
Christian duduk bersama Loren di kursi mereka dan acara pergelaran busana sudah dimulai.
Christian tidaklah fokus pada para model yang berjalan dengan anggun diatas catwalk, sedari tadi tatapannya tertuju pada Loren yang terlihat antusias dan dengan mata yang berbinar-binar melihat setiap pakaian yang dikenakan oleh setiap model.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka menawarkan anggur, Christian mengambil dua gelas anggur dan memberikan segelas anggur pada Loren.
"Teirma kasih," jawab Loren langsung meneguk sedikit anggur meski perhatiannya tidak teralihkan dari panggung.
"Kau senang?" Tanya Christian.
"Ng? Ya!" Loren melihat kearahnya selama 1 detik lalu perempuan itu kembali melihat ke arah model yang berjalan di panggung.
Christian tersenyum. 'Dia mengabaikan ku!'
Sembari menikmati pertunjukan busana yang digelar, Loren sesekali meneguk anggur merahnya dan tanpa sadar Dia menghabiskan segelas anggur merah di tangannya hingga membuat wajahnya yang putih bersih mulai memerah.
Glek!
Christian menelan air liurnya,, wajah merona Loren benar-benar memikatnya hingga dia merasa panas sampai ke dalam hatinya.
Christian berusaha mengalihkan perhatiannya dengan melihat para model yang masih berjalan di atas catwalk, tapi hanya beberapa detik dia kembali melihat ke arah Loren dan hatinya semakin berdesir.
Pria itu semakin tak bisa mengontrol desiran hatinya saat Loren kembali meneguk habis sedikit anggur yang masih tersisa dalam gelasnya.
__ADS_1
Akhirnya tanpa bisa dikontrol tangan Christian diulurkan ke arah Loren dan menjepit dagu Loren hingga perempuan itu terkejut.
"Hmm?" Loren bertanya sembari memandang pada pria yang kini menatapnya.
Detik berikutnya dia melihat wajah pria itu mendekat ke arahnya lalu bibirnya sudah dibungkam oleh Christian.
Mata Loren membelalak dan seluruh tubuhnya menegang karena terkejut.
Gelas anggur yang ada di tangan kanannya kini dilepaskan oleh Christian lalu pria itu mengulurkan tangannya ke pinggang Loren dan menarik Loren semakin mendekat kearahnya.
Selema bebrapa detik menikmati ciumannya, Christian terus mengamati wajah Loren.
Perempuan itu memejamkan matanya dan meski Dia merasakan tubuh Loren menegang tetapi tidak ada perlawanan dari Loren.
Kini tak ada air mata yang mengalir, hal itu membuat suasana hati Christian menjadi sangat tenang dan menikmati ciuman mereka.
Dia tidak tahu bagaimana cara berciuman jadi dia hanya diam saja dan membiarkan Christian mengisap bibirnya.
'Ini seperti film,, setelah berciuman mereka menjadi sepasang kekasih.' pikiran itu membuat Loren merasa semakin pegang sebab Dia tidak bisa membayangkan dirinya menjadi kekasih Christian.
Plok plok plok...
Tiba-tiba suara tepuk tangan yang meriah disekitar mereka membuat Christian langsung menghentikan ciumannya dan menarik dirinya dari Loren.
__ADS_1
Loren yang terkejut langsung membuka matanya dan menatap Cristian dengan mata lebarnya.
Pria itu masih menatapnya!
Loren hendak membuang muka karena merasa malu sebab Dia tahu wajahnya sangat panas dan pastilah berubah merah, tetapi kemudian Christian menahannya dan pria itu kembali mendekatkan wajahnya namun tidak menciumnya.
Christian memindahkan bibirnya ke telinga Loren dan menggigit pelan daun telinga Loren.
"Kau milikku," kata Christian sembari menghembuskan nafas ke telinga Loren membuat Loren merasa merinding.
'Kau milikku, milikku,,' Loren terpaku dalam kegilaannya.
Melihat Loren terdiam tak mampu mengatakan apapun, Christian akhirnya mengerti bahwa perempuan itu sangat terkejut jadi Christian kembali duduk dengan normal seperti tidak terjadi apa-apa lama mata pria itu tertuju pada catwalk.
Perancang busana yang melakukan pameran kini berjalan di atas catwalk bersama model-modelnya.
Sementara Loren, perempuan itu duduk dalam kategangannya.
'Sekarang kami sepasang kekasih? Aku miliknya?' Loren tak lagi tertarik dengan apa yang terjadi di atas panggung, kini dia lebih tertarik dengan hubungannya dengan Christian.
Apakah sekarang mereka melangkah satu tahap?
@Interaksi
__ADS_1
Makasih ya....❣️❣️❣️