
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Loren dan Christian sudah siap-siap untuk mengunjungi makam orang tua Loren.
Loren mengerutkan keningnya saat melihat resepsionis yang berjaga telah diganti menjadi seorang pria.
"Selamat pagi, tuan dan Nona," pria itu menyapa dengan sopan ke arah mereka hingga dibalas oleh anggukan kecil Loren.
"Selamat pagi," jawab Loren.
Baru saja Loren selesai membalas sapaan tersebut ketika Christian menarik perempuan itu ke sampingnya untuk menghindari kedua orang itu bertatapan.
Pria yang bertugas sebagai resepsionis langsung mematung di tempatnya begitu melihat tatapan Christian.
Cemburu akut...!!
Tepat saat itu sang manajer juga keluar dari lift jadi dia buru-buru menghampiri Christian saat melihat bagaimana tetapan Christian pada resepsionis yang bertugas.
"Tuan,, perkenalkan saya manajer di sini, Apakah ada sesuatu yang mengganggu Tuan?" Tanya sang manajer mendekati Christian dan Loren.
Wajah pria itu tampak tidak sangat baik jadi sang manajer begitu hati-hati dan menjaga sikap karena teringat akan peristiwa kemarin siang.
"Bagaimana caramu memilih orang yang bekerja di sini?" Tanya Christian dengan suara yang dalam membuat sang manajer langsung melihat ke arah resepsionis pria yang bertugas.
"Maafkan saya tuan,, saya akan memperbaiki pelayanan di sini. Tolong katakan pada saya bagian mana yang--"
"Dia merayu kekasihku!" Sela Christian mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Hanya menyapa saja dan pria itu sudah menyebutnya sebagai merayu?!!!!
Tetapi manajer yang bertugas, pria itu dengan gemetar langsung melihat ke arah resepsionis pria yang baru saja bekerja, "Sialan!! Cepat minta maaf pada Tuan Christian!!!" Bentaknya.
Resepsionis yang tidak mengerti letak kesalahannya tidak bisa membantah apapun jadi dia langsung membungkuk, "Maafkan saya, Saya telah berbuat salah," ucapnya.
Christian tersenyum menyengir, "Pecat dia!" Perintah Christian.
Manager yang mendengar kata pecat langsung mengangkat wajahnya, "Tapi Tuan,, pria ini baru saja menandatangani kontrak dengan kita dan--"
"Kalau begitu, kau yang di pecat!!" Ucap Christian membuat manager itu langsung bergetar ketakutan.
"Baik Tuan!! Saya akan memecatnya sekarang!!" Ucap sang manajer tak berani lagi membantah ucapan Christian.
Christian mengangguk puas lalu pria itu menarik Loren meninggalkan lobby hotel.
"Tuan,, yang tadi itu,," Loren ingin membela resepsionis tadi, tetapi saat ia melihat tatapan Christian padanya perempuan itu tak berani berkata apapun lagi.
Daripada pria itu mengamuk dan malah menghancurkan hotelnya, lebih baik satu orang saja yang dipecat.
"Aku rasa kita perlu membeli beberapa bunga untuk ayah dan ibu," kata Loren mengalihkan pembicaraan.
"Baik," jawab Christian lalu mengendarai mobilnya ke sebuah toko bunga yang terkenal di ibu kota.
Mereka memberi dua buket bunga lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka ke makam orang tua Loren.
__ADS_1
Orang tua Loren dimakamkan di sebuah pemakaman elit yang ada di ibu kota, jadi ketika memasuki area pemakaman mereka langsung disambut oleh pemandangan dari bunga-bunga dan tanaman yang terawat indah di tempat itu.
Setelah berjalan sekitar 15 menit mereka akhirnya melihat sebuah makam yang di atasnya berdiri sebuah patung besar berbentuk gajah dengan seorang anak kecil di punggungnya.
"Lho,, makamnya sudah di rubah," ucap Loren berlari kecil ke arah makam melihat makam tersebut sudah berubah dari yang pernah ada di ingatannya.
"Ada apa?" Christian bertanya saat Loren kebingungan melihat makan tersebut.
"Ini,, dulunya makam ayah dan ibuku tidak seperti ini. Dulunya ayah dan ibuku hanya menggunakan batu nisan yang lebih kecil, tapi mengapa sekarang jadi,," Loren menghentikan kata-katanya saat melihat tanda pengenal yang diletakkan di dekat nya.
"Hiks,, hiks,," Loren langsung meneteskan air matanya karena melihat tanda pengenal Itu bukan lagi milik kedua orang tuanya tetapi milik orang lain!!
Christian langsung menarik Loren ke dalam pelukannya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Ini,, ini bukan makam orang tuaku." Kata Loren memperhatikan nomor makam yang ada pada batu pengenal dan melihatnya benar-benar sama dengan nomor makam milik orang tuanya.
"Mungkinkah kita salah makam,," ucap Christian.
"Tidak,, ini sudah cocok, di sampingnya adalah makam milik nenek," kata Loren melihat kesamping dan membaca tanda pengenal pada makam tersebut.
"Ini,, ini makam nenek,, mereka bertiga dikuburkan secara bersamaan di sini tapi bagaimana bisa, hiks hiks,, dimana makam ibu dan ayahku?? Mengapa hanya milik nenek saja yang tertinggal di sini?" Kata Loren terus terisak.
"Tenanglah,, kita tanyakan pada petugasnya." Ucap Christian menghapus airmata Loren.
"Ya,,," Loren berusaha mengendalikan dirinya.
__ADS_1
Tapi bagaimanapun dia masih terus terisak di dalam pelukan Christian hingga membuat pria itu tak bisa menahan kemarahan dalam hatinya.
Orang seperti apa yang tega memindahkan makam seseorang tanpa sepengetahuan keluarganya?