Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 60.


__ADS_3

Setelah membicarakan beberapa masalah desain dengan Kinkan dan Abimanyu, Loren kembali ke kantor sambil memikirkan sikap Abimanyu padanya.


'Abi, Abi.... Mengapa aku merasa pernah mendengar namanya?' Loren menyipitkan matanya menatap keluar jendela.


Drrtt.... Drrtt..... Drrtt...


Perempuan itu melihat ponselnya yang berdering, 'Oh, suamiku,' Loren langsung melupakan masalah Abimanyu dan fokus mengangkat panggilan dari Christian.


"Sayangku,,," ucap Loren dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya


"Sayang, apa kau bekerja?" Tanya Christian.


"Ya, aku baru selesai bertemu seorang klien, sekarang baru tiba di kantor." Jawab Loren dengan hati bergetar, ia merasa begitu senang bertelepon dengan suaminya.


"Baguslah, tapi tadi, siapa nama klien yang bertemu denganmu?" Tanya Christian yang telah mendengar dari pengawalnya bahwa Loren bertemu orang yang kemungkinan besar adalah Abimanyu.


"Ya, namanya Kinkan dan Abi, mereka pasangan pengantin yang mengharapkan aku mendesain pakaian pengantin mereka, dan juga pakaian untuk keluarga mereka." Ucap Loren merasa aneh bahwa suaminya tiba-tiba menanyakan identitas kliennya.


"Abi?" Tanya Christian merasa aneh dengan nama itu.


"Ya.. apakah kau juga merasa familiar dengan nama itu? Aku merasa pernah mendengarnya, tapi aku lupa." Ucap Loren kembali memikirkan dimana dia mendengar nama tersebut.

__ADS_1


"Aku akan menyelidikinya, kembalilah bekerja." Ucap Christian.


"Baiklah," jawab Loren diikuti nada sambungan yang terputus.


Perempuan itu melanjutkan pekejaannya sampai jam makan siang tiba.


Loren lalu beranjak meninggalkan kantor untuk makan siang bersama suaminya.


Tetapi, baru saja dia keluar dari lobby perusahaan, perempuan itu terkejut melihat seorang pengawal menghampirinya


"Saya diperintahkan menjemput Nyonya." Ucap sang pengawal diangguki Loren.


Mereka tiba di sebuah restoran yang terkenal dengan keamanan yang tinggi, bahkan masuknya saja harus di periksa dengan ketat.


"Silahkan Nona," ucap sang pelayan yang menyambut Loren lalu mereka memasuki lift privat yang mengantar Loren ke sala satu lantai di restoran tersebut.


"Sayangku," Loren langsung mendekati suaminya saat ia melihat Christian menunggunya di depan lift.


"Aku merindukanmu," ucap Christian langsung memeluk erat Loren hingga membuat perempuan itu kebingungan.


"Ada apa?" Tanya Loren saat ia merasa agak sulit bernafas karena pelukan yang terlalu erat.

__ADS_1


Christian tidak menjawab apapun, pria itu terlalu takut untuk mengatakan pada Loren bahwa dia merasa khawatir dengan keselamatan perempuan itu.


Setelah dia menyelidikinya, ternyata orang yang memanggil loren mendesain pakaian pernikahan memang benar adalah seorang Abimanyu. Musuh besarnya.


"Kita makan sekarang," ucap christian merangkul Loren memasuki ruangan yang telah ia pesan lalu keduanya duduk saling berhadapan.


Loren memperhatikan suaminya, dia merasa bahwa pribadi depannya tampak sangat cemas menyembunyikan sesuatu, jadi perempuan itu mengelola nafas sambil berdiri untuk berpindah tempat duduk.


"Ada apa?" Tanya Christian saat melihat istrinya berjalan ke arahnya dengan wajah datar.


Loren tidak menjawab apa pun, perempuan itu hanya mendekati Christian lalu duduk di pangkuan christian sambil menghadap pria itu dengan tangan dilingkarkan di leher Christian.


"Ceritakan padaku!!" Perintah Loren dengan suara di tekan hingga terdengar bahwa perempuan itu sudah mengendus rahasia yang disembunyikan oleh Christian.


"Hah.........." Christian menghela nafas panjang sembari memeluk erat istrinya dengan kepala disandarkan pada bahu Loren.


"Istriku semakin pintar, mengapa aku jadi khawatir?" Ucap Christian membuat Loren mendesah kesal.


"Jangan coba mengalihkan pembicaraan!" Kesal Loren.


"Iya aku tahu,, aku akan menceritakannya,,," ucap Christian berpasrah.

__ADS_1


__ADS_2