
Gerson yang berada dalam pesawat bersama Loren dan Cristian merasa sangat bingung karena dia terburu-buru ditarik menuju lift, dan ternyata mereka malah kabur meninggalkan acara yang belum selesai.
Pria itu menatap dua orang yang tampak duduk sambil bersandar satu sama lain.
"Uh,, Kakak ipar, acaranya belum selesai, tapi mengapa kita--"
"Diam!!" Setelah Loren sembari memejamkan matanya karena merasa kesal dengan pria di depannya.
Hal itu membuat Gerson langsung terdiam di tempatnya sembari kebingungan memikirkan masalah apa yang terjadi.
'Tunggu, memang tadi sikap Abimanyu dan Cristian tampak seperti bermusuhan, tapi mereka tidak terlalu menampakkan nya. Jangan-jangan aku sudah melakukan kesalahan besar dengan menjadi CEO perusahaan Abimanyu???' Ucap Gerson dalam hati menutup mulutnya dengan tangannya.
Keberanian apa yang ia miliki untuk menyinggung seorang Christian Bhaltazar dengan berpihak kepada seorang Abimanyu yang hanya merupakan pendatang di negara xx?!!!
__ADS_1
'Sepertinya setelah masalah ini aku harus minta maaf pada kakak ipar.' pikir Gerson.
Belum saja helikopter mereka mendarat ketika ponsel Gerson yang sedari tadi aman di dalam saku jasnya kini bergetar memperlihatkan nama pemanggil adalah Zilo.
"Halo?" Gerson menjawab dengan suara yang dipelankan karena takut mengganggu dua orang yang ada di depannya.
"Kau dimana? Acara puncak akan di mulai, kau selaku CEO harus berada di sini untuk--".
"Maaf, saya sudah tidak bisa lagi kembali ke tempat acara." Ucap Gerson lalu menutup panggilan itu membuat Zilo yang berada di seberang telepon langsung menendang dinding dengan kesal.
"Tuan, semua orang melakukan protes karena mereka hendak meninggalkan tempat ini, tapi pintu tidak bisa di buka tanpa adanya perintah." Ucap sala seorang bawahan mendekati Zilo.
Zilo menatap bawahan tersebut, "kalau kau berani meminta izin pada tuan Abimanyu, maka pergilah melakukannya!!!" Kesal Zilo membuat sang bawahan tak mampu mengatakan apapun.
__ADS_1
Sementara di luar tempat itu, para wartawan sedang sibuk memberitakan situasi yang terjadi di acara penyambutan CEO.
Seorang reporter perempuan yang berdiri agak jauh dari tempat perkelahian menatap Amira dengan keringat memenuhi keningnya, "pemirsa, anda bisa melihat bagaimana situasi di belakang saya, karena terjadi jika jalan yang sangat besar di tengah berlangsungnya pesta. Banyak orang terkurung dalam gedung, namun tidak diizinkan untuk keluar dari dalam gedung.
"Sampai sekarang juga belum ada pihak keamanan yang datang kemari untuk mengamankan, entah disengaja atau tidak, tetapi situasi ini membuat semua orang menjadi sangat panik."
Banyak reporter lain yang juga memberitakan masalah yang sama sehingga berita tersebut dengan cepat menyebar di seluruh negara xx bahkan sampai ke negara-negara tetangga.
"Sialan!! Apa yang dilakukan Abimanyu tidak negeri negara xx hingga membuat perusahaan kita dikabarkan sangat buruk seperti ini?!!!" Seorang pria tua berteriak dengan marah melihat harga saham mereka yang semakin merosot karena berita miring yang baru muncul dalam beberapa menit.
Bukan hanya pada perusahaan mereka di negara xx, tetapi juga berimbas pada perusahaan mereka di kancah internasional!!!
Nama Abimanyu menjadi kata kunci dari anjloknya saham tersebut!!!!
__ADS_1
Pria tua itu langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi Abimanyu, namun panggilannya tidak terhubung sebab ponsel abimanyu telah hancur berkeping-keping karena terbanting lantai.