Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#104. Tidak boleh dibiarkan


__ADS_3

"Kalau kau benar-benar Loren, sebaiknya kau tidak pernah muncul lagi atau kau akan mempermalukan keluarga Sinaga! Kakek pasti akan sangat memarahimu kalau dia tahu apa yang sudah kau perbuat!" Ucap Vionita dari balik punggung Loren membuat tubuh Loren sedikit gemetaran, tetapi dia masih bisa menguasai kakinya hingga menyeret kakinya meninggalkan tempat itu.


"Alya akan kembali menghancurkanmu..!!" Tiab-tiba teriak Vionita dari belakang membuat hati Loren semakin lemah.


Loren berjalan dengan langkah yang tidak stabil untuk mencari tempat yang aman baginya menenangkan diri.


Sebab Dia tidak menghafal lokasi hotel itu, Loren terkejut ketika dia malah tiba disebuah gudang yang bercahaya remang-remang.


"Hiks,, hiks,," akhirnya Loren tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia segera jatuh di lantai dan memeluk kedua lututnya dengan erat.


"Mengapa? Mengapa...?" Ucapan Vionita terngiang-ngiang di pikirannya.


'Mengapa mereka berlaku sangat kejam padaku? Mereka yang sudah membuatku seperti ini, dan sekarang mereka menuduhku sebagai orang yang kabur dari rumah? Mengapa jadi aku yang mempermalukan keluarga? Mengapa semuanya bejalan menyakitkan?' Loren terisak keras di gudang kosong.


Dia tidak mengerti mengapa keluarganya sendiri begitu jahat memperlakukannya.


Sekarang kembali mengancamnya,, apa itu adil?


Sementara Loren berada di ruang kosong, maka Christian yang sedari tadi menunggu Loren di meja makan kini merasa gelisah karena perempuan itu tak kunjung kembali.


'Apakah dia marah?' Cristian segera berdiri dan menyusul Loren ke toilet.


Di jalan menuju toilet Christian menghentikan langkahnya saat melihat seorang perempuan keluar dari toilet wanita sembari menggertakan giginya.


"Perempuan sialan..! Beraninya dia tetap hidup dan menggangguku?! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu memilih mati daripada hidup!" Ucap Vionita dengan tatapan amarah menatap ke arah tembok kosong di depannya.


Hal itu membuat Cristian bagai disambar petir dan berjalan mendekati Vionita.


"Apa yang kau katakan?!" Teriaknya penuh amarah mengagetkan Vionita hingga perempuan itu hampir tersungkur ke lantai.


Namun begitu Vionita mengangkat wajahnya dan mengenali Christian, perempuan itu sangat terkejut.


Mengapa seorang Christian datang berteriak padanya?


Apa pula yang katakan pria itu?!


"Tuan Christian, Apa maksud tuan?" Tanya Vionita yang merasa bingung bercampur takut.


Christian melihat perempuan di depannya lalu menggertakkan giginya dan berbalik meninggalkan Vionita.


'Dimana dia?' Chritian berjalan kembali ke restoran dan melihat sekelilingnya. Tidak ada Loren!

__ADS_1


"Tuan," pengawal Christian yang berjaga langsung menghampiri Christian saat melihat pria Itu tampak mencari seseorang dengan kemarahan dan kecemasan bercampur di raut wajahnya.


"Cari Loren, temukan dalam 5 menit!" Perintah Christian sembari mengepal erat tangannya lalu pria itu ikut mencari Loren bersama pengawalnya.


'Apa yang sudah kulakukan?!' Cristian berjalan dengan langkah terburu-buru dan pikiran yang melayang-layang saat dia mengingat Bagaimana malam makan malam mereka berjalan.


'Mengapa aku mengabaikannya? Mengapa aku...?' Christian kembali ingat Bagaimana ekspresi Lorenz saat ia mengangkat wajahnya dan terlebih bagaimana keadaan piring Loren yang makanannya tak tersentuh.


Dia menghabiskan seluruh makanan di piringnya tetapi Loren tidak menyentuh sedikitpun makanan di piring lalu perempuan itu pergi sembari menangis.


Kemudian bertemu Vionita....


"Perempuan itu...! Awas saja kalau terjadi sesuatu pada Loren! Aku tidak akan memaafkannya!" Christian menggertakkan giginya dengan tatapannya yang berusaha menyapu seluruh tempat yang bisa dijangkau matanya.


Dia sangat kuatir sudah terjadi sesuatu pada Loren, apalagi saat melihat bagaimana Vionita keluar dari toilet.


