
Setelah berbicara dengan Mariska, Loren dipenuhi rasa bersalah, sebab perempuan itu juga dihukum oleh Christian karena dulunya Marisa menolongnya.
Maka dengan cepat Loren mengeringkan rambutnya lalu berjalan ke arah kolam dan melihat semua pelayan yang sedang melakukan usaha yang sia-sia.
"Hentikan semua yang kalian lakukan lalu selama 3 hari kedepan kalian diberikan libur!! Jangan ada yang datang bekerja atau yang tinggal di paviliun boleh beristirahat saja selama 3 hari!!" Perintah Loren langsung membuat semua pelayan bersorak kesenangan dan berterima kasih pada Loren.
"Terima kasih nyonya," kata semua orang sembari membungkuk hormat pada Loren.
"Hm,, kalian boleh pergi sekarang," ucap Loren sembari menganggukkan kepalanya membuat para pelayan langsung mengangkat wajah mereka untuk pergi.
Namun, ketika mereka mengangkat wajah, orang yang ada di belakang Loren langsung membuat mereka terdiam dan kembali menunduk dengan gemetar.
Hal itu membuat Loren merasa bingung, lalu perempuan itu kembali bertanya, katanya: "Kenapa kalian belum pergi?"
Para pelayan tidak ada yang berani menjawab, tetapi Loren langsung menyadari sikap aneh pelayan saat seorang pria di belakangnya berdehem.
"Ehem!!!" Suara Christian langsung membuat Loren berbalik menata pria itu dengan kesal.
"Jangan mendekat ke arahku atau--"
__ADS_1
Loren tak jadi melanjutkan ucapannya karena Christian dengan cepat menariknya ke pelukan pria itu dan menciumnya dengan dalam.
"Mm!!!!!" Loren merontah dengan kesal sembari mendorong suaminya agar menjauh darinya, tetapi Christian tidak mau dikalahkan oleh Loren, jadi dia memeluk istrinya dengan sangat erat dan menghentikan ciuman mereka.
"Aku akan membiarkan mereka meninggalkan kolam kalau kau sudah tidak merajuk lagi." Ucap Christian dengan mata penuh arti menatap istrinya, bahwa para pelayan lebih patuh terhadapnya daripada Loren.
Hal itu membuat Loren merasa kesal karena suaminya berani memakai para pelayan untuk mengancamnya, jadi perempuan itu menggigit bibir bawahnya selama beberapa detik lalu berkata, "kalau begitu, aku akan menemani para pelayan menyendok air kolam itu sampai kering!!!"
Loren berkata sambil mendorong suaminya, tetapi Christian tidak mau membiarkan perempuan itu, Jadi dia langsung membawa Loren ke gendongannya lalu menatap perempuan yang sedang merontak itu, "coba saja kalau kau berani melakukan itu, maka aku akan membuat seluruh pelayan kehilangan kepala mereka karena sudah merebut perhatian istriku!!" Ancam Christian lalu menatap ke semua pelayan.
"Lanjutkan menguras kolamnya sampai aku menyuruh kalian berhenti!!" Perintah Christian dengan suara yang dingin.
Hal itu membuat Loren sangat kesal, jadi dia memukul dada suaminya yang telah membawanya kembali ke dalam rumah sambil terisak keras.
"Hiks,, hiks,, hiks,," perempuan itu terus terisak, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan dirinya terus menangis, karena dia tidak mau mengutuki suaminya.
Begitu tiba di kamar, Christian meletakkan Loren di atas ranjang, dengan perempuan itu disandarkan pada sandaran ranjang mereka.
"Jangan menangis, kalau kau mau menurutku, maka aku akan membuat para pelayan berhenti menyendok air kolam itu." Ucap Christian sembari menyeka air mata Loren membuat Loren semakin marah pada pria itu.
__ADS_1
Tetapi Loren dengan patuh menghentikan tangisannya lalu perempuan itu menepis tangan suaminya yang menyeka air matanya dan berbalik membungkus tubuhnya dengan selimut.
Melihat istrinya yang seperti itu, membuat hati Christian semakin teriris-iris, tetapi pria itu tetap memenuhi janjinya dengan berjalan ke arah jendela dan melihat ke bawah kolam.
"Berhenti menyendok air kolam dan kembalilah ke kediaman kalian masing-masing. Kalian libur selama 3 hari!!" Perintah Christian lalu menutup jendela dan kembali menatap istrinya yang membungkus tubuhnya dibalik selimut.
"Aku sudah menyuruh para pelayan untuk beristirahat," ucap pria itu mendekati Loren dan menyibak selimutnya.
Betapa terkejutnya Christian saat melihat ternyata Loren hanya menangis dalam diam di bawah selimut.
"Sayang,," Christian langsung panik memeluk perempuan itu dengan erat.
"Sayang,, kau baik-baik saja?" Tanya Christian dengan cemas, tetapi seberapa kali pun pria itu terus bertanya, Loren tidak pernah menjawab dan hanya menangis sembari membiarkan Christian melakukan apapun yang ingin dilakukan oleh pria itu.
@interaksi
Hah,,, kirain kamu dah pindah dunia hingga gak pernah muncul, ternyata,, kesenangan otor salah besar,,,🤭🤭✌️✌️✌️✌️✌️
__ADS_1