
Christian tiba di depan pintu kamar Loren dan dengan perasaan yang sangat aneh Dia mengetuk pintu kamar itu sebanyak 3 kali.
Dia menunggu selama 30 detik tapi pintu kamar tidak dibuka, ia lalu menunggu lagi 30 detik berikutnya, dia hendak mengetuk pintu itu ketika pintu kamar telah terbuka.
Seorang perempuan dalam balutan gaun berwarna putih yang tampak seperti malaikat membuka pintu.
Rambut perempuan itu terlihat acak-acakan, mungkin saja lupa disisir, tapi melihatnya seperti itu Christian merasa sangat senang dan tanpa sadar melengkungkan bibirnya.
"Ayo pergi." Kata Christian mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Loren.
Namun, pria itu terkejut ketika Loren malah kembali masuk ke kamar dan menutup pintu.
Tangan Christian menggantung di udara dan pintu di depannya sudah tertutup rapat.
Seketika hati Christian yang tadinya sudah sangat senang bertemu dengan Loren kini kembali hancur seperti hati yang dibuang ke dasar jurang yang paling dalam dan penuh kegelapan.
Namun pria itu tidak tahu bahwa Loren yang menutup pintu segera berlari ke arah cermin memperbaiki rambutnya dan memberi semangat pada dirinya sendiri.
"Jangan begini..! Jangan gugup!! Bukankah dia hanya pria remaja yang kemarin kau tolong? Pria yang jadi cinta pertamamu!" Kata Loren menyemangati dirinya sendiri lalu dia mengambil jepit dasi dan gantungan dinding di meja.
Perempuan itu berlari ke arah pintu dan membuka pintu, namun dia tidak mendapati Christian disana.
__ADS_1
"Kemana dia?" Ucap Loren dengan suara pelan beserta jantungnya yang terus berdegup kencang.
"Jangan-jangan dia pergi karena aku langsung menutup pintu?" Loreng segera berlari ke ujung lorong dan menemukan Christian hendak menaiki tangga.
"Chris,, Tuan,," kata Loren dengan nafas tersengal.
Christian menghentikan kakinya yang hendak menaiki tangga lalu berbalik menatap Loren.
Wajah perempuan itu tampak sedikit kelelahan, nafasnya tersengal dan di tangannya terdapat gantungan dinding.
'Nona Loren membuat gantungan dinding untuk Tuan,' ucapan Ransi kembali terngiang di kepala Christian.
Ucapan Ransi membaut Christian tanpa sadar kehilangan kendali nya lalu pria itu mendekati Loren dan menarik Loren ke pelukannya.
"Jangan begini,," tiba-tiba kata Loren dengan suara pelan sembari mendorong Cristian supaya menjauh darinya.
Pelukan seperti itu sangat menenangkan, tapi pelukan dua orang yang memiliki jenis kelamin yang berbeda, Loren merasa aneh.
"Sebentar saja. Aku merindukanmu." Cristian sangat tulus mengatakannya sebab Dia benar-benar merindukan perempuan itu, sudah berapa hari dia tidak melihatnya hingga membuatnya hampir gila.
"Sebentar saja ya.." kata Loren akhirnya tidak mendorong pria itu lagi, sebab Dia juga merasa tenang.
__ADS_1
Dia merindukan Christian, dia sudah merasa bersalah selama beberapa hari dan sekarang dia berpikir membiarkan pria itu melakukan apa yang ia sukai.
'Astaga,, baru saja,,' pipi Loren menjadi sangat panas dan jantungnya yang sudah berdetak kencang serasa menambah kecepatan detakan nya menyadari apa yang sudah terjadi.
Mereka bersikap seperti sepasang kekasih dan Loren bahkan tidak takut lagi pada Christian.
Ini mengharukan, perubahan yang tiba-tiba!
"Hiks,, hiks,, hiks,,,," tiba-tiba Loren merasa sangat sedih dan akhirnya mengeluarkan air matanya dipelukan Christian.
Christian sangat terkejut karena perempuan itu tiba-tiba menangis jadi dia melonggarkan pelukan mereka dan menatap wajah Loren.
Mata perempuan itu mengeluarkan air mata dan pipi Loren terlihat memerah.
"Kenapa? Aku memelukmu terlalu erat?" Tanya Christian dengan panik.
"Hiks,, hiks,, hiks,," Loren kembali melingkarkan tangannya di pinggang Cristian dan memeluk pria itu sembari menangis keras.
Christian mengkhawatirkannya.
Pria itu tampak cemas..!
__ADS_1
Itu saja sudah cukup baginya untuk terharu dan tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menangis.
Christian yang tidak pernah berinteraksi dengan perempuan kini kebingungan sendiri harus melakukan apa, tangannya menggantung di udara dan dia tidak berani bergerak sedikitpun dia bahkan menahan nafas supaya Loren tidak terganggu dengan dadanya yang bergerak naik turun mengisi oksigen ke paru-parunya.