
Bian membantu Vionita mengambil Kertas untuk Vionita.
Tetapi begitu memberikannya pada Vionita, Vionita dengan gemetaran memegang kertas itu dan bahkan saking gemetaran nya sampai kertas itu terdengar berbunyi di tangan Vionita.
Sekejap semua orang memperhatikan Vionita yang berada dalam kegugupannya.
Saat ini hanya ada satu hal dalam pikiran semua orang,, masalah sudah terpecahkan!!!
"Sepertinya tidak perlu menjelaskannya lagi, saya harap Nona Vionita bisa membuat pengakuan pada publik atau kami akan mengajukan tuntutan karena sudah merusak acara kami pada hari ini!!" Ucap Axel lalu pria itu berdiri dengan kesal meninggalkan ruangan tersebut.
Bian yang melihat Axel memutuskan tanpa melihat Vionita mendesain segera berdiri menahan pria itu.
"Tuan Axel,, Vionita hanya terkejut sesaat karena Loren yang merupakan sepupunya melakukan plagiat pada karyanya, tolong biarkan dia menenangkan diri beberapa saat sebelum menyuruhnya menggambar desainnya sendiri." Ucap Bian.
"Heh,," Axel memandang rendah pada Bian, awalnya dia berpikir Bian adalah orang yang bijak, tetapi sepertinya pria itu memiliki pikiran yang terlalu sempit.
"Tuan," tiba-tiba bawahan Axel yang lain datang menghampiri semua ronag di ruangan itu.
"Ada apa?" Tanya Axel.
"Seseorang baru saja mengirimkan ini," ucap bawahan tersebut menyerahkan iPad pada Axel.
Axel langsung melihat i-pad tersebut memperlihatkan tangkapan layar percakapan antara perempuan bernama Mia dan Vionita. Lalu ada email lain yang memperlihatkan nama pengirim dan alamat tujuan email tersebut.
__ADS_1
Percakapan tersebut bukti bahwa Vionita meminta Mia mengambil gambar milik Loren sementara email yang terkirim dari Mia ke Vionita memperlihatkan foto-foto desain milik Loren yang telah dicuri oleh perempuan itu.
Membaca semuanya sampai akhir, Axel mendengus kesal lalu menyerahkan iPad tersebut pada Bian agar pria itu puas melihat buktinya.
"Ini,," wajah Bian langsung memucat melihat bukti tersebut.
Vionita benar-benar melakukan plagiat!!!
Melihat wajah pucat Bian dan tangan gemetar pria itu memegang iPad, Andreas tersenyum mencibir.
"Sepertinya masalah sudah terselesaikan dengan baik dan tidak ada lagi kesalahpahaman. Kalau begitu kami akan permisi dan kami menunggu permintaan maaf dari designer terhormat IDN." Kata Anderas disusul Loren yang berdiri lalu semua orang meninggalkan Bian dan Vionita dalam satu ruangan itu.
Begitu pintu ruangan tertutup dan hanya ada mereka berdua, Bian lalu berbalik menatap Vionita.
Apalagi selama ini Vionita terus berkata bahwa dia benar-benar ingin bertemu Loren dan memperbaiki hubungan mereka, tapi ternyata...... Perempuan itu,, hanya bersandiwara saja!!!
"Kak Bian,, aku,, aku salah...." Vionita akhirnya roboh dan menangis di bawah kaki Bian.
Dia benar-benar tidak menyangka kalau Loren akan menyiapkan semua bukti.
Dia pikir perempuan bodoh itu akan mudah di jebak, tapi ternyata....!!!
Dialah yang masuk ke dalam jebakan Loren!!!
__ADS_1
"Sebaiknya kau urus sendiri masalah ini, aku tidak akan terlibat lagi denganmu!!" Kata Bian lalu pria itu berbalik membuka pintu untuk meninggalkan ruangan ketika Vionita tiba-tiba berteriak.
"Kak Bian!! Aku hamil!!" Teriak Vionita membuat langkah Bian terhenti.
Hamil??
Kalau perempuan itu hamil, maka anak dalam kandungannya,,
"Kak Bian,, kau tidak mungkin menelantarkan ku dengan anak yang ada di kandunganku bukan? Kau tidak mungkin mengabaikan anakmu begitu saja 'kan??!!" Vionita terisak sangat keras.
Satu-satunya senjata yang bisa ia gunakan sekarang kehamilannya yang baru ia ketahui beberapa hari terakhir.
Dia pikir kejutan kehamilannya akan diberitakan bersamaan dengan perayaan kemenangannya mengalahkan Loren di acara Fashion week ibu kota. Tapi ternyata... Malah begini.
Bian terpaku di tempatnya menatap perempuan yang terisak di lantai.
"Aku akan memikirkannya lagi," ucap Bian lalu pria itu meninggalkan Vionita sendirian.
"Kak Bian!!" Teriak Vionita dalam ketakutannya.
Semua orang sudah meninggalkannya, bahkan ayah dari anak yang ia kandung juga meninggalkannya!!!
"Hiks,, hiks,, semua ini karena Loren!!!" Isak Vionita penuh dendam.
__ADS_1