Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 52. I Love U


__ADS_3

Loren yang sedari tadi berdiri di dekat pintu keluar bisa mendengar ucapan pembawa acara.


"Baiklah, setelah memperbarui dan mengundi secara adil, maka orang yang berhak untuk berdansa dengan Tuan Bhaltazar di malam hari ini ialah pemenang penghargaan kategori model wanita terbaik, Lorensia Sinaga!" Seru sang pembawa acara dibarengi tepuk tangan semua orang.


Saat itu Loren langsung tersenyum, 'Aku sudah menduga, mana mungkin suami konyol itu berani berdansa dengan perempuan lain, kecuali kalau dia mau cari mati!' Pikir Loren dalam hati memperbaiki tampilannya lalu kembali memasuki ruangan acara.


Perempuan itu langsung berjalan ke arah panggung dengan lampu sorot yang langsung menyorotinya hingga Loren menjadi pusat perhatian.


Plok plok plok...


Loren bisa merasakan tatapan cemburu dari para gadis, bahkan yang lebih parah, mereka bertepuk tangan sambil mengoceh.


"Bukankah dia sudah bersuami? Dengan perempuan seperti itu, apakah masih layak untuk berdansa dengan Tuan Christian Bhaltazar?"


"Iya, tapi gimana lagi, ini sudah undian kedua, dan dia memenangkannya!"


"Hah,, menyebalkan, padahal dia bukanlah orang yang seharusnya memenangkan salah satu kategori, karena sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Hanya mengandalkan penggemar dari popularitasnya sebagai desainer, Mengapa tidak memenangkan penghargaan di kategori desainer saja?"

__ADS_1


Meski mendengar semua ucapan orang-orang, Loren tetap percaya diri melangkah ke atas panggung dan tersenyum ke arah suaminya yang kini berjalan menyambutnya.


"Astaga, tadinya ketika Heriani yang naik ke panggung, Christian sama sekali tidak bergerak menyambut perempuan itu. Tapi mengapa sekarang dia begitu antusias menyambut istri orang lain?" Orang-orang tak henti-hentinya berbisik menilai sikap dua orang di atas panggung.


"Berdansalah denganku," ucap Christian berlutut di depan Loren sembari mengulurkan satu tangannya disambut uluran tangan Loren.


Cup!


Semua orang terkejut ketika Christian tiba-tiba mencium tangan Loren lalu dengan lembut pria itu berdiri merangkul pinggang Loren.


lalu keduanya mulai berdansa mengikuti irama musik.


"Mengapa aku merasa kalau mereka berdua terlihat sudah dekat dari lama?"


"Lihat gerakan mereka, ini Bukan dansa umum yang biasa digunakan, tapi mereka berdua bisa melakukannya dengan sangat baik. Aku sangat iri!!"


Christian dan Loren terus berdansa sesuai dengan latihan mereka, yang mana dansa tersebut adalah dansa yang telah mereka modifikasi bersama, jadi tidak ada orang lain yang bisa melakukannya selain mereka berdua.

__ADS_1


Keduanya mengabaikan bisik-bisik orang lain dan hanya fokus bersama dalam dunia mereka di bawah lampu sorot.


"Kau tidak marah lagi padaku kan?" Tanya Christian yang masih was-was jika istrinya masih merajuk mengenai masalah heriyani.


"Aku tahu Kalau suamiku tidak akan pernah bersentuhan dengan perempuan lain." Ucap Loren sembari tersenyum.


"Benarkah? Lalu Siapa yang berlari keluar dari ruangan begitu nama perempuan lain disebut?" Tanya Christian menggoda istrinya.


"Hm,, aku tidak lari karena dia, aku hanya lari karena kau begitu bodoh hingga bisa ditipu oleh orang-orangmu sendiri." Ucap Loren.


"Hm,, mana mungkin aku membiarkan mereka menipuku. Lihat sekarang, kau adalah orang yang berdansa dengaku," ucap Christian menelan air liurnya menatap istrinya yang tampak memukau.


Dia sangat ingin menundukkan kepalanya memberi ciuman pada perempuan itu, tetapi dia sadar bahwa hal itu tak dapat dia lakukan di depan umum.


Jadi pria itu hanya menahannya namun dia berkata, "I Love U!"


"I love u too, suamiku!" Jawab Loren tersenyum.

__ADS_1


Pengakuan di depan umum,, sungguh hal yang langkah!!!


__ADS_2