
"Ah,, kalau begitu apa yang kalian katakan itu adalah benar? Iya sudah, kau harus melepaskan pengawal itu dari kurungan dan biarkan dia beristirahat selama 3 hari sebelum kembali bekerja. Dia pasti sangat menderita karena sikapku." Ucap Loren kini merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan.
Tanpa menunggu lagi, maka Gerson langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu untuk memberi perintah pada para pengawal.
Sementara Christian, dia langsung memanfaatkan situasi itu dengan memeluk istrinya sambil berkata, "kemarin malam kau juga lupa hingga mendendangku dari tempat tidur. Bagaimana ini, pinggangku terasa begitu sakit karena terbentur di lantai."
Ucapan Christian langsung membuat Loren tergagah lalu perempuan itu dengan cepat menyentuh pinggang suaminya.
"Ahh!! Sakit!!!" Ucap Christian berpura-pura merasakan kesakitan membuat Loren semakin terkejut.
"Bagaimana bisa aku menendangmu dari tempat tidur?" Tanya Loren dengan khawatir membuka kaos Christian untuk melihat pinggang pria itu.
__ADS_1
"Itu semua karena kau membawa ikan hiu ke tempat tidur, lalu kau memperlakukan dia dengan sangat baik dan melupakan suamimu!!!" Kata Christian langsung membuat gerakan Loren berhenti lalu perempuan itu dengan menyesal menatap suaminya.
"Be,, benarkah?? Astaga,,, kalau begitu aku tidak akan membawa ikan hiu itu lagi ke tempat tidur kita." Ucap Loren dengan cemas melihat pinggang suaminya.
Sementara Christian, pria itu tersenyum senang dan bersorak-sorak dalam hatinya atas apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya.
Mana ada pinggangnya terasa sakit, lah baru pagi hari ini saja dia sudah berjuang keras dalam olahraga pagi mereka. Tapi untunglah istrinya tidak menyadari hal itu.
Maka setelah sarapan pagi, Christian membiarkan Loren berbincang-bincang bersama Gerson dan Davin, sementara dia mengajak Bianca untuk berbicara berdua.
Bianca senang bersama Christian, "Christian, tante sangat senang karena Loren mempunyai suami yang sangat baik sepertimu. Tolong ke depannya jaga dia lebih baik lagi ya, meskipun dia sangat merepotkan tapi dia memiliki hati yang lembut.
__ADS_1
"Bibi sudah menganggap Loren seperti anakku sendiri, jadi melihatnya begitu bahagia juga membuatku merasa sangat bahagia. Dengan begini almarhum ayah dan ibunya akan tenang melihatnya dari tempat baka." Ucap Bianca sembari tersenyum senang menatap Christian yang berwajah datar di depannya.
Christian langsung menganggukkan kepalanya, "aku pasti akan menjaga dia dengan baik. Lagi pula, aku sudah menganggap dia sebagai biji bola mataku, Aku tidak akan bisa membiarkannya terluka!!!" Ucap Christian membuat tenang Bianca.
"Kalau begitu apa yang hendak kau bicarakan?" Tanya Bianca sembari menatap pria di depannya yang tampak menyiratkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Mendengar pertanyaan Bianca, maka Christian dengan cepat memperbaiki posisi duduknya lalu dia dengan gelisah berkata, "mengenai hal yang Bibi katakan tentang kehamilan ibu mertua saya. Bahwa Loren mengalami gejala yang sama dengan yang dialami ibunya ketika dia mengandungnya, saya merasa aneh dan khawatir karena hal itu.
"Maksud saya, kenapa seorang ibu hamil bisa mengalami luka, bahkan dia bersikap sangat aneh dari biasanya. Dia adalah wanita yang lembut, bahkan ketika saya memarahi bawahan saya yang berbuat salah pun dia akan melarang Saya melakukannya.
"Tapi bibi lihat sendiri kemarin, Bagaimana istriku,,, dia bahkan memberi perintah untuk menghukum berat pengawal yang sudah berbuat salah." Ucap Christian yang begitu cemas akan kondisi Loren.
__ADS_1
Pria itu sangat takut jikalau sebenarnya apa yang dialami Loren bukanlah sebuah gejala mengidam ibu hamil, tetapi merupakan gejala suatu penyakit yang berbahaya.