Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#230. Vionita pingsan di panggung


__ADS_3

Setelah diusir oleh orang-orang Christian, Bian berdiri menatap para pengawal yang tadi menyeret.


'Loren benar-benar marah padaku sampai dia mengusirku seperti ini. Tapi ini memang salahku, sebaiknya aku tunggu sampai acara ini selesai lalu kembali menemuinya untuk minta maaf.' pikir Bian dalam hati lalu pria itu pergi meninggalkan para pengawal yang menatapnya dengan tatapan tajam.


Bian kembali ke kursi penonton dan duduk di sana melihat pembawa acara yang sedang kini berdiri di panggung.


"Hadirin sekalian, kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang baru saja terjadi, dan sekarang mohon beri kami kesempatan untuk menjelaskan insiden yang baru saja menimbulkan keributan." Kata sang pembawa acara lalu perempuan itu bergeser ke samping diikuti keluarnya seorang perempuan yang dikawal dua orang pengawal.


Itu adalah Vionita yang tampil dengan tampang berantakan.


Bajunya acak-acakan dan rambutnya pun tak kala acak-acakan, wajahnya terlihat sembab karena baru saja menangis dan tangannya gemetaran beserta langkah kaki yang tidak stabil.


Untung saja dua orang pengawal berada di sisi kiri kanannya jadi perempuan itu tidak sampai jatuh di atas panggung.


"O astaga,, Bukankah itu designer Vionita yang baru-baru ini naik daun? Desainer kenamaan dari negara timur yang mendobrak fashion di negara kita?"

__ADS_1


"Kenapa dia terlihat sangat berantakan? Apakah dia yang sudah melakukan plagiat?" Semua orang di bawah panggung kini bertanya-tanya melihat perempuan yang tampak menjadikan di atas panggung.


Sementara Bian yang duduk di kursinya menatap ke panggung, pria itu mengepal tangannya dan mengatup erat giginya.


Perempuan yang berdiri di sana telah menipunya, tetapi perempuan itu juga sedang mengandung anaknya.


Hatinya berkecamuk karena bingung harus melakukan apa.


"Hei,, Bukankah itu kekasihnya?" Tiba-tiba salah seorang yang duduk di dekat Bian berbicara dengan suara keras sehingga membuat semua orang menatap pada bagian.


"Benar,, tadinya mereka duduk bersama di situ." Jawab yang lain.


"Kau bodoh!! Mana mungkin dia berani menolong kekasihnya yang sudah melakukan plagiat pada karya orang lain?? Hanya orang konyol yang akan melakukan hal tersebut!!!"


Bian mendengarkan bisik-bisik dan memperhatikan orang-orang yang melihatnya, pria itu segera berdiri dan perjalanan terburu-buru meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Dari atas panggung Vionita bisa melihat kepergian Bian, perempuan itu menjadi lebih gemetaran lagi dengan mata memerah nya mengandung kemarahan.


'Semua ini karena Loren!!! Harusnya perempuan itu menjadi gelandangan abadi saja!! Tapi mengapa dia memilih kembali ke dalam hidupku dan menghancurkan semuanya??' Vionita menggigit lidahnya dengan keras saking marahnya dia pada Loren yang sudah membuatnya dipermalukan dan ditinggalkan oleh Bian.


"Cepat bicara!!" Tiba-tiba sentak pengawal yang memegangi lengan Vionita membuat perempuan itu meringis.


"Sa,, sa,, saya,, minta maaf," kata Vionita dengan suara gemetar.


"Astaga,, dia benar-benar minta maaf!!! Aku tidak percaya ini!! Jangan-jangan karya yang selama ini dia tampilkan adalah karya milik orang lain yang dia plagiat!!!" Semua orang menyatakan pendapatnya di bawah panggung membuat Vionita semakin gemetar ketakutan.


Terlebih ketika bukti-bukti dia mencuri desain ditampilkan di layar di belakang mereka,,, semua orang kembali mencibir dan mengatakan kata-kata kasar padanya.


Hancur sudah, dia tidak akan pernah bisa lagi bertahan di negara ini!!!


Memikirkan hal tersebut kepala Vionita terasa berdengung dan pandangannya perlahan kabur lalu perempuan itu pingsan di tempatnya.

__ADS_1


"Bawa dia pergi! Cepat!!" Pembawa acara berbisik pada dua pengawal saat melihat perempuan berwajah pucat itu kini terkulai lemas.


Meskipun wanita tampak menyedihkan di atas panggung, Tidak ada satu pun yang melihatnya dengan rasa kasihan, semuanya malah merasa jijik mencibir perempuan yang terkulai lemas itu.


__ADS_2