Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#314. Menunggu rencana Vionita


__ADS_3

Semua orang mengelilingi Vionita yang masih terisak lalu setelah beberapa menit menangis, perempuan itu akhirnya bisa menenangkan dirinya lalu berhenti terisak keras.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Bian mengelus-elus rambut Vionita.


Vionita berusaha berpikir untuk mencerna kejadian yang terjadi.


Dia ingat orang-orang yang kemarin tak sengaja mendorongnya berkata bahwa semua ini balasan karena dia telah meracuni Nyonya mereka.


'Tunggu, Mengapa mereka menyebut Loren sebagai Nyonya mereka? Ah,,, aku punya ide!!' Vionita yang menyembunyikan wajahnya dipelukan Bian kini tersenyum licik lalu mengangkat wajahnya menatap Dian.


"Kak Bian Hiks,,," Vionita kembali meneteskan air matanya hingga membuat Bian begitu tak tega dan mengulurkan tangannya menyikapi air mata perempuan itu.


"Ceritakan lah," ucap Bian dengan suara yang pelan tidak memaksa perempuan tersebut.


Vionita tampak masih kesulitan mengatur nafasnya, tetapi setelah menenangkan diri beberapa menit, dia kemudian berkata, "Perempuan itu... Hiks hiks...."


Terlihat perempuan itu sangat sulit mengendalikan dirinya. Jadi Bian kembali menguatkan Vionita dengan cara memeluk perempuan itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada menantu kita? Mengapa dia terlihat sangat kesulitan untuk menerima keadaan?" Liana berbicara sembari menatap Vionita.


Siapapun yang melihat perempuan itu bisa dengan mudah menebak bahwa Vionita sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk. .


Untuk berbicara saja perempuan itu harus mengumpulkan banyak keberanian, yang artinya perempuan itu sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar.


"Kalau kau belum bisa menceritakannya sekarang, kita bisa membicarakannya nanti." Ucap Bian.


Vionita menghentikan tangisannya, 'Hah,, mana mungkin aku menundanya sampai nanti? Aku hanya melakukan sandiwara seperti ini agar semua orang melihat bahwa aku benar-benar kesulitan menerima fakta tentang bayiku yang meninggal.' Cibir Vionita dalam hati lalu perempuan itu akhirnya melepaskan pelukan dan kembali menyeka air matanya.


"Mereka juga berencana membuat pelayan yang kemarin membawa minuman untuk mengaku bahwa akulah yang telah menyuruhnya meracuni Loren." Ucap Vionita sambil sesekali terikat.


"Apa?!!" Semua orang sangat terkejut.


Jadi sebenarnya orang yang kemarin menyebabkan terjadinya kekacauan di pernikahan Bian dan Vionita adalah.... Loren?!!


"Apa katamu,, bayi,, bayi kita??" Bian meletakkan tangannya di perut Vionita.

__ADS_1


"Ya,, kemarin mereka mendorong ku beberapa kali sampai akhirnya aku terjatuh dan mengalami keguguran. Aku menyuruh mereka segera membawaku ke rumah sakit tapi mereka malah menertawakanku dan mengatakan bahwa Loren akan sangat puas saat mendengar cerita mereka." Ucap Vionita terus meneteskan air matanya.


Hal tersebut membuat Bian semakin marah.


Semua orang di tempat itu juga sangat marah.


Vionita memperhatikan semua orang Dan tersenyum dalam hati lalu kemudian berkata, "Kalian harus membawaku ke rumah sakit untuk periksa karena mungkin saja kemarin mereka tidak membersihkan rahimku dengan baik. Aku merasa sakit di bagian perutku." Ucap Vionita langsung membuat dia mengangkat perempuan itu lalu melarikannya ke rumah sakit.


Mata-mata Christian yang mengamati pergerakan di keluarga Maherson langsung melaporkan kejadian tersebut pada Christian.


"Hm,, mungkin saja mereka pergi ke rumah sakit. Kalau begitu kembali tunda kebangkrutan keluarga Maherson. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan perempuan itu, setelahnya baru memberinya pukulan terakhir." Ucap Christian tak sabar menunggu rencana Vionita.


@Suara hati otor.


BAB segini kalian pasti udah pada bosan ya... sama otor juga, udah bosan mengetik sama mikir alurnya,, tapi konfliknya kok masih panjang ya...?


Mau di tamatin Gimana biar cepat? Ada ide gak? Otak Otor buntu kesumbat uang koin 😂😂

__ADS_1


__ADS_2