Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 111


__ADS_3

Setelah mandi mawar yang diinginkan oleh Loren, Christian membawa istrinya untuk berjalan-jalan di taman samping kediaman mereka.


Saat mereka tiba di kolam, Loren tiba-tiba tertawa membuat Christian terkejut dan menatap istrinya dengan bingung.


Pria itu memgang erat tangan Loren sambil bertanya, "apa yang kau tertawakan secara tiba-tiba?"


Loren tidak menghentikan tawanya, tetapi perempuan itu menatap suaminya dan mengulurkan kedua tangannya memeluk pria tersebut, "apa kau ingat kejadian di sini?" Tanya Loren.


Christian mengeryit mendengarkan pertanyaan istri nya hingga kedua alisnya menyatu membentuk satu garis lurus di dahinya.


Pria itu berusaha mengingat kejadian yang dimaksud Loren dan dia teringat ketika Loren mengintip dia dari balik pohon dan dia memarahi perempuan itu, bahkan mengancam nya untuk membunuhnya.


"Maafkan aku,," langsung kata Christian saat dia mengingat peristiwa tersebut.


Dia sangat menyesal dan sangat malu, sebab hari itu dia sama sekali tidak mengenali Loren.


"Ha ha ha...." Loren kembali tertawa terbahak-bahak sambil menatap suaminya dengan konyol, "wajar saja kalau saat itu kau membenciku, lagipula aku membuat banyak keributan." Ucap Loren.


"Ya,,, tapi tetap saja, saat itu kau tampak sangat ketakutan," kata Christian dengan tangan pria itu membelai rambut istrinya.


"Biarkan saja, lagipula sekarang kita sudah bersama begini, masalah itu hanya bisa bisa ditertawakan saat mengingat nya seperti ini." Kata Loren dengan suara yang lembut sambil menyandarkan dagunya di dada suaminya.

__ADS_1


"Terima kasih," kata Christian memeluk erat perempuan itu dengan bibir menempel menempel lembut di kening Loren.


Cukup lama mereka berada dalam posisi seperti itu, lalu Loren kemudian teringat akan komentar di web.


Loren membuka matanya, "sayang?!" Panggil perempuan itu.


"Hm?" Tanya Christian menarik kepalanya agar dia bisa menatap istrinya.


"Komentar yang itu,, apakah sudah menghapusnya?" Tanya Loren dengan suara yang kesal kala dia mengingat orang yang telah mengatai anaknya.


"Ya,, komentar nya telab dihapus. Apa kau mau mengeceknya lagi?" Tanya Christian.


"Kalau begitu, ayo," kata Christian menuntun istrinya kembali memasuki rumah.


Mereka langsung duduk di ruang tengah dengan Christian yang mendapatkan sebuah tablet.


Tuk tuk tuk...


Jari Christian bergerak dengan lincah di atas layar tablet dengan Loren yang duduk di pangkuan Christian.


Perempuan itu berfokus pada layar tablet di tangan Christian.

__ADS_1


Setelah beberapa saat halaman yang memuat berita mereka akhirnya muncul, lalu Christian dengan cepat melakukan scroll untuk mencari komentar akun anonim.


Setelah beberapa saat menggeser layar beranda, Christian berkata, "sepertinya sudah terhapus, mungkin orang itu telah menyesal membuat komentar itu menjadi dia menghapusnya." Ucap Christian langsung membuat Loren mengerutkan keningnya.


'Jelas jelas sekali dia mendengar Christian menelpon dan menyuruh seseorang untuk membersihkan komentar itu, tapi sekarang dia mengatakan sesuatu yang lain!!' ucap loren dalam hati sembari merebut tablet dari tangan Christian lalu perempuan itu dengan seksama memeriksa.


Setelah beberapa saat, dia menemukan sebuah komentar yang diberi tanda hapus namun ada banyak balasan pada komentar itu.


"Bukankah ini foto profil yang sama dengan yang kemarin?" Loren mengklik komentar yang terhapus itu selalu melihat balasan balasan komentarnya.


*Dasar orang ini, dia benar-benar kehilangan otaknya saat jarinya bermain di internet!! Beraninya dia berkata buruk tentang calon pewaris Bhaltazar!!*


*Aku sumpah kan orang ini mendapat karma atas perbuatannya!!! Apapun yang ia ketik di laman ini akan kembali pada dirinya sendiri!!!*


*Aku harap ibu hamil tidak membaca komentar ini, dan jika dia sudah terlanjur membacanya, aku harap dia tidak memikirkan komentar ini karena orang yang menulis komentar ini adalah orang yang tidak waras yang tidak perlu dihiraukan!!!!*


Banyak komentar yang mencercah akun anonim itu dan bahkan menenangkan Christian dan Loren agar tidak terpengaruh dengan komentar buruk seperti itu.


Hal itu membuat hati Loren menjadi tenang karena ada banyak orang yang membela nya.


Christian yanh menyadari perubahan istrinya langsung mengeratkan pelukannya dan dengan lembut berkata, "ada lebih banyak orang yang mengharap hal baik untuk anak kita daripada yang berkata tidak baik. Jadi jangan lagi memikirkan komentar itu..."

__ADS_1


__ADS_2