Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#183. Akan terbiasa


__ADS_3

Loren mengerjapkan matanya melihat ke arah jendela yang sudah ditembus oleh cahaya matahari, pagi sudah menjemput mereka.


"Mmhh!!" Leguh Loren dalam pelukan Christian membuat pria yang memeluknya dari belakang akhirnya terbangun.


"Selamat pagi," kata Christian memberi ciuman di pipi Loren lalu kembali memeluk perempuan itu, ia menenggelamkan kepalanya pada rambut harum milik Loren.


"Selamat pagi,,," jawab Loren membuka selimut mereka agar dia bisa meninggalkan tempat tidur.


Namun, ketika dia hendak melepaskan tangan Christian yang melingkar di pinggangnya, tangannya terasa begitu sakit seolah urat-uratnya begitu kaku untuk digerakkan.


"Hah,, saya mau bangun," ucap Loren dengan suara paraunya melemaskan tangannya.


"5 menit lagi," ucap Christian mempererat pelukannya membuat Loren menghela nafas lalu perempuan itu terdiam dalam pelukan Christian.


Lima menit kemudian.


"Tuan,, ayo bangun," ucapnya pada pria di belakangnya.


"Baiklah,," suara Christian yang dipaksakan karena pria itu sebenarnya masih malas untuk bangun, tetapi mengingat mereka memang harus pergi bekerja maka dia dengan berat hati melepaskan pelukannya pada Loren.


Loren langsung duduk lalu menatap seorang pria yang kembali memejamkan matanya.


Cup!


Loren memberikan sebuah ciuman di pipi pria itu lalu Loren turun dari tempat tidur.


Setelah mencuci muka, Loren turun ke lantai bawah menuju dapur, ia memeriksa kulkas, tapi ternyata kulkas mereka kosong.


"Kenapa bisa kosong? Kemarin malam masih banyak bahan makanan di dalam," kata Loren menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena keheranan dengan kulkas yang tiba-tiba kosong.


"Aku yang menyuruh seseorang untuk mengosongkan nya," tiba-tiba suara Christian dari belakang membuat Loren langsung berbalik menatap pria itu dengan bingung.


"Kenapa? Lalu kita sarapan apa?" Tanya Loren dengan bingung.


Ding dong!


Ding dong!


Bel pintu yang berbunyi berbunyi langsung membuat Christian tersenyum "Sarapannya sudah datang, aku akan mengambilnya."


Christian bergegas pergi ke pintu diikuti Loren yang penasaran dengan pria itu.


Biasanya dia lah yang memasak sarapan di pagi hari, tapi mengapa pria itu tiba-tiba memesan makanan sampai mengosongkan kulkas juga.


"Tuan," Ransi langsung menyambut mereka ketika pintu terbuka.


"Kau yang mengantar sarapannya?" Loren terkejut sekaligus merasa bersalah pada Ransi karena pria itu sudah direpotkan oleh mereka.


"Selamat pagi Nona," Ransi tersenyum pada Loren.


"Selam--"

__ADS_1


Buk!!


Pintu di tutup oleh Christian.


Loren "..."


"Ayo sarapan," kata Christian merangkul Loren setelah menutup pintu apartemennya.


"Tuan,, bukankah tidak sopan kalau--"


"Kau mau membiarkan pria itu melihatmu dengan tatapan sukanya? Kau lupa janjimu?" Tanya Christian menatap Loren.


Segera setelah ditatap Christian, Loren langsung teringat akan ucapan pria itu di di ujung tangga kantor LC.


Pria itu akan mencungkil mata pria yang berani menatapnya dengan tatapan suka.


"Tapi,, Ransi tidak mungkin berani menyukai saya. Dia tahu kalau saya hanya milik Tuan seorang," ucap Loren tanpa aba-aba langsung memeluk Christian sembari menampakan deretan gigi putihnya yang rapi.


Ini masih pagi,, bolehkah berjalan damai??


Christian mengerutkan keningnya, "Baiklah,, ayo sarapan." Kata Christian merangkul Loren kearah ruang makan.


Mengikuti pria itu, Loren tidak berani mengatakan apapun lagi, biarkan saja Christian melakukan apapun yang ia sukai.


Itu masih jauh lebih baik daripada mencari perkara yang membuat pria itu kembali menghukum seseorang karena masalah sepeleh.


"Biar aku ambil piring," ucap Loren ketika mereka tiba di ruang makan.


