Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2 85


__ADS_3

Di sebuah acara perusahaan di luar negeri, pada hari yang sama saat konprensi pers Christian berlangsung, Abimanyu sedang dimarahi oleh seorang pria tua bernama Duke.


"Kacau!! Kacau!! Kau lupakan saja soal balas dendammu pada pria itu!!!" Teriak Duke pada Abimanyu yang baru saja tiba setelah penerbangannya di subuh hari.


"Maaf, saya akan memperbaikinya dan kembali membangun seluruh perusahaan, termasuk yang di negara Xx!" Ucap Abimanyu dengan nafas tersengal beserta tangan terkepal kuat.


Tetapi baru saja selesai berbicara, pria itu di sambut oleh sebuah guci yang melayang ke arahnya.


Buk!


Krak!


Tes tes tes...


Darah langsung menetes dari kening Abimanyu karena terkena guci yang di lempar.


"Kau bodoh!!! Sekarang perusahaan kita di negara xx harus di akuisisi, lalu kau mau mengembangkannya?!! Bagaimana caramu?!!" Teriak Duke merasa marah.


Abimanyu menyekah darah di wajahnya lalu pria itu menatap pria tua yang duduk penuh amarah, "kita bisa menambah modal dari perusahaan utama dan--"


Prang....!!!!


Sebuah benda pajangan dari logam kembali melayang ke arah Abimanyu.

__ADS_1


Buk!!!!


"Kau bodoh! Sekarang perusahaan utama pun sedang anjlok karena ulahmu!! Bahkan keluarga yang bisa menopang kita kini membatalkan pertunangannya denganmu!!! Jadi apa lagi bisa di harapkan?!!" Teriak pria itu mengejutkan Abimanyu.


"Kinkan,, membatalkan penikahannya denganku?!!" Abimanyu tak percaya.


Jelas Kinkan selalu menginginkan penikahan ini,, mengapa sekarang...?


"Seret dia pergi!! Sampai dia tidak bisa menemukan cara menstabilkan kondisi perusahan, jangan harap dia bisa bebas meninggalkan kota ini!!!" Teriak pria tua penuh amarah.


"Baik Tuan," jawab para bawahan lalu memnyeret Abimanyu yang penuh darah keluar dari ruangan tersebut.


"Tuan baik-baik saja?" Tanya Zilo langsung mengulurkan sapu tangan menyekah darah di wajah Abimanyu.


'Christian tidak mungkin memiliki kemampuan yang sebesar itu untuk membuat perusahaan kami di luar negeri mengalami kemerosotan sampai ke titik ini. Tapi selain Christian, tidak ada lagi musuh lain yang sampai memiliki dendam sebesar ini!!' pikir Abimanyu dalam hati.


Pria itu masih terus berpikir ketika sala satu bawahan lain kini menghampiri mereka.


"Tuan," ucap bawahan itu dengan wajah cemas.


"Ada apa?" Tanya Zilo menatap bawahan itu.


"Ini,, konperensi pers,," bawahan itu dengan hati-hati mengulurkan tangannya yang sedang memegang sebuah i-pad yang menampilkan sebuah video.

__ADS_1


Zilo hendak mengulurkan tangannya mengambil ipad dari bawahannya ketika tangan Abimanyu lebih cepat bergerak mengambil benda pipih tersebut.


Tuk!


Tanpa basa-basi Abimanyu menekan tombol segitiga pada layar i-pad hingga video tersebut langsung terputar.


Tampak pada video tersebut menggambarkan ruang konferensi pers dimana perwakilan grup CB sedang berbicara.


"Mengambil CEO perusahaan kecil, apakah kalian pikir bahwa grup CB sudah tak punya orang yang bisa diandalkan. Tuan Gerson Sinaga sendiri bersama kami karena pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh perusahaan kecil itu!!" Ucap kepala humas diikuti gambar kontrak Gerson dengan perusahaan Abimanyu lalu bagian kesalahan kontrak di lingkari.


"Kami mengambil alih hal ini karena Gerson Sinaga adalah sepupu Nyonya Bhaltazar, jadi kami membantu mengurusnya. Sebentar lagi tuntutan hukum akan kami layangkan ke pihak penipu." Ucap kepala humas.


Abimanyu yang melihat video itu langsung melempar ipad-nya ke lantai hingga layaknya retak menggelap.


"Sialan!! Siapa yang mengatur kontrak itu?!!" Abimanyu membentak Zilo.


Zilo sangat terkejut dengan bentakan Abimanyu, pria itu gemetar sambil menunduk, "saya pikir rencana Tuan akan berjalan lancar, jadi saya hendak menjebak--"


Plak!!


Sebuah tamparan keras membuat Zilo tersungkur ke lantai.


"Sialan!!!!!!" Bentak Abimanyu mengabaikan rasa sakit di kepalanya.

__ADS_1



__ADS_2