
Setelah mendengar kebenaran tentang kematian kedua orang tuanya, Christian langsung kembali ke pulau dan mendapati Loren sedang berdiri menunggunya di pintu utama.
"Sayang!!!... Hiks hiks...!!" Loren langsung berlari memeluk suaminya dengan tangis yang begitu keras saat melihat orang yang dirindukan nya sudah kembali.
"Maaf sayang,, aku terlambat!" Ucap Christian merasa bersalah pada istrinya sebab dia pergi terlalu lama pergi hingga Loren akhirnya terbangun dan tidak mendapati dirinya.
"Aku takut sekali,, kupikir terjadi sesuatu padamu!!!" Ucap Loren mengeratkan pelukannya di leher suaminya.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," ucap Christian membawa Loren ke gendongannya.
"Kemarin kau berjanji akan ada disisiku saat aku terbangun,, kenapa kau mengingkari janji mu?!!" Bentak Loren merasa kesal pada suaminya meski perempuan itu tetap menenggelamkan wajahnya di lekuk leher Christian.
Sembari berjalan ke arah kamar dan mendengar suara istrinya, Christian menoleh ke sebuah jam dinding besar yang dipajang di dinding.
Jam 3 subuh....!!!
__ADS_1
"Maaf, aku pikir aku bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat, tapi ternyata lebih lama dari dugaanku. Lain kali aku tidak akan meninggalkanmu lagi." Ucap Christian.
"Janji?!! Janji tidak akan pernah meninggalkanku lagi?!!" Tanya loren sembari menatap Christian dengan tatapan mengancam.
"Janji!" Jawab Christian menundukkan kepalanya mencium bibir Loren lalu pria itu juga menciumi air mata Loren yang memenuhi pipi perempuan itu.
Loren hanya memejamkan matanya dan membiarkan Christian terus menciumnya hingga mereka tiba di kamar.
Christian duduk di pinggir kasur dengan Loren berada di pangkuan nya.
Tapi ternyata, ketika dia bangun dan memeriksa seluruh tempat yang biasa ditempati oleh Christian, dia tidak menemukan pria itu dan malah menemukan pria itu kembali dari luar istana.
Christian mengeluarkan tangannya memperbaiki rambut Loren yang sedikit berantakan, dia bisa menebak bahwa saking takutnya istrinya itu, Loren sampai lupa menyisir rambutnya saat meninggalkan kamar.
"Aku pergi memeriksa jenazah Ayah dan ibuku." Ucap Christian.
__ADS_1
"Apa?! Lalu,,, bagaimana hasilnya?" Tanya Loren.
Dengan wajah datar nya, Christian berkata, "ternyata dugaan ku selama ini adalah kesalahan. Ayah dan ibuku tidak meninggal karena obat tidur, tapi karena keracunan. Ransi sedang menangani semua masalahnya."
"Lalu,, siapa yang tega memberi racun pada orang tuamu?" Tanya Loren dengan wajah serius menatap suaminya.
"Hm,,, sepertinya itu adalah Abimanyu, tapi kita akan memastikan nya ketika Ransi selesai menyelidiki nya besok pagi." Ucap Christian.
Loren mengangguk, "semoga semua kebenaran cepat terbongkar agar Ayah dan ibumu juga tenang berada di surga." Ucap Loren kembali memeluk hangat suaminya.
Merasakan pelukan hangat dari istrinya, Christian juga ikut membalas pelukan perempuan itu sembari berkata, "terima kasih istriku, berkat mu aku bisa membuka kebenaran dibalik kematian orang tuaku." Ucap Christian.
"Jangan berterima kasih,, bukankah kau adalah suamiku? Aku sebagai istrimu akan selalu mendukungmu dan membantu suamiku." Ucap Loren.
"Aku bersyukur memilikimu." Ucap Christian dengan hati berdesir tak karuan karena begitu sulit untuk mengekspresikan dalamnya rasa terima kasih nya memiliki istri seperti Loren.
__ADS_1
Perempuan yang bisa membuatnya kuat untuk mengingat kembali masa kematian kedua orang tuanya, bahkan membantunya mengungkap kebenaran di balik kematian orang tuanya.