Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#302. Meninggalkan keluarga sinaga


__ADS_3

"Ya,, ranting yang busuk dan tidak menghasilkan harus dipotong dan dibakar." Ucap Kakek Perry.


"Kakek!!"


"Ayah!!!"


Rama dan anak-anaknya begitu terkejut dengan keputusan Kakek Perry.


Bagaimana bisa mereka disebut sebagai orang yang tidak berguna dan hanya menjadi beban di keluarga Sinaga?


"Bagus, kalau begitu, mereka bertiga akan diusir dari keluarga Sinaga karena sudah lalai mendidik istrinya dan tidak menghormati ibunya. Sementara perempuan yang sudah diceraikan suaminya, aku akan membawamu ke tempat di mana kau bisa membuktikan bagaimana itu berzina yang sesungguhnya!!!" Ucap Bara mengejutkan Yohana.


Apakah arti dari perkataan pria itu bahwa dia akan dijual ke rumah PSK?


Perempuan itu gemetaran, mulutnya terbuka hendak mengatakan sesuatu tapi tenggorokannya begitu sakit dan lidahnya sangat keluh untuk digerakkan.


Vionita menelan air liurnya, dia bisa merasakan kepahitan yang dialami ibunya, tapi dia tidak berani mengatakan apapun sebab nasibnya jauh lebih penting ketimbang harus memikirkan ibunya.


"Masuk!!" Bara diikuti masuknya beberapa orang yang akhirnya menyeret ke 4 orang ke ruang tamu.


"Tuan," ucap mereka.


Seret mereka keluar!!" Perintahnya.


"Baik Tuan," ucap ke-4 orang itu lalu mereka segera menyeret Rama dan keluarganya.

__ADS_1


"Kakek!!!" Vionita menangis tersedu-sedu sembari dipegangi oleh salah satu orang untuk diseret dari kediamannya.


Semua orang hanya memandangi mereka tanpa satupun dari mereka yang berani berbicara.


Sementara Bara, pria itu berdiri merapikan pakaiannya, "Aku akan mengawasi keluarga ini, kalau sampai kalian berani membawa keempat orang itu kembali ke mari maka saat itu akan menjadi titik kehancuran keluarga ini!!!" Kata pria itu lalu menoleh pada Loren, "Keponakanku, kapan ada waktu luangmu untuk berkunjung ke keluarga ibumu?" Tanyanya.


Loren menatap Bara lalu melihat ke arah Christian, terlihat pria itu menggangguk padanya, jadi Loren langsung berkata, "Bolehkah aku mendapatkan nomor ponsel Paman Lalu nanti bisa menghubungi paman?"


"Tentu!" Bara langsung mengeluarkan salah satu kartu namanya lalu menyerahkannya pada Loren.


"Terima kasih Paman," ucap Loren menerima kartu nama tersebut.


"Jangan lupa hubungi paman."


"Baik paman," ucap Loren lalu Bara segera meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.


Ada banyak kejutan yang sangat menguras tenaganya untuk mencerna nya.


"Bawa kakek ke kamarnya," perintah Gerson pada sang perawat yang sedari tadi berdiri di samping kakek Perry.


"Baik Tuan," jawab sang perawat lalu mengantar kakek Perry ke kamarnya.


Begitu kakek Perry pergi, Davin yang sedari tadi tidak berani duduk kini duduk bersama istrinya lalu menatap Loren.


"Loren, maafkan paman dan keluarga paman yang tidak bisa mencegah kejadian tadi. Ini sangat memalukan karena Paman tidak bisa melindungimu." Ucap Davin merasa menyesal.

__ADS_1


"Paman tidak usah merasa bersalah, sekarang semuanya sudah diurus jadi tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Oya,, sepertinya akan ada orang yang akan meninggalkan jabatan wakil direktur nya sebelum bekerja." Ucap Loren melihat ke arah Gerson sembari tersenyum.


"Aku juga tidak mengangkah akan langsung naik ke posisi direktur. Tapi sekarang aku masih terkejut dengan kejadian tadi, Bagaimana bisa Paman kedua dan keluarganya memiliki sikap yang sangat buruk seperti itu?!"


"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, mereka sudah mendapat karmanya." Ucap Loren.


Sementara itu, Rama dan kedua anaknya kini melihat Yohana diseret ke atas mobil.


Perempuan itu terus berteriak-teriak meminta pertolongan pada mereka tapi mereka tidak bisa melakukan apapun karena keempat pengawal yang membawanya memiliki kekuatan yang lebih besar dari mereka.


"Kita sebaiknya tinggal di apartemenku." Ucap Daniel merogoh kantongnya.


Untungnya dia masih membawa ponsel miliknya jadi mereka segera memesan taksi dan pergi ke apartemennya.


"Ayah!! Bagaimana nasib pernikahanku dengan Bian? Apakah keluarga Maherson masih mau menerimaku sebagai istrinya ketika mengetahui bahwa keluarga kita sudah diusir dari keluarga Sinaga?" Vionita bertanya dengan kecemasannya.


"Tananglah,, kau sedang mengandung calon penerus keluarga Maherson, jadi mereka tidak akan mengabaikan bayi dalam perutmu. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah menjaga kandungan itu." Ucap Rama pada putrinya.


Daniel mengangguk, "Benar, lagi pula undangan sudah disebar, jadi mau tidak mau keluarga maherson harus tetap menggelar pernikahan itu." Ucap Daniel.


Memikirkan hal itu, hati Vionita menjadi lebih tenang, 'Tunggu sampai aku masuk ke keluarga Maherson, lalu Loren,, aku akan menggunakan kekuasaan keluarga Maherson untuk melenyapkan dia dan kekasih sampahnya!!!!'


@Info


Novel otor menunggu kalian ya....

__ADS_1



__ADS_2