
Loren baru saja bersiap bersama dengan suaminya ketika ponselnya tiba-tiba berdering.
Drrtt... Drrrttt... Drrrrrrttt.....
"Kenapa kau tidak mematikan ponselmu?" Christian menyipitkan matanya menatap istrinya yang hendak meraih ponselnya.
Perempuan itu telah berjanji untuk mematikan ponselnya setiap kali mereka bersama, tapi sekarang.....
"Aku lupa, Jadi sekarang aku akan mematikannya." Loren tersenyum kikuk sembari mengambil ponselnya lalu melihat nama Chataline tertera di layar ponsel tersebut.
'Kenapa dia menelpon?' Loren memikirkan panggilan telepon itu, tetapi melihat wajah suaminya yang tampak tegas, Loren tidak punya pilihan lain selain mematikan panggilan itu lalu ikut mematikan ponselnya.
"Sudah," ucap Loren tersenyum menyimpan ponselnya lalu perempuan itu memeluk suaminya dengan erat.
Christian merasa sangat puas, jadi dia memperbaiki anak rambut loren5 yang sedikit berantakan lalu merangkul pinggang perempuan itu.
"Ayo jalan," ucap Christian membawa Loren meninggalkan kediaman mereka dan beralih ke aula besar agensi CB.
Begitu memasuki jalur khusus yang dirahasiakan, keduanya kemudian berpisah.
__ADS_1
Loren memasuki aula dari samping, sementara Christian masih pergi ke ruangan rahasia untuk menunggu waktu yang tepat memunculkan diri.
'Aku tidak mengenal banyak orang di sini, tapi,,,' Loren tersenyum saat melihat manajer Liu yang berdiri sembari bercakap-cakap dengan salah seorang perempuan.
Dengan langkah santai, Loren mendekati perempuan itu lalu menyapanya dengan hormat.
"Nona Loren, kau akhirnya di sini," Manager Liu terkejut melihat Loren lalu perempuan itu melihat orang yang baru saja berbicara dengannya "Maaf, kita bicara lagi nanti," katanya.
Perempuan yang tadi bersama manajer Liu langsung menganggukkan kepalanya lalu membiarkan manajer Liu pergi bersama Loren.
"Ada apa?" Loren langsung bertanya saat ia melihat Manager liur yang tampak tergesa-gesa membawanya keluar dari tempat tersebut.
"Apa?! Bagaimana bisa gaun itu di rusak rusak oleh seseorang?" Tanya Loren sembari memperhatikan wajah manajer Liu yang tampak khawatir.
"Entahlah, tapi seharusnya orang yang merusaknya adalah orang dari perusahaan ini. Sayangnya selama 2 hari terakhir ternyata CCTV yang ada di lantai 5 mengalami macet. Jadi orang yang merusaknya tidak bisa diketahui." Ucap Manager Liu.
Ting!
Mereka akhirnya tiba di lantai 5 lalu Loren mengikuti manajer menuju sebuah ruangan yang dipenuhi oleh pakaian-pakaian indah milik artis di agensi CB.
__ADS_1
"Loren!!" Chataline langsung menyambut Loren saat melihat perempuan itu memasuki ruang ganti.
"Apa yang--" Loren menghentikan ucapannya sembari menutup mulutnya dengan tangannya, saat melihat gaun yang indah di depannya kini tampak berlubang di beberapa sisi.
"Astaga, bagaimana bisa?" Loren memegang gaun tersebut dan melihat lubang-lubang pada gaun.
"Bagaimana ini?! Aku tidak mau menggunakan gaun lain selain gaun yang di desain olehmu!" Ucap Chataline merasa kesal.
Loren tampak berpikir sesaat, memang gaun di depannya itu sudah tidak bisa lagi untuk diselamatkan. Tetapi melihat Chataline yang sangat bersikuku, perempuan itu lalu melihat Zaidan.
"Hari ini masih ada tim desain yang lembur di LC, pergilah ke sana temui mentari dan minta beberapa gaun yang ada di ruang pameran. Mungkin salah satu gaun bisa digunakan oleh Chataline." Ucap Loren.
"Baik!" Ucap Zaidan langsung berlari meninggalkan tempat itu untuk melaksanakan perintah LOREN.
Di perjalanan, Zaidan merasa sangat cemas, "melihat kedekatan Kak Chataline dan Nona Loren, aku jadi merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi."
Zaidan kembali mengingat hasil voting yang sudah dirahasiakan saat posisi Loren berada di urutan kedua.
Bahkan, selisih voting Loren dengan Chataline sangatlah tipis untuk dikatakan bahwa Chataline menempati posisi yang aman.
__ADS_1