Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#84. Kecemasan Vionita


__ADS_3

Di sebuah apartemen di tengah kota.


"Jadi dia bukan Loren?" Tanya Vionita dengan suara yang sedih tampak mengandung kekecewaan yang sangat besar.


"Iya,, maaf,, tapi aku akan mencari cara lain untuk menemukan Loren. Kita pasti bisa menemukannya." Ucap Bian menyemangati perempuan yang kini berada di pelukannya dengan raut wajah murung.


Dia sudah menyelidiki perempuan yang mereka lihat di kota x x dan ternyata perempuan itu bukanlah Loren. Perempuan itu memiliki nama yang berbeda dan berasal dari Rusia.


"Iya, Aku harap saat ini Loren baik-baik saja dan suatu saat aku bisa bertemu dengannya." Kata Vionita sembari memejamkan mata dengan senyum terukir didalam hatinya.


'Untung saja saat itu aku bertindak lebih cepat jadi Bian sama sekali tidak curiga. Tapi Loren,,, aku harus menghubungi Ibu dan memastikan keberadaan Loren yang sesungguhnya. Kalau perempuan di hotel xx itu benar-benar Loren maka saat ini dia mungkin sedang merencanakan sesuatu untuk menjatuhkanku!' pikir Vionita dalam hati lalu dia terus berakting sedih di depan Bian sampai pria itu pamit untuk bekerja.


Setelah Bian meninggalkan apartemen, Vionita langsung meraih ponselnya dan melakukan panggilan telepon pada ibunya.


"Ibu,, bagaimana penyelidikannya?" Tanya Vionita tanpa mau membuang waktunya untuk berbasa-basi menanyakan kabar ibunya.

__ADS_1


"Loren belum ketemu." Jawab Yohana.


"Kalau begitu perempuan yang kutemui di kota xx memang benar adalah Loren. Lalu aku harus bagaimana Bu?" Tanya Vionita kini merasa sangat cemas.


Fashion week ibukota akan dilaksanakan dalam satu setengah bulan lagi, Kalau hari itu Loren tiba-tiba muncul mengacaukan semuanya maka dia akan berakhir dipermalukan!


Sebelum Fashion week digelar dia harus menemukan Loren dan mencari cara mencegah perempuan itu mengacaukan karirnya.


"Tenanglah, ibu akan menambah beberapa orang untuk mencari informasinya. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah fokus pada acara Fashion week ibukota, itu sangat penting untuk karirmu di negara Xx. Hal-hal lain biar ibu yang berusaha menanganinya." Ucap Yohana pada putrinya.


"Tenanglah, Ibu akan mengusahakannya. Lagipula kalau dia berani macam-macam ibu masih punya kartu lain untuk menekannya." Kata Yohana mengejutkan Vionita.


Kartu lain? Apa itu?


"Bu, apa lagi yang tidak ku ketahui?" Tanya Vionita dengan rasa penasarannya.

__ADS_1


Yohana terdengar menghela nafas "Kau tidak perlu tahu, yang penting kau harus tahu kalau ibu akan membereskan semua yang berusaha menghalangi karir putri ibu. Jadi sekarang fokuslah pada desainmu dan ciptakan karya-karya terbaik yang lebih baik dari karya-karya Loren. Di acara Fashion week nanti ibu akan datang ke situ dan memberimu semangat, jadi kau tidak boleh menyerah, ok?!"


"Iya Bu, aku mengerti." Ucap Vionita mengakhiri panggilan itu.


'Ternyata Ibu masih punya sesuatu yang lain yang bisa mengancam Loren, kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi. Tapi sekarang, stok desain yang ku ambil dari Loren semakin berkurang, beberapa waktu kedepan sepertinya akan habis digunakan. Kalau aku tidak membuat desain baru lagi maka kemungkinan besar aku akan kehabisan stok.' Vionita menggigit bibir bawahnya memikirkan cara untuk menambah koleksi disainnya supaya tidak pernah habis.


Bagaimanapun semua desain yang pernah dibuat oleh Loren telah ia gunakan, dan desain itu semakin berkurang dari waktu ke waktu dia perlu sumber desain yang lain yang akan terus membuatnya terkenal.


Tapi bagaimana caranya? Dia pun tidak memiliki bakat yang baik dalam mendesain!


@Interaksi



Emang masih ada manusia yang terlalu bodoh menanyakan pertanyaan itu???🤭🤭✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2