Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#107. Cinta satu pihak


__ADS_3

Setelah menemani Loren makan malam, Christian hendak meninggalkan Loren supaya perempuan itu bisa beristirahat, tetapi Loren kemudian memegang lengan bajunya dan menahan pria itu.


"Saya ingin bertanya sesuatu pada Tuan." Ucap Loren menatap Christian dengan ragu-ragu.


"Ada apa?" Tanya Christian kembali duduk di samping Loren dan menatap perempuan di depannya.


"Itu,, soal acara peresmian LC," Loren merasa ragu untuk mengatakannya sebab dia takut kalau apa yang ia pikirkan hanya sekedar pikirannya saja dan akan membuatnya malu di hadapan Cristian.


"Ada apa dengan itu?" Tanya Christian.


"Soal ucapan Tuan Andreas dan soal hadiah yang saya dapat itu, apakah itu rencana Tuan?" Tanya Loren.


Cristian terdiam sesaat memandangi Loren sebelum menggerakkan bibirnya dan bertanya "Apakah kau marah kalau aku yang merencanakan nya?"


"Tidak!! Bukan begitu, tapi saya hanya ingin memastikannya." Ucap Loren.


Christian langsung tersenyum dan menarik Loren ke pelukannya, "Apa kau suka hadiah yang kuberikan?" Tanya Christian.


Loren langsung teringat pada ponsel yang ia dapatkan karena menjawab pertanyaan dari Andreas.


"Ponsel itu,, dari Tuan?" Tanya Loren.


"Ya,, apa kau suka?" Kembali tanya Christian.


Segera Loren mengukir senyum indah di wajahnya dan menjawab "Tentu! Semua orang sangat iri karena ponsel itu, Mereka bilang ponsel itu adalah ponsel terbaik yang pernah mereka lihat. Tapi,, mengapa Tuan memberikan nya dengan cara seperti itu?" Tanya Loren.


Christian memajukan wajahnya dan mendaratkan sebuah ciuman di ujung hidung Loren membuat pipi Loren langsung memerah.


"Karena kalau Aku memberikanmu secara pribadi Kau pasti tidak akan memakainya ke kantor. Semua orang akan curiga akan identitas mu saat melihatmu menggunakan ponsel itu. Makanya aku memerintahkan Andreas untuk membuat seolah-olah ponsel itu adalah hadiah khusus darinya." Ucap Christian membuat Loren terbengong.


Dia tidak menyangka pria itu akan memikirkannya sampai seperti itu hingga membuat skenario yang sangat masuk akal.


Benar, seandainya Loren tidak mendapatkan ponsel itu sebagai hadiah Dia mungkin tidak akan pernah membawanya kemana-mana.


"Lalu, lalu ucapan Andreas tentang nama LC,, apakah itu benar?" Tanya Loren dengan jantung berdegup tak karuan sebab dia terlalu gugup menantikan jawaban Christian untuk pertanyaan itu.


"Ya itu benar, LC adalah singkatan nama kita, singkatannya tidak bisa dipublikasikan karena kalau semua orang mengetahuinya maka akan ketahuan kalau perempuan cantik ini adalah milik Christian. Aku tidak mau menghalangi perkembangan karirmu hanya karena aku egois ingin mengatakan pada semua dunia bahwa kamu adalah milikku." Ucap Christian menyatukan dahinya dengan dahi Loren sehingga hidung mereka juga bersentuhan.

__ADS_1


Dia merasa sangat tenang dengan posisi seperti ini.


"Terima kasih,," Loren mengulurkan tangannya ke leher Cristian dan menarik kepala pria itu hingga bibir mereka kini menyatu.


Ciuman yang lembut penuh cinta,, sangat hangat.


Christian menikmati posisi mereka selama beberapa detik sampai ia merasa tidak tahan dan berkata, "Malam ini, bolehkah kita tidur bersama? Aku mau memelukmu sepanjang malam."


Loren yang menatap Christian menganggukkan kepalanya "Apa pun yang Tuan inginkan," Katanya.


Mendapat persetujuan dari Loren, Christian langsung membawa perempuan itu ke gendongannya lalu membawa Loren ke tempat tidur dan memeluk Loren sambil tidur.


Loren bergerak-gerak dalam pelukan Christian untuk mencari posisi yang nyaman. Setelah beberapa menit perempuan itu akhirnya menemukan posisi yang nyaman sembari tangannya dikaitkan dengan tangan Christian.


