
Setelah pertemuannya dengan Bian dan Vionita, Loren tidak pernah lagi berhubungan dengan mereka berdua kecuali sekali ketika Bian menelponnya dan mengatakan padanya bahwa dia sudah menyelidikinya dan memang Vionita tidak terlibat dalam kasus Loren yang hilang di luar negeri.
Loren sama sekali tidak memikirkannya, dia hanya fokus mempersiapkan semua desain yang akan ia bawa ke acara Fashion week ibukota.
"Wah,,, ini semua pakaiannya? Sangat indah!!!!" Seluruh anggota tim desain berkumpul di ruang pameran melihat semua pakaian yang akan dibawa ke acara Fashion week ibukota.
"Sangat menakjubkan!!! LC kita akan mengguncang dunia permodelan ibukota!!!" Seru Mentari merasa sangat senang melihat setiap karya yang dipajang di ruang pameran.
"Karyaku juga sangat indah,,," Mia berdiri di manekin yang memajang hasil desainnya.
Dari sudut, Loren berdiri diam memperhatikan Mia dengan wajah penuh rasa kecewa.
"Kak Loren,," tiba-tiba suara Siren menarik perhatian Loren dari Mia.
"Ada apa?" Tanya Loren.
"Urutan ke berapa kita tampil?" Tanya Siren.
"Aku belum menanyakannya pada CEO, tetapi dia sudah berjanji padaku kita akan tampil di urutan 5 sampai 10." Ucap Loren.
"Benarkah? Kalau begitu kita akan tampil lebih dulu dari IDN!!" Siren berseru sangat senang.
Mereka sudah dikait-kaitkan dengan idn jadi ketika mereka tampil lebih awal dari IDN maka tidak ada lagi orang-orang yang akan mengatakan bahwa desain mereka mirip dengan IDN, yang ada IDN yang akan dikatakan mirip dengan mereka jika IDN tampil lebih akhir dari mereka.
__ADS_1
Dari tempatnya, Mia mendengarkan percakapan tersebut lalu memikirkannya dalam hati.
'Kak Vionita sudah memberitahu padaku supaya ya aku mengatakan padanya urutan tampil kami. Bagaimanapun desain milik Loren akan menjadi kontroversial dengan desain milik Kak Vionita karena di desain yang mirip. Jadi Kak Vionita harus tampil lebih dulu agar Loren mendapat julukan sebagai tukang tiru!!!' ucapnya dalam hati lalu perempuan itu diam-diam meninggalkan ruang pameran.
Loren memperhatikan Mia yang pergi secara diam-diam lalu tersenyum kearah pintu yang tertutup.
'Pergilah katakan padanya,, aku akan melihat bagaimana kamu meminta maaf setelah acara itu,' pikir Loren dalam hati lalu dia kembali fokus pada Siren yang sedari tadi terus berbicara dengannya.
Sementara Mia, perempuan itu tiba di toilet lalu menelepon Vionita.
"Ya, Mia," suara seorang perempuan dari seberang telepon terdengar sangat gembira.
"Tentang Fashion week ibukota, kami akan tampil di urutan antara 5 sampai 10." Ucap Mia.
"Ok, aku mengerti,, serahkan saja semuanya padaku, nikmati saja hari hari terakhir menjadi anggota tim desain karena setelah acara Fashion week ibukota aku pasti akan menyarankanmu pada CEO LC untuk menjadi ketua tim." Ucap Vionita sembari tersenyum lebar.
"Bagus!!! Sebentar lagi aku akan naik ke posisi ketua tim, lalu semua orang yang sudah merendahkanku sejak aku memasuki LC,,, Tunggu saja, aku akan membuat kalian semua bertekuk lutut di hadapanku!!!" Ucap Mia dengan suara yang sangat senang sambil membuka bilik toilet.
Namun, begitu terkejutnya dia ketika mendapati Siren dan Rika berdiri di ambang bilik toilet memperhatikannya.
"Apa yang baru saja kau katakan?" 2 perempuan itu baru saja memasuki toilet dan mendengar ucapan terakhir Mia.
Mereka pikir orang yang berada di bilik toilet adalah orang lain yang memiliki suara mirip dengan Mia, tetapi ternyata suara tersebut memang milik Mia.
__ADS_1
"Ka,, kalian!! Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian pasti menguping pembicaraan ku dengan orang yang kutelepon bukan?!!" Mia bertanya dengan wajah yang sedikit pucat.
Kalau 2 perempuan itu mendengar pembicaraannya dengan Vionita, maka rencana mereka akan gagal!!!
Ketua tim tidak akan menjadi miliknya!!!
"Hei,, Kau pikir kami ini kurang kerjaan? Kami hanya kebetulan masuk dan mendengar kau mengatakan bahwa kau akan naik ke posisi ketua tim? Apa maksudmu dengan itu? Kau mau menyingkirkan Kak Loren??" Rika bertanya sembari melototi perempuan di depannya.
"Kalian ini!!!" Mia menggertakkan giginya dan mengepal erat tangannya, ia berusaha memikirkan cara untuk lepas dari tuduhan dua orang itu.
"Kau bilang kau akan membuat orang yang telah merendahkanmu bertekuk lutut di depanmu? Apakah yang kau maksud itu adalah kami??!" Siren berkata sembari menatap marah pada perempuan di depannya.
Selama beberapa waktu terakhir mereka sudah merasa nyaman dengan sikap Mia yang tidak pernah lagi membuat masalah.
Tapi ternyata, perempuan itu di secara diam-diam merencanakan sesuatu!
"Kalian ini,, hah,, ketua tim yang kumaksud adalah ketua tim di grup olahragaku!! Mana mungkin aku mau menyingkirkan Kak Loren?" Kesal Mia berusaha menutupi kegugupannya.
Dua perempuan yang berada didepan Mia masih memandangi Mia beberapa waktu sebelum mendengus kesal.
"Kami memang tidak mendengarnya, tapi awas saja kalau kau merencanakan sesuatu pada Kakak Loren, kami yang akan bertindak padamu!!" Ucap Siren berbalik meninggalkan Mia.
"Huh,, awas saja kau!!!" Rika mengikuti Siren.
__ADS_1
Mood mereka untuk menggunakan toilet sudah hilang karena perdebatan mereka dengan Mia!!!
Mia memandangi kepergian dua orang itu "Tunggu saja,, setelah aku menduduki posisi ketua tim, kalian berdua adalah orang pertama yang akan aku buat berlutut meminta maaf di hadapanku!!!" Ucapnya sambil menggertakkan gigi.