Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 12. Ditawari menjadi model


__ADS_3

Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya Marina selesai di make over.


Marina melihat ke arah Hera, "Berapa lama lagi giliranku?" Tanya perempuan itu.


"Masih ada 40 menit." Jawab Hera.


"Ya sudah, mari kita bahas tentang gaun yang akan kupakai di acara ulang tahun Agensi kami." Ucap Marina segera duduk di depan Loren.


"Ah, ya, konsep bagaimana yang Nona Marina inginkan?" Tanya Loren sembari mengeluarkan ipad-nya.


Marina tersenyum lalu dengan semangat berkata, "Ya,, Aku ingin gaun yang sangat mewah dan--"


"Marina," Hera menyela, "Manajer sudah mengatakan kalau gaun yang akan kau kenakan tidak perlu terlalu mewah. Kau masih pendatang baru, jadi--"


"Diam! Kau di sini hanya menjadi asistenku yang mengikuti perintah apapun yang kuberikan. Jadi jangan banyak bicara!!" Bentak Marina.


"Aku tahu aku hanya asisten, tapi aku hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh manajer. Sebab nanti jika terjadi kesalahan, maka aku jugalah yang akan bertanggung jawab." Ucap Hera.


"Ck!! Merusak suasana hatiku saja. Kalau begitu, kau saja yang bicara dengannya!!" Ucap Marina pada Hera lalu perempuan itu berdiri meninggalkan ruang rias dengan hati yang kesal.

__ADS_1


Hera berdiri di tempatnya, dia ingin mengejar Marina, tetapi tidak enak meninggalkan Loren sendirian.


Perempuan itu menatap Loren, "Anu, itu..."


"Pergilah," kata Loren yang mengerti bahwa dua orang itu perlu berbicara secara pribadi.


"Terima kasih," ucap Hera sembari membungkuk pada Loren lalu diam terus mengejar Marina.


Loren meletakkan ipad-nya lalu menghela nafas, "Hah,,, Kenapa semua orang di industri hiburan begitu sulit dihadapi?" Ucap Loren merasa bingung.


Perempuan itu duduk sekitar 10 menit saat ponselnya tiba-tiba berdering.


Zaidan calling....


"Halo Nona Loren, Maaf mengganggu. Saya hanya ingin bertanya, apakah Nona Loren bersama dengan Kak Chataline?" Tanya Zaidan yang mana suara pria itu terdengar tergesa-gesa.


"Ah,, tadinya aku bertemu dengannya saat menemui klienku di perusahaan CB group, tapi setelah itu, kami berpisah dan sampai sekarang belum bertemu dengannya." Jawab Loren.


"Begitu ya,, Apakah dia memberitahumu akan menemui seseorang?" Kembali Tanya Zaidan.

__ADS_1


"Ah, ya,, dia bilang dia ingin makan siang bersama pamannya yang bekerja di CB group." Jawab Loren.


"Begitu ya, terima kasih Kak Loren," ucap Zaidan lalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


Loren menghela nafas melihat jam tangannya, perempuan itu kemudian mengambil tasnya dan keluar dari ruangan melihat keributan yang ada di depan ruang rias.


"Bagaimana ini?!! Kita kekurangan satu model!! Sementara waktu sudah semakin berjalan, kita tidak bisa menunggu lagi, apalagi harus mencari model pengganti!!" Ucap salah seorang diantara 5 orang yang berdiri bersama.


Karena kelima orang itu menghalangi jalan keluar, maka Loren hanya bisa menghela nafas lalu berdiri bersandar ke dinding sembari menunggu 5 orang itu selesai berdiskusi.


"Tapi kita tidak boleh kekurangan model, ini akan menyalahi kontrak. Apa lagi kita sudah sepakat dengan konsepnya. Kita bisa di denda!!" Ucap orang yang lain.


Mereka semua tampak berada dalam kecemasan jadi Loren merasa tidak enak hati untuk meminta mereka menyingkir dari jalan.


Loren akhirnya memilih memainkan ponselnya sembari menunggu orang-orang itu selesai berdiskusi.


Tapi dia terkejut ketika tiba-tiba saja 5 orang itu menghampirinya dan berdiri di depannya sembari mengamati Loren dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"A,, apa yang kalian inginkan?" Tanya Loren merasa gugup dikelilingi oleh 4 orang pria dan 1 orang perempuan yang melihatnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja perempuan yang berada di antara 4 laki-laki itu bertanya, katanya, "Kau,, maukah kau menjadi model untuk acara kami?"


"Eh?!" Loren sangat terkejut.


__ADS_2