
Karena sangat marah melihat orang-orang yang lalu lalang membicarakan Loren, maka dia langsung memanggil bawahannya untuk memberi perintah.
"Tuan," ucapkan bawahan yang datang menghampiri Christian dengan tubuh ketakutan, sebab dia tahu bahwa pria itu sedang berada dalam suasana yang hati yang sangat tidak baik.
"Aku mau jarak 1 km dari tempat ini semuanya ditutup!!!!!" Perintah Christian sambil menggertakan giginya menatap orang-orang yang lewat sembari melemparkan tatapan sinis mereka ke arah Loren.
Sang bawahan yang berbicara dengan Christian langsung menelan air liurnya lalu pria itu berkata, "Maaf Tuan, tapi Arya ini adalah area umum, jika kita menutup 1 km dari jarak sini maka membutuhkan izin dari pihak berwajib. Juga, opini publik akan--"
"Sialan!!!" Teriak Christian pada pria itu sembari mengayunkan kakinya menendang tulang kering pria itu.
"Asssshhh!!!" Sang pria memegangi kakinya yang terasa begitu sakit, namun pria itu tidak terlalu lama memikirkan rasa sakit di kakinya, dan kembali berdiri dengan tegap di hadapan Christian meski seluruh tubuhnya bertumpu hanya pada satu kaki saja.
"Beraninya kau membantahku?!! Cepat pergi lakukan perintah itu!!!!" Teriak Christian langsung menarik perhatian semua orang yang lalu lalang di tempat itu.
Mereka semua menatap ke arah Christian dan langsung mengenali Christian sebagai salah satu pengusaha terkenal yang baru saja mengadakan acara pernikahan yang spektakuler.
__ADS_1
Tetapi orang-orang merasa aneh melihat Christian yang berada di tempat ramai sembari menggunakan pakaian tidur.
"Apakah saat ini sedang trend menggunakan pakaian tidur di jalanan?" Beberapa orang berbisik-bisik sembari berjalan, namun tak ada dari mereka yang berani menatap Christian terlalu lama.
Melihat pria itu baru saja memarahi bawahannya langsung membuat mereka dengan sadar menjaga sikap mereka.
Sementara Christian, dia mengabaikan orang-orang itu dan tatapannya hanya tertuju pada istrinya yang kini tertidur di bawah pohon.
'Apa yang harus kulakukan sekarang?' pikir pria itu dalam hati kini merasa begitu sesak melihat istrinya yang kembali menganggap dirinya sebagai seorang gelandangan.
Alhasil, tempat itu menjadi sepi, bahkan beberapa toko-toko di tempat itu pun langsung dibayar agar mereka menutup tokonya.
Maka dengan cepat tempat itu benar-benar sepi, dan beberapa orang bahkan datang berbondong-bondong ke tempat itu hanya untuk mendapatkan uang gratis.
"Astaga,, Apakah pembagian uang ini dilakukan oleh Tuan Bhaltazar yang tadi kita lihat menggunakan pakaian tidur?"
__ADS_1
"Ah benar, tapi mengapa dia melakukannya? Kita bahkan mendapat 100 dolar untuk satu orang, dan ada ribuan orang yang berkeliling di tempat ini, semuanya diberikan 100 dolar!!!"
"Ah ya,,, aku tidak menduga kekayaan keluarga Bhaltazar benar-benar membuat kita tercengang. Tapi aku masih begitu penasaran apa alasannya menutup tempat ini."
Dengan segera, kejadian itu mengundang banyak rasa penasaran dari orang-orang.
Bahkan wartawan berbondong-bondong dapat datang ke tempat itu untuk meliput, tapi tidak banyak yang bisa mereka perbuat karena orang-orang Christian pun sudah bersiaga dan menutup mulut semua wartawan.
Sementara Loren yang masih tertidur, perempuan itu mengerjapkan matanya ketika dia merasakan perutnya mulai keram.
"Ahhh!!!" Rinti perempuan itu memegangi perutnya sembari melihat sekelilingnya.
Christian yang melihat hal itu langsung merasakan jantungnya melompat keluar dari tempatnya, dan pergi mencari tempat yang nyaman selain di dalam tubuh Christian.
"Cepat panggil dokter!!!" Teriak Christian pada anak buahnya sembari pria itu dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah Loren.
__ADS_1
'Aku tidak peduli, aku tidak perduli!' ucap pria itu dalam hati menghampiri Loren.