"Apa kau sudah mengantuk?" Tiba-tiba tanya Christian setelah keheningan beberapa menit.


"Belum, jantung saya berdegup sangat kencang, saya sedikit gelisah," jawab Loren dengan jujur membuat Christian menahan tawanya.


Christian juga mengatakan merasakan hal yang sama tetapi cukup memalukan untuk mengakui hal tersebut. Namun Loren,,, perempuan itu sangat menggemaskan!


"Apa yang ingin Tuan dengar?" Tanyanya.


"Apa yang terjadi di toilet?" Tanya Christian.


Loren kembali menundukkan kepalanya, ia sebenarnya tidak mau merepotkan Chritian dalam masalahnya dengan Vionita, tapi sepertinya dia tidak bisa menyembunyikan apa pun dari pria itu.


"Saya bertemu Vionita, dia tahu kalau saya sepupunya. Lalu,, dia bilang kalau saya tidak mungkin lagi kembali ke keluarga Sinaga, katanya saya mempermalukan mereka atas apa yang terjadi." Ucap Loren dengan suara pelan mengandung kesedihan.


Tentu saja Loren merindukan rumahnya, tapi kalau kehadirannya malah mengacaukan keluarganya,,, dia masih berpikir-pikir untuk melakukannya.


Mendengar suara Loren yang dipenuhi kepedihan, Christian mengeratkan pelukannya pada Loren.


"Jangan khawatir, saat semua kebenaran terungkap maka orang bersalah lah yang akan malu untuk kembali." Ucap Christian.


"Terima kasih Tuan," Loren merasa lebih baik.


Ada orang hebat di sisinya, jadi untuk Apa mengkhawatirkan masalah sepeleh?

__ADS_1


"Ayo tidur, besok kau harus bertempur untuk menundukkan semua anggota timmu." Ucap Christian tidak mau lagi membahas masalah, sekarang waktunya untuk tidur supaya besok perempuannya memiliki tenaga yang full untuk menghadapi para perempuan-perempuan sok yang satu tim dengan Loren.


"Bagaimana Tuan bisa tahu kalau semua anggota tim tidak menyetujui saya menjadi ketua timnya?" Tanya Loren.


"Apa yang tidak ku ketahui tentang kekasihku HM??" Ucap Christian menatap Loren dengan wajah yang terlihat agak sombong.


"Tuan tahu semuanya?" Loren sangat terkejut, Bagaimana bisa pria itu mengetahui segala sesuatu?


"Kalau aku tidak mengetahuinya bagaimana bisa aku layak disebut kekasihmu?" Ucap Christian mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Loren lalu menarik perempuan itu supaya mereka segera masuk ke dunia mimpi.


Untuk hari ini sudah cukup, yang lainnya masih bisa dibicarakan pada keesokan harinya.


Tapi, pria itu tidak tahu bahwa setelah mereka mengakhiri pembicaraan, Loren yang terus diam di pelukan Christian sebenarnya hanya hanya diam saja tanpa bisa tidur.


Christian 'Kalau aku tidak mengetahuinya, bagaimana bisa aku layak disebut kekasihmu?'


Ucapan Christian terus terngiang-ngiang di hati Loren.


Benar sekali, Christian mengetahui segala sesuatu tentangnya, pria itu bahkan selalu menanyakan apapun yang terjadi padanya.


Tapi dia,, apa yang ia ketahui tentang Christian?


'Sepertinya aku harus lebih banyak bertanya pada Christian. Kalau aku tidak tahu apapun tentang Cristian maka aku tidak layak menjadi kekasihnya. Tapi,, bagaimana aku melakukannya?' Loren betanya-tanya dalam hati.


Ia tidak mau membuat Christian terlihat seperti satu pihak yang mencintai. Ia juga ingin memperlihatkan pada pria itu kalau dia mencintainya, tapi sepertinya sampai sekarang dia belum melakukan apa pun untuk hubungan mereka.


Selama ini hanya Christian lah yang terus bertindak.


'Mungkin aku bisa bertanya pada Kak Marisa, Kak Marisa pasti punya banyak informasi tentang Christian.' Gumam Loren memikirkan rencananya untuk menyeimbangi Christian dalam hubungan mereka.


@Interaksi



Menyebalkan memang,,,, kayak reder yang suka memutarbalikkan fakta,, malah ngejelikin otor padahal dianya sendiri lebih jelek lagi ya kan....?! 👀👀👀👀


__ADS_1


__ADS_2