Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#223. Suara hati Christian


__ADS_3

"Bagaimana menurut Kak Bian?" Vionita bertanya sembari menggenggam erat tangan Bian ketika deretan model yang menggunakan pakaian desain nya berjajar di atas panggung.


"Kau melakukannya dengan sangat baik," ucap Bian mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala perempuan yang sudah menjadi kekasihnya selama beberapa tahun terakhir.


"Ketika aku mendesain semua ini Aku memikirkan saat Kak Bian akan memujiku seperti ini. Aku sangat senang setiap kali Kak Bian mengatakan pujian untukku." Ucap Vionita melemparkan senyum terbaiknya pada Bian.


"Kau selalu layak di puji," ucap Bian merasa terharu pada perempuan yang ada di sampingnya.


Vionita selalu melakukan segala sesuatu hanya untuk menyenangkan dan mencari perhatian darinya, Jadi bagaimana bisa dia tidak luluh dengan kepolosan dan kelembutan perempuan itu?


"Terima kasih Kak Bian,," kata Vionita kembali melihat ke arah panggung.


'Terima kasih Loren, berkatmu, hari ini segala kejayaan akan berada di tanganku!!' gumam Vionita tidak sabar menunggu sederet model-model yang ada di atas panggung segera kembali kebelakang digantikan dengan model dari LC.


"Kau bilang setelah penampilan model-model ini maka berikutnya adalah peragaan dari LC?" Bian bertanya pada Vionita sembari melihat ke arah panggung.

__ADS_1


"Hm, ya,, itu benar,, aku tidak sabar melihat pakaian yang di desain oleh Loren. Nanti setelah acara ini aku sudah menyiapkan buket bunga untuk nya, dapat kak Kak Bian menemaniku untuk memberikannya pada Loren?" Tanya Vionita sembari menatap Bian dengan mata penuh harap.


"Tentu! Aku pasti akan menemanimu," kata Bian memperhatikan perempuan di depannya.


Dia tidak menyangka kalau Vionita sudah menyiapkan buket bunga untuk Loren, padahal Loren sudah mengatakan untuk memutus hubungan dengan mereka.


'Vionita benar-benar ingin memperbaiki hubungannya dengan Loren, hanya saja kemarin dia mengambil langkah yang salah untuk melakukan hal baik tersebut. Ini salahku karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku hingga dia terlalu enggan untuk mengatakan masalahnya padaku.' pikir Bian merasa bersalah pada Vionita sebab kesibukannya pada pekerjaan sudah menyita banyak waktunya untuk mendengarkan isi hati perempuan itu.


Akhirnya, deretan model yang menampilkan peragaan busana dari IDN kini kembali ke belakang lalu pembawa acara mengumumkan penampilan berikutnya dari perusahaan terbaru yaitu LC.


Hal itu membuat banyak orang menantikan koleksi musim panas LC di Fashion week ibukota.


"Ini LC, salah satu desainer nya diakui oleh desainer Adriana." Banyak orang berbisik-bisik mengenai Loren yang ditanya pernah dibawa Adriana ke acara Fashion week Los Angeles.


Di dekat tempat duduk tim desain dari LC, banyak juga yang berbisik-bisik jadi para anggota tim desain LC berada dalam kepanikan.

__ADS_1


"Astaga,, bagaimana ini??" Megi bertanya pada Loren, dia sangat gugup akan reaksi orang-orang saat melihat bahwa koleksi yang mereka bawakan sangat mirip dengan koleksi yang sebelumnya ditampilkan oleh IDN.


"Tenanglah,, kita tidak pernah melakukan kesalahan jadi tidak ada yang perlu ditakutkan." Ucap Loren.


"Tapi,," Megi ingin membantah, tetapi melihat tatapan Loren yang meyakinkannya dia akhirnya menutup mulutnya.


Setelah melihat semua orang kembali diam, Loren kembali bersandar lalu dia merasakan tangannya yang kekar di sampingnya kembali menggenggamnya dan membawa tangannya ke saku pria itu.


Meski dia dan Christian tidak saling berbicara, tetapi Loren bisa merasakan suara hati Christian yang menenangkannya.


Sekejap dirinya yang sedari tadi juga gugup menantikan giliran mereka akhirnya menjadi tenang.


'Tidak ada yang perlu ku takutkan karena Christian berada di sampingku,' pikir Loren.


...

__ADS_1


...


__ADS_2