Loren tidak membantah, perempuan itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak, gatal.


Biasanya Christian membiarkannya menyiapkan sarapan untuk mereka, tetapi hari ini,, mengapa pria itu tidak mengijinkannya lagi?


Setelah semua sarapan ditata di atas meja, Loren kemudian mengambil piring Christian untuk menaruh sarapan ke piring pria itu.


Tetapi, dia baru mengulurkan tangannya ketika Christian menatapnya dan berkata,"Biar aku saja."


"Oh,," Loren merasa sangat aneh tetapi dia membiarkan pria itu melayani mereka berdua. ..


"Terima kasih," ucap Loren pada Cristian setelah Cristian menaruh piring berisi makanan di hadapannya.


"Makanlah," kata Christian menepuk pelan kepala Loren.


"Tuan juga," ucap Loren mengambil sendok dan garpu nya lalu dia mengarahkan tangannya untuk memotong daging ayam pada piringnya.


"Ng,," Loren menghentikan gerakannya ketika menyadari tangannya begitu kaku untuk digerakkan.


Setiap kali dia mengeluarkan tenaganya untuk memotong daging di piringnya, urat-urat di tangannya seperti tertarik dengan tegang hingga membuatnya merasa sakit.


"Tanganmu sakit?" Tanya Christian melihat Loren yang kini menghentikan gerakannya.


"Mmh,, ya, ini sangat aneh,," kata Loren menatap Christian.

__ADS_1


"Biar aku saja," ucap Chritian mengambil alih sendok dan garpu Loren lalu membantu perempuan itu memotong daging di piring Loren.


"Tuan,," tiba-tiba kata Loren dengan suara yang mengandung kecemasan.


"Ada apa?" Tanya Chritian.


"Mungkinkah tangan saya tiba-tiba sakit seperti ini karena ada penyakit serius?" Tanya Loren dengan panik.


Christian tersenyum "Apa yang aku pikirkan,, semua orang merasakan hal seperti itu di hari pertama mereka membantu kekasih mereka." Ucap Christian.


Loren tertegun, hari pertama membantu kekasih mereka...!


Segera setelah mendengar ucapan Christian, wajah Loren menjadi merah padam.


Jadi, tangannya sakit karena kemarin malam dia membantu pria itu sampai tengah malam!!


"Tidak perlu cemas, kalau kau sudah terbiasa, nanti tidak akan sakit lagi." Ucap Christian semakin membuat wajah Loren menjadi lebih merah lagi dengan perempuan itu tak berani mengangkat wajahnya.


Mereka sedang sarapan, tetapi Mengapa malah membahas hal seperti itu?!!


'Apa katanya tadi?? Nanti aku akan terbiasa?' Loren mengigit bibir bawahnya. artinya akan ada hari lain dimana dia akan membantu pria itu lagi?


Memegang pisang!!!!!!


Akhirnya sarapan itu berlangsung dengan sangat hening, Loren merasa sangat malu dengan apa yang mereka lakukan kemarin malam.


Meski tidak sampai berhubungan badan, tetapi dia, tangannya sudah tidak suci lagi!!


Tangannya sudah pernah menyentuh sebuah pisang! Pisang kebanggaan seorang pria bernama Christian Balthasar!


"Aku sudah kenyang," ucap Loren setelah menghabiskan setengah dari makanan di piringnya.


"Mengapa tidak di habiskan? Apakah tidak enak?" Tanya Christian.


Biasanya ketika mereka makan bersama Loren benar-benar tidak mau memisahkan sedikitpun makanan.


Perempuan itu selalu berkata bahwa dia pernah menghadapi masa dimana sebutir nasi saja tidak pernah mengisi perutnya selama berhari-hari.


Tapi sekarang??


"Uh,, bukan,, tapi ini,, saya merasa sedikit mual. Saya ke atas dulu!!" Ucap Loren langsung berdiri lalu berlari dari ruang makan meninggalkan Christian sendirian.


Dia tidak benar-benar mual, tetapi dia hanya merasa malu pada pria itu atas apa yang telah mereka lakukan semalam.


'Uh,, Kenapa Tuan Christian malah membahas hal seperti itu di meja makan, sangat membuatku tidak berselera makan,,," gerutu Loren sembari melangkahkan kakinya ke lantai 2.


@Interaksi



Mau pegang apa Heh? sana pegang ular berbisa ajah,, itu cocok buat kamu lho....🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2