Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.100. menyelidiki kematian orang tua Christian


__ADS_3

"Yah,,, saat itu sekertaris keluargaku masih hidup. Dan dia tahu bahwa aku tidak sengaja melakukannya, jadi dia memalsukan kematian ayah dan ibuku, lalu dengan cepat menyiapkan pemakaman. Juga mengeluarkan banyak uang untuk menyewa para petinggi kepolisian agar tidak memperpanjang kasus itu." Ucap Christian.


Loren mengangguk, "jadi begitu, lalu bagaimana orang-orang mengetahui kalau kematian ayah dan ibumu disebabkan oleh overdosis obat tidur?" Tanya Loren.


"Ya,, para pelayan yang mengatakannya." Jawab Christian.


"Apakah para pelayan mengetahui kalau kau memberikan obat tidur pada ayah dan ibumu?" Tanya Loren langsung membuat Christian mengerutkan keningnya, lalu pria itu menyadari sesuatu yang salah.


Selain dirinya dan Abimanyu, tidak ada orang lain yang tahu bahwa dia telah memberikan obat tidur pada kedua orang tuanya.


Lalu para pelayan,, tidak mungkin mereka mengetahui gejala orang yang meninggal karena overdosis obat tidur.


"Ada apa?" Loren kembali bertanya saat melihat ekspresi suaminya yang tampak aneh.


"Sayang, sepertinya aku memiliki sesuatu untuk dikerjakan. Apakah malam ini kau bisa tidur sendiri?" Tanya Christian.


Loren terpaku sesaat sebelum membuka mulutnya dan berkata, "m,, bagaimana bisa aku tidur sendiri? Tidak bisa!!" Ucap perempuan itu dengan cepat memeluk Christian dengan sangat erat.


Entah kenapa, dia tahu bahwa suaminya perlu mengerjakan sesuatu terkait skandal yang sedang menjeratnya.

__ADS_1


Tapi dari dalam hatinya, dia benar-benar tidak bisa jika suaminya tidak menemaninya dalam satu malam saja!!!


Melihat istrinya yang tampak tidak rela jika dia meninggalkannya, Christian lalu memeluk erat perempuan itu dan mengecup Loren berkali-kali.


"Aku akan menemanimu sampai kau tertidur, baru pergi, bagaimana?" tanya Christian.


Wajah Loren langsung cemberut, tetapi setelah beberapa saat perempuan itu dengan terpaksa mengganggukkan kepalanya.


"Tapi kau tidak boleh pergi terlalu lama, dan sebelum aku bangun, kau sudah harus di sini!!!" Ucap Loren posesif.


"Aku tahu,," jawab Christian mendaratkan sebuah ciuman di bibir Loren.


Dengan begitu, Loren berusaha tersenyum memejamkan matanya untuk memasuki dunia tidurnya.


Christian menepuk pelan pinggul Loren hingga akhirnya perempuan itu tertidur lelap.


Setelah memastikan Loren tidak akan bangun lagi, Christian dengan pelan-pelan melepaskan perempuan itu dari pelukannya lalu memperbaiki selimut Loren.


Cup!

__ADS_1


Sebuah ciuman dari Christian mendarat di kening Loren, 'terima kasih istriku,, selama ini aku tidak pernah berani memikirkan masa laluku tentang kematian orang tuaku.


"Karena setiap kali memikirkannya, aku rasa kepalaku akan meledak dan tak kuat menahan rasa sakitnya. Tapi berkat mu, sekarang aku memiliki sedikit celah yang akan mengungkap kebenaran yang sesungguhnya dari kematian orang tuaku!' Ucap Christian dalam hati merasa bahwa kematian orang tuanya bukan sepenuhnya disebabkan oleh nya.


Pembicaraannya dengan istrinya memberi dia sebuah keberanian untuk kembali menyelidiki kematian ayah dan ibunya di masa lalu.


Pria itu lalu meninggalkan kamar dan pergi keluar untuk melakukan panggilan telpon pada Ransi.


"Tuan," ucap Ransi dari seberang telpon.


"Sekarang juga, pergi ke pemakaman ayah dan ibuku, segera otopsi jenazah mereka. Aku ingin kau mendapatkan rekam medis tentang penyebab kematian ibuku." Perintah Christian.


Ransi yang mendapat perintah tersebut begitu terkejut, karena selama ini Christian tidak berani menyentuh, bahkan pergi ke makam dan ibunya.


Mengingat kematian orangtuanya saja sudah begitu membuatnya trauma. Apa lagi menyelidiki kematiannya.


Pria itu selalu trauma dan terlalu takut untuk menyelidiki kematian orang tuanya, karena takut bila kematian ayah dan ibunya benar-benar disebabkan oleh overdosis obat tidur.


Tapi sekarang.... Mengapa begitu tiba-tiba??

__ADS_1


"Baik Tuan, saya mengerti." Jawab Ransi yang tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah Christian.


"Siapkan juga pesawat untuk keberangkatanku ke rumah sakit. Aku ingin memastikan sendiri hasilnya!!" Perintah Christian langsung di sanggupi oleh Ransi lalu Christian segera keluar untuk berangkat ke ibu kota.


__ADS_2