
"Sayang,," katanya dengan suara manja layaknya seorang perempuan yang hendak mengadukan masalah yang ia hadapi agar prianya membantunya.
Tetapi Christian yang mendengar panggilan perempuan itu, rasanya dia ingin melompat kegirangan.
Tadinya ketika menelpon dengan Loren Dia pikir perempuan itu hanya mengatakannya karena dia sedang bersama dengan Chataline, tapi ternyata..... Sekarang juga perempuan itu memanggilnya dengan panggilan sayang!!!
Jadi Christian sangat bersemangat menarik perempuan itu kegendongannya lalu duduk di sofa dengan Loren di pangkuannya, "Ada apa sayang?" Tanyanya pada Loren dengan nata berbinar penuh kebahagiaan.
Loren mengerjapkan matanya melihat ekspresi Cristian yang sangat berlebihan.
Seolah-olah pria itu sangatlah senang pada sesuatu hingga tidak dapat menyembunyikannya.
'Dia tampak senang hanya karena aku memanggilnya dengan kata sayang? Apakah itu sangat berarti untuknya?' Loren merasakan gejolak aneh dalam hatinya, dia bahkan tak mampu berkata apapun dan hanya bisa menatap Christian dengan tatapan kosong.
Ekspresi Loren yang menatapnya dengan bengong bersama bibir perempuan itu yang sedikit terbuka membuat Christian tak mampu menahan diri.
Christian dengan perasaan semangatnya langsung menundukkan kepala menyapu bibir tipis Loren dengan bibirnya.
"Mmhh!!!" Loren menggerutu saat merasakan pria itu menngisap bibirnya dengan sangat kuat.
__ADS_1
Ini sangat berbeda dari yang biasa dilakukan pria itu ketika Christian sangat lembut memperlakukannya.
"Tadi kau panggil aku apa?" Tanya Christian di sela-sela ciuman mereka.
Loren menatap mata Christian yang masih berbinar-binar, ia tidak bisa menahan senyumnya dan berkata, "Sayang."
Kembali, Christian memperlebar senyumannya dan mencium perempuan itu dengan perasaan bergelora.
Loren sampai kewalahan bernafas karena pria itu tidak seperti sedang menciumnya tetapi lebih tepatnya Christian ingin memakannya!!!
"Hah,, hah,, hah,,," ciuman yang cukup panjang itu membuat Loren kehabisan nafasnya hingga dadanya naik turun menghirup oksigen untuk mengisi paru-parunya.
"Apa yang tadi ingin kau katakan padaku?" Tanya Christian membantu Loren memperbaiki rambutnya yang berantakan.
"Tidak apa, nanti Katakan padaku kalau kau sudah ingat. Tapi tadi kau bertemu dengan perempuan itu? Kenapa?" Tanya Christian dengan tangannya masih terus membelai rambut panjang milik Loren.
"Ahh,, itu,, iya, ternyata dia tahu kalau kau menginap di hotel ini jadi dia sengaja di sini agar bisa bertemu denganmu. Aku kesal,, dia menyebutmu dengan panggilan 'Kak Christian'" ucap Loren tanpa bisa menyembunyikan rasa kesalnya pada Chataline.
Hal itu membuat Christian makin merasa sangat senang karena ternyata Loren benar-benar cemburu.
__ADS_1
'Sepetinya perempuan itu ada juga nanya juga,' pikir Christian dalam hati yang merasa senang berkat Chataline yang memprovokasi Loren, akhirnya Loren mau memanggilnya dengan sebutan sayang.
Meski dia tidak keberatan dengan panggilan Tuan, tetapi sepertinya panggilan sayang jauh lebih akrab bagi mereka.
"Kalau begitu kita pindah hotel." Ucap Christian.
Loren menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu balik menatap Christian, "Dia bilang dia ingin bertemu denganmu!!" Kata Loren dengan kesal.
Meski tidak masalah jika Christian bertemu dengan Chataline karena Christian bisa menyamar, tetapi tetap saja dia tidak mau mempertemukan kekasihnya dengan perempuan itu.
"Lalu apa pun keputusanmu, aku mendukungnya." Ucap Christian.
"Oh, baiklah, kalau begitu aku akan mengatakan padanya kalau kau terlalu sibuk jadi tidak perlu bertemu dengannya." Ucap Loren kembali menyembunyikan wajahnya di dada Christian.
Dia benar-benar kesal pada Chataline!!!
"Baiklah," jawab Christian.
@Interaksi
__ADS_1
Karakter mereka diciptakan dari pengalaman otor berinteraksi dengan para reder... bisa di bilang mereka cerminan reder...!!👻👻👻👻