Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 74....


__ADS_3

Jam pulang kantor telah tiba, jadi Loren langsung keluar menemui suaminya.


Terlihat pria itu berada di dekat jendela, sedang memegang ponsel di dekat telinganya.


"Awasi saja dia," ucap Christian menutup ponsel itu.


Loren langsung mendekati suaminya, "apa ada kabar tentang Gerson?" Tanya perempuan itu.


"Ya, sepupumu masih berada di perusahaan pria itu, tapi dia baik-baik saja," ucap Christian merangkul Loren ke pelukannya.


"Aku mengerti," jawab Loren dengan perasaan kesal bercampur cemas.


Kesal karena Gerson sangat ceroboh, dan cemas juga kalau terjadi sesuatu pada pria itu.


"Orang-orang mengawasinya, jadi tidak perlu khawatir apa pun," ucap Christian menatap istrinya.


"Iya," ucap Loren sambil mengukir senyum di wajahnya.


Christian memeluk istrinya lalu mendaratkan ciuman penguatan di puncak kepala perempuan itu, "ayo pulang," ucapnya.


Loren mengangguk, "baiklah," katanya lalu mereka segera bersiap untuk pulang.


Baru saja keduanya keluar dari ruangan Christian saat Ransi menghampiri mereka, "Tuan," ucapnya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Christian menatap pria di depannya.


Ransi menahan nafas beberapa detik sambil melirik Loren, "Saya baru saja menerima pesan dari asisten Abimanyu, bahwa Tuan Gerson akan di tukar dengan bisnis di negara ini. Dan kalau tidak di penuhi maka,,,"


"Atur pertemuan dengan mereka, katakan padanya bahwa aku ingin bertemu secara pribadi." Ucap Christian mengejutkan Ransi.


"Tapi Tuan, apakah Tuan bis--"


"Kerjakan saja yang ku perintahkan!" Tegas Christian lalu menarik Loren meninggalkan Ransi.


Ransi menatap dua orang itu, 'Astaga, apakah Tuan sanggup bertemu Abimanyu? Bagaimana kalau trauma Tuan kembali lagi?' pikir Ransi ketakutan.


Sementara Loren, meski dia diam saja mengikuti suaminya, namun dia tetap merasa bahwa ada hal yang disembunyikan Christian.


Ketika mereka tiba di mobil, Loren terkejut saat ia langsung di tarik oleh Christian ke pangkuan pria itu.


Lalu sebuah pelukan erat membungkus Loren dengan hangat.


"Jangan khawatir, aku pasti membawa Gerson kembali," ucap Christian dengan suara lembutnya.


"Aku tahu," ucap Loren menyandarkan kepalanya di dada suaminya dengan tangan perempuan itu terulur mengusap pipi Christian.


Gerakan Loren begitu menyentuh hati Christian hingga pria itu tak tahan dan menunduk mengusap kening Loren dengan hidungnya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau besok kau tetap tinggal di rumah?" Tanya pria itu merasa khawatir akan keselamatan istrinya.


Tetapi, Loren malah khawatir pada Christian, karena takutnya terjadi sesuatu ketika pria itu bertemu Abimanyu, jadi Loren mendongak menatap suaminya, "bolehkah aku tetap di kantormu menunggumu?" Tanya Loren.


"Apa kau tidak akan bosan?" Tanya Christian merasa cemas.


Loren menggelengkan kepalanya, "tidak," katanya.


"Baiklah," jawab Christian tidak mau lagi membantah ucapan istrinya, yang penting perempuan itu tidak bersikukuh untuk ikut bertemu Abimanyu.


Dengan begitu, makan keesokan harinya, Loren sudah berada di kantor suaminya.


"Tuan," Ransi menghadap Christian yang baru saja selesai makan siang bersama Loren.


"Katakan!" Perintah Christian sembari memperhatikan Loren yang membereskan bekas makan siang mereka.


"Tuan Abimanyu menolak undangan pertemuan secara pribadi, tapi dia mengundang Tuan untuk hadir di acara penyambutan CEO baru perusahaan mereka." Ucap Ransi.


"Penyambutan CEO baru? Itu berarti Gerson?" Tanya Loren kini menatap Ransi.


"Benar Nyonya, dan acaranya akan dilaksanakan besok malam. Lalu dia juga berpesan agar Tuan datang bersama Nyonya, atau jika tidak, Tuan Gerson akan menjadi taruhannya." Jawab Ransi.


"Aku akan memikirkannya," ucap Christian melambaikan tangannya sebagai pertanda agar pria itu meninggalkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2