
"Tuan Christian Bhaltazar datang di acara seperti ini, bahkan bersama dengan designer Loren. Apakah ada sesuatu yang bisa di jelaskan dari tindakan kali ini?" Seorang wartawan langsung bertanya pada christian.
Christian menatap pria yang bertanya padanya, "Tentu saja, acara ini adalah acara penyambutan sepupu istriku, jadi tentu saja aku harus menghadirinya." Ucap Christian mengejutkan semua orang.
"Apa maksud Tuan? CEO Gerson adalah sepupu dari istri Tuan Bhaltazar dan,," sang wartawan menatap Loren.
Gerson Sinaga dan Lorensia Putri Sinaga!!!
Itu dia kata kuncinya!!!
Christian tetap tenang, "Besok siang kami akan menggelar konprensi pers secara resmi bersama dengan CEO Gerson. Saya berterima kasih pada Tuan Abimanyu selaku pemilik perusahaan karena sudah memberi ijin libur bagi CEO Gerson, jadi mohon kehadiran semuanya." Ucap Christian mengejutkan semua orang.
Ini pertama kalinya Christian akan menggelar konprensi pers!!!
"Mohon semua pertanyaan kalian di simpan sampai besok saja," ucap Christian sembari menarik Loren lalu mereka menjauh dari para wartawan.
Abimanyu yang sedang mengawasi langsung tertawa dingin melihat kelakuan Christian.
"Ha ha ha... Masih pandai juga," ucap Abimanyu di kursinya sambil menatap layar monitor.
__ADS_1
Christian sengaja mengumumkan konprensi pers yang akan di gelar besok, bahkan di hadiri oleh Gerson.
Di tambah ucapan terima kasih untuknya, maka tentu saja semua publik akan mencurigainya, jika besok tak mengijinkan Gerson hadir di kompresi pers tersebut.
Sungguh rencana yang sempurna dengan membuat publik sebagai pengawasnya!!!
"Lalu tuan, jadi kita tak bisa menjalankan rencana kita?" Tanya Zilo dari samping.
Mereka sudah berencana untuk mendapatkan ketiga orang itu secara bersamaan, tapi jika publik mengawasi mereka, maka akan sulit melakukannya.
Sedikit saja terjadi sesuatu pada 3 orang itu, maka publik akan bertanya-tanya, apa lagi jika ketiganya hilang di acara milik Abimanyu,,, akan sangat mengundang kecurigaan.
Zilo tak bisa membaca pikiran Abimanyu, jadi pria itu hanya diam saja melihat Abimanyu yang tampak berpikir jauh.
Keheningan terjadi begitu lama sampai akhirnya Abimanyu berdiri merapikan pakaiannya, "Ayo, kita lihat apakah pria itu benar-benar bertahan berhadapan denganku," ucap Abimanyu tersenyum.
Dia jelas tahu bagaimana trauma Christian begitu besar padanya, jadi dia akan memanfaaatkan trauma itu untuk menundukkan Christian di hadapannya.
Kedua orang itu lalu pergi ke gedung acara lalu melihat Gerson sudah menyapa Loren dan Christian.
__ADS_1
"Adik sepupu," Gerson langsung mendekati Loren lalu mereka bersalaman.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Loren memperhatikan Gerson.
"Ya, aku bekerja lembur karena banyak pekerjaan menumpuk, CEO sebelumnya begitu bermasalah hingga aku harus membereskan semua masalahnya." Ucap Gerson tersenyum dengan wajah yang tampak pucat karena kelelahan.
"Baguslah, tapi malam ini kau harus pulang bersama kami." Ucap Loren menatap kesal pada Gerson.
"Tentu saja! Aku sudah membereskan semua pekerjaanku, jadi tentu saja harus pulang." Ucap Gerson tersenyum lalu menatap Christian, "Kaka Ipar, terima kasih telah datang. Terima kasih juga telah membawa hubungan kalian ke publik, aku sangat senang melihatnya."
"Kalau kau tahu berterima kasih, maka kau harus tahu untuk tak membuat istriku khawatir!!" Ucap Christian memperingatkan Gerson.
"Aku mengerti, pokoknya lain kali aku akan berkabar jika aku lembur." Ucap Gerson.
"Kalian di sini," tiba-tiba suara Abimanyu yang mengejutkan ketiga orang itu.
Christian langsung berbalik menatap Abimanyu.
Tatapan mereka bertemu, 'Christian,, masih ingat masa lalu kita?' Abimanyu tersenyum pada Christian, menunggu reaksi pria itu akan mempermalukan dirinya sendiri.
__ADS_1