bunga itu akan diberikan pada kekasihnya tapi sayang sekali kekasih nya malah berakhir di tangan polisi."

__ADS_1


"Pria yang malang... Kalau aku jadi dia aku tidak akan pernah menunjukkan wajahku lagi ke muka umum. Sangat memalukan!!!"


Semua orang yang melihat Bian kini berbisik-bisik merendahkan Bian.


__ADS_2