Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#270. Akan menjodohkan Loren dengan pria kaya


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Sinaga, Loren membawa obat ke lantai 2 untuk diberikan pada Kakek Perry.


Di lantai 2 ia bertemu dengan Christian yang baru saja keluar dari kamar.


Loren menghentikan langkahnya menatap pria itu, "Saya akan membantu kakek minum obat lalu kita bisa pulang cepat." Ucap Loren yang cemas kalau pekerjaan pria itu terganggu karenanya.


"Tidak perlu buru-buru, hari ini aku cukup senggang." Kata Christian dijawab senyuman Loren lalu perempuan itu berjalan ke kamar kakek Perry.


Tok tok tok...


"Ini aku, Loren, waktunya minum obat." Ucap Loren di depan pintu.


"Masuklah," jawab kakek Perry dari dalam kamar lalu Loren segera membuka pintu.


Dilihatnya Kakek Perry masih terbaring di atas tempat tidur, wajah pria itu sudah lebih segar dari yang kemarin dilihat Loren.


"Selamat pagi Kakek, bagaimana perasaan Kakek?" Tanya Loren meletakkan nampan di atas meja.


"Sudah lebih baik karena cucu kakek sudah berada di rumah." Jawab Kakek Perry sembari melemparkan senyum melihat cucunya yang sibuk menyiapkan obat.


"Syukurlah kalau begitu," kata Loren sembari tersenyum lalu dia memberikan segelas air putih pada kakek Perry.


Pria tua itu menghabiskan seluruh obat yang diberikan oleh Loren lalu menatap Loren dengan seksama.

__ADS_1


"Apakah kau akan pergi setelah keluar dari kamar ini?" Tanya kakek Perry.


"Ya, Christian harus kembali bekerja dan aku juga harus membuat beberapa desain untuk dikirim ke luar negeri." Kata Loren sembari tersenyum.


Kakek Perry tidak senang mendengar Loren menyebut nama Christian sembari tersenyum, jadi pria itu menghela nafas lalu bertanya, "Kekasihmu itu, apakah kau sangat mencintainya?"


Senyum Loren yang sedari tadi menghiasi wajahnya langsung memudar perlahan lalu perempuan itu menjawab, "Tentu saja."


Loren bisa merasakan wajah kakeknya yang tampak tidak menyukai Christian.


Kemarin malam dia sudah sangat kesal mendengar semua orang mengatakan kekasihnya adalah pria sampah, tetapi Loren mengabaikan mereka semua karena mereka adalah orang-orang yang tidak penting.


Tapi ternyata, Kakeknya juga....


"Dia bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan--"


"Apa? Hanya seorang karyawan biasa?" Kakek Perry bertanya sembari mengerutkan keningnya.


Loren tersenyum, "Iya Kakek, saat ini dia ditugaskan perusahaannya untuk menangani sebuah proyek di negara kita." Kata Loren.


"Baiklah, Kakek mengerti." Ucap Kakek Perry dengan wajah kecewanya.


Meski dia tidak mendukung hubungan Loren dengan Christian tetapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan nya pada loren.

__ADS_1


Masalah yang terjadi kemarin malam pastilah membuat Loren merasa enggan dengan keluarga Sinaga, jadi Kakek Perry berencana akan membujuk cucunya secara perlahan-lahan untuk meninggalkan pria tak berguna itu.


"Kalau begitu aku harus pamit sekarang, karena Christian harus kembali bekerja. Jaga kesehatan kakek dan jangan terlalu banyak berpikir." Ucap Loren dijawab senyuman Kakek Perry yang memandangi kepergian cucunya.


Perawat yang sudah tadi berada di kamar itu langsung mendekat ke arah Kakek Perry lalu bertanya, "Apakah Tuan Tua tidak keberatan dengan pekerjaan calon suami Nona muda pertama?"


Kakek Perry menghela nafas, "Kalau saja pria itu setidaknya adalah seorang direktur di sebuah perusahaan, maka aku tidak akan keberatan. Apalagi jika pria itu berasal dari keluarga kaya raya maka dia bisa membuat keluarga Sinaga mendapatkan keuntungan dari pernikahan mereka.


"Tapi hanya seorang karyawan biasa, tidak akan berguna bagi keluarga Sinaga dan hanya akan menjadi beban. Malah Pria itu akan memanfaatkan keluarga Sinaga untuk meningkatkan statusnya." Ucap Kakek Perry.


"Lalu apa yang akan Tuan Tua lakukan?" Tanya Perawat.


"Untuk sekarang tidak ada, aku akan menunggu sampai Loren kembali mempercayaiku lalu pelan-pelan menjodohkannya dengan orang yang lebih layak menjadi menantu keluarga Sinaga." Ucap Kakek Perry.


"Kalau begitu saya akan membuat daftar untuk tuan tua tentang putra-putra yang layak menjadi menantu keluarga Sinaga." Ucap sang perawat.


"Buatlah daftar keluarga-keluarga yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari keluarga Sinaga, karena saat ini cucuku sudah menjadi orang yang sukses, jadi masuk ke keluarga yang lebih di atas lagi juga tidak masalah. Lagi pula, cucuku memiliki paras yang cantik, aku yakin banyak pria dari keluarga kaya akan tertarik padanya."


"Baik," jawab sang perawat.


@Interaksi


__ADS_1


Gak bakal dikit kalo di tampung selama 10 hari baru di baca... Gak percaya? Coba ajah deh!!!


__ADS_2