Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.132. Anjing nakal


__ADS_3

Selama satu minggu terus-menerus, Loren dan Christian sangat rajin pergi untuk beryoga selama 30 menit sehari.


Setelah mereka kembali dari tempat beryoga, Christian kemudian kembali bekerja di ruang kerjanya dengan iPad pria itu terus berada di meja kerjanya, ia mengawasi Loren yang sudah mulai susah untuk ia atur.


Jika biasanya Loren dengan patuh terus duduk di pangkuannya selama dia bekerja, maka setelah Marisa pergi ke luar negeri, perempuan itu sudah tidak bisa lagi diam di pangkuan Christian.


Beberapa kali pun Christian mengalami senam jantung karena ulah Loren yang hampir beberapa kali membahayakan dirinya sendiri, dan baru disadari Christian ketika dia melihat layar CCTV di ipad-nya.


"Na na na na...." Senandung lagu yang dinyanyikan Loren sembari menyirami bunga-bunga mawar putih yang ada di taman.


Christian tersenyum mendengarkan suara nyanyian istrinya sembari pria itu mendalami kontrak yang ada di atas meja kejanya.


Namun, ketika dia mengangkat wajahnya melihat CCTV yang dipantulkan oleh layar ipad-nya, pria itu langsung melompat dari kursinya, ia mengabaikan pekerjaannya dan berlari ke arah taman.

__ADS_1


"Na na na na na......." Loren yang bersenandung ria tidak menyadari seekor anjing penjaga yang sedari tadi memperhatikannya.


Untunglah CCTV yang Christian amati tidak hanya yang memperlihatkan Loren, namun beberapa meter dari sekitar Loren pun dia memperhatikan semuanya, jadi Christian langsung berlari menghampiri Loren bertepatan dengan anjing penjaga yang telah lepas rantainya dan berlari ke arah perempuan itu.


Guk...!!! Guk...!!! Guk...!!!


Suara gonggongan anjing langsung membuat Loren mengalihkan perhatiannya dari bunga-bunga yang ia siram, lalu perempuan itu melihat ke arah sumber gonggongan anjing dan terkejut melihat sebuah ekor anjing jenis doberman yang berlari cepat ke arahnya.


Langsung saja wajah Loren menjadi pucat dan gembor yang ada di tangannya langsung terjatuh ke lantai, dengan tangan pria itu segera memegangi perutnya yang masih datar.


Begitu anjing semakin dekat ke arahnya, Loren hanya bisa meminjamkan matanya dan dengan badan yang tegang perempuan itu terkejut ketika sebuah tubuh yang kekar menariknya ke samping.


Syuh....!!

__ADS_1


"Ahh...!!!" Loren berteriak kencang sembari memejam erat matanya merasakan dirinya terbang begitu cepat.


Guk...!!! Guk...!!! Guk...!!!


Keluaran baru membuka matanya saat menyadari suara anjing yang menggonggong sudah menjauh darinya, dan perempuan itu melihat suaminya ternyata sedang menggendongnya sembari berdiri menatapnya dengan wajah yang marah.


"Suami,, anjing itu,,, hiks,,, hiks,, dia nakal!!" Loren langsung menangis sembari mengintip anjing yang telah ditangkap oleh seorang pengawal dan di bawah pergi menjauhi mereka.


Melihat istrinya yang ketakutan sembari menangis, Christian akhirnya menghela nafas panjang lalu pria itu berjalan ke arah kursi taman dan duduk di sana dengan Loren di pangkuannya.


Christian mengatur nafas sembari menepuk-nepuk punggung perempuan itu.


"Aku di sini,, jangan khawatir,," ucap Christian tidak jadi memarahi perempuan itu sebab ia tak tega melihat Loren yang sudah menangis membuat hatinya menjadi kacau balau.

__ADS_1


"Hiks,, hiks,,, aku hanya menyiram bunga mawar itu, tapi dia,, kenapa dia tiba-tiba marah padaku???" Gerutu Loren sembari terisak dalam pelukan suaminya.


Maka dengan sabar Christian menenangkan kembali istrinya sembari pria itu berpikir untuk melenyapkan semua anjing penjaga yang ada di rumahnya.


__ADS_2