'Diamana kau...' Christian merasa frustasi.


Sementara Christian dan para pengawalnya mencari Loren, maka Vionita kembali menemui Bian dengan wajah pucatnya.


"Ada apa?" Bian langsung berdiri dari kursinya dan mendekati perempuan yang terlihat ketakutan.


Dia takut, dia takut kalau sampai pria itu bertemu dengan Loren.


Dia juga sangat takut pada Christian, pria itu sudah pernah mengusirnya dan sekarang mereka kembali bertemu dan pria itu berteriak padanya.


"Apa yang terjadi? Apa seseorang menakutimu?" Tanya Bian yang merasa sangat cemas pada Vionita.


Dia membawa perempuan itu ke puncak untuk menenangkan diri dari rasa lelahnya, dan sekarang malah membuat perempuan itu semakin tertekan.


Ini salahnya.


"Tidak,, kau hanya takut. Aku mau pulang pulang ke apartemen. Sekarang!" Kata vionitta dengan tubuh sedikit gemetaran hingga membuat Bian tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan perempuan itu.


Ketika mereka hendak meninggalkan hotel tiba-tiba mereka mendengar percakapan beberapa pelayan yang berlari dengan panik.


"Cepat cari dia..! Kita akan berada dalam masalah besar kalau perempuan itu tidak ketemu!"


"Apa yang terjadi?" Bian merasa sangat aneh sebab Vionita tiba-tiba ketakutan bersamaan dengan keanehan petugas hotel.


"Pulang," kata Vionita mengalihkan perhatian Bian hingga pria itu membawa Vionita ke dalam mobil lalu mereka meninggalkan hotel.

__ADS_1


Selama di dalam mobil Vionita meringkuk di kursinya dengan tubh yang bergetar.


"Apa kau kedinginan?" Tanya Bian menyalakan penghangat dalam mobil.


"Tidak,, Aku hanya ingin meninggalkan tempat ini." Ucap Vionita membuat Bian semakin merasa ganjal.


'Besok aku harus kembali ke hotel ini dan menyelidiki Apa yang terjadi. Bagaimana bisa Vionita sampai ketakutan seperti ini?' Bian menggenggam erat tangan Vionita yang duduk di sampingnya.


'Sial...!!! Aku harus bagaimana? Perempuan itu benar-benar Loren, dia benar Loren...! Loren kembali!' Vionita kembali mengingat Bagaimana ekspresi Loren ketika dia berbicara dengannya.


Perempuan itu tidak mungkin terlihat ketakutan dan berwajah pucat Jika dia bukanlah Loren yang selama ini ia cari.


'Ini gawat.. dia akan kembali merebut segalanya!!'


Bagaimana di akan menghadapai Loren yang kini bersama pria yang berkuasa?


'Setelah ini aku harus mencari tahu dan memastikan Loren sedang tinggal bersama siapa. Meski Ibu memiliki kartu yang bisa menjatuhkan Loren, tapi aku harus tetap berjaga-jaga.' Vionita berpikir dalam ketakutannya.


Bagaimanapun, waktu yang ia lalui untuk sampai pada titik puncak karirnya sudah sangat panjang, kalau Loren tiba-tiba muncul dan mengacaukan segalanya,,, tidak bisa dibiarkan!


Akhirnya mobil mereka terus berjalan dan selama perjalanan Vionita terus menggunakan otaknya untuk memikirkan cara mencari tahu segala informasi mengenai Loren.


Ketika tiba di apartemen, hari sudah sangat gelap dan Bian menggendong Vionita ke apartemen lalu membaringkan perempuan itu di ranjang.


"Istirahatlah, aku akan mencari tahu apa yang terjadi di villa. Apakah kau bisa memberitahuku ciri-ciri orang yang membuatmu ketakutan?" Bian bertanya dengan suara yang rendah karena dia takut kalau perempuan itu malah terkejut.


Dan meski suara Bian sudah diperhalus, Vionita masih memperlihatkan wajah yang sangat ketakutan sekaligus terkejut.


'Sial...!! Kalau Bian sampai menyelidikinya, Bian mungkin akan mengetahui keberadaan Loren!' Vionita semakin gelisah.


"Tidak,, Tidak perlu,, tolong peluk aku saja sampai aku tidur." Kata Vionita mengulurkan tangannya meminta dipeluk.


Dia tidak boleh membiarkan Bian menyelidiki apa pun!!


@Interaksi



Tapi otor orang yang setia,,,, Gimana dong....!


__ADS_1


__ADS_2