Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#190. Hukuman untuk Loren


__ADS_3

Bergerak gelisah dalam pelukan Christian, Loren tidak bisa tidur hingga membuat pria yang sedari tadi terdiam kini mengulurkan tangannya menahan dagu perempuan itu.


"Jangan bangunkan pisangnya atau besok tanganmu tidak bisa memegang pulpen." Kata Christian membuat Loren mengerjapkan matanya.


"Jangan,, kalau saya tidak bisa memegang pulpen bagaimana saya akan bekerja? Pekerjaan saya masih menumpuk..." Ucap Loren menghela nafas dengan mata yang tampak sayu.


"Lalu kenapa tidak tidur sekarang, Hm?" Tanya Christian sembari menggeserkan hidung mancungnya dengan hidung mancung milik Loren.


"Hmm, saya memikirkan sesuatu yang dikatakan oleh Anda di lift." Ucap Loren.


"Apa itu?" Tanya Christian tanpa berhenti menggosokkan hidungnya dengan hidung Loren sebab dia menyukai sensasi yang ia rasakan setiap kali kulit mereka bergesekan.


"Dia bilang beredar rumor di di sekitar sini bahwa gedung kita sering dikunjungi oleh seorang pengusaha besar. Mereka bahkan berpikir kalau pengusaha besar itu memiliki seorang simpanan yang menghuni salah satu unit apartemen di sini." Kata Loren dengan suara yang cemas tapi ternyata tidak mempengaruhi pria yang masih asik memainkan hidungnya pada hidung Loren.


"Biarkan saja, mereka tidak akan tahu," ucap Christian dengan acuh tak acuh.


Dari banyaknya orang di negara mereka, hanya beberapa saja yang mengenali wajahnya.


Tidak akan ada yang tahu kecuali dia memberitahukan orang itu bahwa dirinya bernama Christian baltasar.


Hal ini terjadi karena dia tidak pernah tampil di TV atau majalah hingga orang-orang hanya mengenal namanya saja, tidak wajahnya.

__ADS_1


"Tuan tidak kahwatir?" Loren bertanya dengan bingung.


"Hm,, tapi mereka keterlaluan menyebutmu sebagai simpanan ku, jelas-jelas kau ini milikku, kekasihku dan calon istriku. Dimananya yang mirip simpanan??" Kata Christian kini memandangi wajah Loren.


Perempuan cantik di depannya ini sama sekali tidak cocok dijadikan simpanan!!


"Tapi,, Bagaimana kalau ada orang yang sampai mencari tahunnya lalu mengetahui kau berada di sini?" Tanya Loren yang masih tak bisa menghilangkan rasa cemasnya.


"Jangan kahawatir, orang-orang yang melakukan hal seperti itu hanya orang-orang kurang kerjaan. Orang-orang yang tinggal di tempat ini masing-masing memiliki kesibukan nya. Jadi tidak ada waktu untuk memperhatikan banyak hal." Ucap Christian.


Sebelum memutuskan untuk membuat Loren tinggal di apartemen itu dia sudah menyelidiki segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal Loren.


"Kalau begitu saya tidak akan memikirkannya lagi, saya selalu percaya pada Tuan kekasih saya," ucap Loren kini tersenyum melupakan kegundahan yang sedari tadi terasa berat di hatinya.


"Ayo tidur, besok pagi kita sarapan di luar," ucap Christian mempererat pelukannya pada Loren.


"Ya,, selamat tidur kekasih saya,," ucap Loren tersenyum menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu.


Cukup lama Loren berusaha untuk tidur ketika dia hendak terlelap dan teringat akan sesuatu.


'Astaga, besok aku tidak bisa sarapan bersama Christian di luar, Mia hendak berangkat bersamaku!' ucap Loren dalam hati sembari menggerakkan kepalanya melihat Christian.

__ADS_1


"Tuan,," panggilnya dengan suara pelan tak digubris oleh Christian.


"Tuan sudah tidur?" Loren kembali bertanya sembari mengangkat tinggi kepalanya lalu menggigit dagu pria itu.


"Tuan,," lagi katanya memperkeras gigitannya hingga cetakan gigi-giginya tertinggal di kulit Christian.


"Kau tidak tidur?" Tanya Christian akhirnya membuka matanya karena perempuan itu terus mengganggunya.


Padahal, sedari tadi dia sudah berusaha menahan diri karena tahu tangan Loren masih sakit sebab semalam perempuan itu tidak berhenti membantunya.


Tapi sekarang, sepertinya dia tidak bisa menahan lagi...!!!


"Tuan!!!!" Loren berteriak kencang ketika menyadari dirinya berada dalam bahaya sebab pria itu sudah menyentuh celana.


"Ini hukuman untukmu!!" Ucap Christian tidak memperdulikan Loren yang gelagapan menghindarinya.


@Info


Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk yang merayakan. Mohon Maaf Lahir dan Batin 🤗🤗🙏


__ADS_1


__ADS_2