
Setelah melewati lorong yang cukup panjang, kedua pengantin akhirnya tiba di aula utama istana laurensia.
Loren begitu terkejut melihat banyaknya tamu yang datang.
Rata-rata dari mereka adalah petinggi petinggi dari setiap perusahaan terkenal di negara xx yang tentunya memiliki kesibukan yang begitu padat.
'Astaga, bagaimana cara Christian mengundang semua tamu-tamu kehormatan ini dalam waktu yang begitu singkat?' Loren bertanya-tanya dalam hatinya sembari melangkahkan kakinya mengikuti Christian berjalan di atas karpet merah bertabur bunga mawar menuju ke depan.
Mereka melangsungkan janji pernikahan di depan para saksi untuk yang kedua kalinya sebelum memotong kue pengantin yang terletak di tengah-tengah pesta.
Kue pengantin berbentuk istana Lorensia yang dibuat sangat besar dengan menara yang begitu tinggi tampak sangat indah di tengah-tengah pesta tersebut.
Loren bahkan perlu beberapa waktu untuk menerima kenyataan bahwa istana yang ada di depannya bukanlah istana sungguhan, melainkan istana dari kue!!
"Astaga,, bagaimana kau menyiapkan kue sebesar ini dalam waktu yang begitu singkat?" Loren bertanya-tanya sembari mengambil pisau untuk memotong kue.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan istrinya, Christian tersenyum menatap perempuan itu, "untuk istriku, aku akan melakukan apapun demi menyiapkan semua ini. Ngomong-ngomong, nanti malam kau harus istirahat yang cukup karena pesta ini akan berlangsung selama 7 hari." Ucap Christian membuat Loren ternganga menatap pria itu.
"Memangnya kegiatan apa saja yang ingin kau lakukan dalam 7 hari itu?" Tanya Loren begitu terkejut mendengar pesta pernikahan mereka akan dilaksanakan selama 7 hari.
"Ada banyak yang ingin kulakukan untuk merayakan hari penikahan kita, jadi aku rasa, perlu satu bulan melakukannya. Tapi aku yakin kau akan terlalu lelah jika kita harus melakukannya selama 1 bulan. Jadi aku memangkasnya menjadi 7 hari saja." Ucap Christian membuat Loren tak mampu berkata apapun dengan rencana pria itu.
Benar-benar rencana yang fantastis!!!!
Loren tidak menjawab lagi dan hanya mengikuti tangan Christian yang memegang pisau lalu keduanya memotong kue pengantin mereka.
Plok plok plok....
"Kue pengantin berbentuk istana Lorensia yang dibuat dari gandum dan tepung serta butiran padi adalah simbol bahwa kehidupan bagi sepasang kekasih ini akan begitu harmonis di dalam istana Lorenzo. Kemakmuran dan kesuburan akan menghampiri keduanya bla bla bla...." Sang pembawa acara dengan semangat menuturkan arti dari kue pengantin yang sedang dipotong oleh Christian dan Loren.
Setelah beberapa saat, akhirnya potongan terkecil dipindahkan ke piring kecil yang telah disiapkan.
__ADS_1
"Kedua pengantin dipersilakan untuk saling menyuap satu sama lain sebagai simbol untuk saling mengasihi satu sama lain sepanjang hidup." Ucap pembawa acara diikuti Loren dan Christian yang mengambil garpu dan menyuapi pasangan masing-masing.
Dalam sorot kamera, keduanya tampak bahagia dengan dua orang yang tersenyum mengunyah dan merasakan betapa enaknya kue yang tersedia di situ.
Sampai kue tersebut sepenuhnya luruh dalam mulut, Christian lalu menunduk mencium Loren.
Plok plok plok....
Loren sangat terkejut, dia merasa malu melakukan hal itu di depan banyak orang.
Tapi begitu merasakan pelukan hangat suaminya, Loren memejamkan matanya dan fokus menikmati ciuman penuh cinta dari Christian.
'Kenapa aku harus malu? bukankah ini yang aku inginkan? Mengumumkan hubungan kami di depan umum? Sekarang suamiku sudah berusaha mewujudkannya, jadi ini adalah momen-momen terindah dalam hidupku.' Ucap Loren dalam hati sepenuhnya menenggelamkan diri dalam dekapan suaminya.
Keduanya perlu waktu cukup lama untuk berciuman, hal itu membuat semua ornag yang datang langsung sebagai saksi, maupun yang menyaksikan dari siaran langsung merasa begitu iri dengan pasangan tersebut!!
__ADS_1
Langsung saja kolom komentar siaran langsung pernikahan itu banjir dengan kata-kata baper dari banyak jari.