Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#152. Sangat menguras kantong


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Bian dan Vionita, Chataline dan Zaidan kemudian masuk ke restoran.


"Nona Chataline, silakan ikuti saya," seorang pelayan menyambut mereka dengan ramah lalu mengantar mereka menuju ruangan VIP yang sebelumnya telah di booking oleh Cahtaline.


Di tengah perjalanan, Cahtaline menyipitkan matanya saat melihat seorang pria di ujung lorong memasuki sebuah ruangan VIP lainnya.


"Bukankah itu Tuhan Christian?!" Katanya sembari memperhatikan pria dalam balutan jas berwarna hitam.


"Ya benar! Itu Tuan Christian!" Ucap Zaidan menutup mulutnya, sebuah kehormatan besar bisa melihat langsung pria itu.


Pria yang terkenal tidak pernah muncul di media dan terkenal akan kecerdasannya dalam mengelola bisnis.


Selain itu, secara tidak langsung Christian jugalah yang berada di belakang kesuksesan Cahtaline di dunia entertain.


Pria itu membuka jalan bagi Chataline.


"Jantungku berdegup kencang hanya karena melihatnya, mungkinkah karena aku menyukainya?" Cahtaline memegang dada kirinya sembari tersenyum dengan pipi merona.


"Pipimu merona,, pasti karena kau menyukainya!!" Ucap Zaidan tersenyum.


Cahtaline tidak mengatakan apapun lagi, perempuan itu hanya tersenyum menikmati debaran hatinya yang membuatnya kasmaran.


Sudah lama dia ingin sekali bertemu dengan Christian untuk berterima kasih atas apa yang pernah dilakukan pria itu untuknya. Sepertinya hari ini akan terjadi.

__ADS_1


"Kaka Chataline, kita harus masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan para designer dari LC." Zaidan kembali mengingatkan Cahtaline saat melihat perempuan itu terpaku pada ruang VIP yang baru saja dimasuki Christian.


"Ahh, kau benar, tapi kau harus tinggal di sini dan mengawasi ruangan itu. Katakan padaku kalau Tuan Christian keluar. Ok?!" Ucap Cahtaline menatap Zaidan.


"Eh? Tapi--"


"Diam!! Jangan merusak suasana hatiku dengan membantah ucapanku!!" Kata Cahtaline berusaha tersenyum karena dia masih menikmati perasaan melihat Christian secara langsung.


Akhirnya Zaidan tidak bisa melakukan apapun, pria itu hanya berdiri di tempatnya sembari menatap Chataline yang telah memasuki ruangan VIP.


'Hah,, aku pikir aku bisa menikmati makan siang ini, ternyata malah begini,,' Zaidan sembari menghela nafas meratapi nasib sial nya.


Cahtaline yang masuk ke dalam ruangan langsung disambut oleh tiga perempuan yang sudah duduk di masing-masing kursi.


Bagaimanapun, Siren dan Rika masih mengingat jelas di ingatan mereka bagaimana perempuan itu telah mempermalukan mereka dan bagaimana tidak sopannya sikap Chataline pada Loren.


"Maaf semuanya,, aku terlmabat karena tadi di depan aku bertemu Vionita si wanita licik!!" Ucap Cahtaline dengan wajah tersenyum berjalan ke kursinya.


Meskipun dia kesal mengingat kejadian di depan restoran, tetapi rasa bahagianya bisa melihat Christian jauh lebih besar daripada kekesalannya pada Vionita.


Sebabnya ekspresi Cahtaline yang berbanding terbalik dengan ucapan perempuan itu membuat Rika dan Siren menjadi kebingungan.


"Vionita si sini?" Tanya Loren terkejut. Dia tidak fokus pada mimik Cahtaline, namun lebih pada nama Vionita.

__ADS_1


"Ya,, kau mengenalnya juga, kan?" Ucap Chataline sembari duduk di kursinya diikuti 3 perempuan di depannya yang juga ikut duduk.


"Oh, ya,," jawab Loren dengan singkat sembari menghela nafas panjang.


Mengapa selalu kebetulan berada di tempat yang sama?!


"Sudah,, tidak perlu memikirkan wanita licik itu. Bagaimana kalau sekarang kita langsung makan?" Ucap Cahtaline sembari tersenyum dengan rona bahagia mengambil buku menu dan membagikannya kepada semua orang.


Siren dan Rika membuka buku menu itu dan langsung membulatkan mata mereka melihat harga yang tertera.


Karena mereka berada di restoran mewah maka setidaknya mereka harus memesan 10 jenis makanan, mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama dan terakhir hidangan penutup.


Tetapi satu porsi makanan di sini saja bisa menghabiskan setengah dari gaji bulanan mereka.


Sangat menguras kantong!!!


@Interaksi



Doain ajah siapa tahu ntar malam ada hujan pria sempurna seperti dalam novel ini, saat itu jangan pake payung, biar kalian ketiban pria tampan yg jatuh dari langit🤭🤭


__ADS_1


__ADS_2