Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#101. Harus!


__ADS_3

Di salah satu hotel di atas puncak.


Vionita dan Bian duduk di salah satu meja di restoran hotel.


"Aku tidak menyangka kau akan membawaku ke tempat ini." Vionita berbicara dengan sangat senang sebab dia tidak menyangka bahwa hari ini Bian akan memberinya sebuah kejutan.


Awalnya dia tertidur di apartemen saat dia kepusingan memikirkan stok desainnya yang semakin menipis dari waktu ke waktu sementara dia belum menemukan orang yang tepat yang bisa membuat desain untuknya.


Namun ternyata, ketika dia sedang tertidur Bian diam-diam dia mengangkatnya ke mobil dan membawanya ke puncak.


Waktu yang tepat untuk merilekskan diri sebelum memikirkan rencana selanjutnya.


"Akhir-akhir ini aku melihatmu sering melamun di jendela, jadi aku pikir dengan datang ke tempat ini kau mungkin bisa melepaskan beban pikiranmu." Ucap Bian dengan tatapan lembut ditujukan pada kekasihnya.


"Kau memang orang yang paling mengerti aku." Vionita menghela nafas "Akhir-akhir ini aku kesulitan menemukan ide untuk desainku. Sepertinya aku masih kepikiran dengan Loren."


"Aku mengerti perasaanmu, tapi hari ini ayo tinggalkan sejenak masalah itu dan fokus untuk dirimu sendiri. Lihat sekarang, kau tampak pucat." Ucap Bian mengulurkan tangannya menyentuh anak rambut Vionita yang yang sedikit berantakan.


"Terima kasih." Ucap Vionita merasa sangat tersentuh.


Keduanya masih sementara berbincang bersama saat Christian dan Loren juga datang ke restoran hotel.

__ADS_1


"Kita makan di sini?" Tanya Loren sembari memeluk erat bunga mawar putih yang diberikan Christian.


"Ya, sebenarnya aku ingin memesan ruang privat tapi aku pikir hari ini kita akan menikmati makan malam kita seperti orang-orang biasa." Ucap Christian.


"Benar! Kita selalu makan berdua tanpa ada orang lain, akan menyenangkan makan di antara banyak orang asing." Ucap Loren bersemangat.


Loren mengeliling kan pandangannya dan perhatiannya jatuh pada sebuah meja yang terletak di jendela besar.


"Kita duduk di situ." Ucap Loren segera menarik Christian kearah meja itu lalu mereka duduk bersama.


Pelayan menghampiri mereka lalu menulis pesanan mereka jadi keduanya duduk berbincang-bincang menunggu pesanan mereka.


Sementara berbincang-bincang, Loren tidak sengaja melihat Bian yang sedang makan bersama seorang perempuan di salah satu sudut restoran itu.


"Ada apa?" Tanya Christian mengikuti pandangan Loren dan tatapannya jatuh pada Vionita dan Bian.


"Apa kita pindah tempat saja?" Tanya Christian ketika melihat wajah Loren tampak tidak senang.


"Tidak,, Ini pertama kalinya kita makan di tempat umum, saya tidak mau hanya karena mereka berdua, rencana kita jadi berantakan." Ucap Loren menghela nafas.


"Baiklah," Christian menjawab.

__ADS_1


Meski Loren berusaha tidak menghiraukan dua orang yang sedang makan malam di sudut restoran, tetapi sesekali dia masih menatap ke arah sana.


Hal itu membuat Christian merasa risih "Apakah kau mau aku menyingkirkan mereka?" Tanya Christian mengagetkan Loren.


"Ti,, tidak. Jangan begitu," kata Loren membingungkan Christian.


Kalau Loren memang tidak menyukai kedua orang itu mengapa tidak boleh menyingkirkannya?


Christian menghela nafas dan kembali memperhatikan tatapan Loren yang meski memiliki dendam tetapi ada perasaan lain yang tersembunyi di sana.


Christian sekali lagi menatap ke arah Vionita dan Bian, 'Mungkinkah pria itu?'


"Apa kau menyukai pria dari masa lalumu?" Tanya Christian menatap Loren.


Hatinya terasa sesak, bagaimanapun dia sudah tahu bahwa dulunya Loren dan Vionita saling bersaing satu sama lain, tetapi dia tidak bisa memastikan apakah Loren juga bersaing dalam hal pria. Dan pria itu adalah Bian?


Sudah dari dulu dia ingin menanyakannya pada Loren, namun dia terlalu takut akan melukai hati perempuan itu saat dia menanyakan sesuatu yang berasal dari masa kelam nya.


Tapi sekarang,, dia harus...!


@Interaksi

__ADS_1



Nanggung ya,, gimana lagi, otor dah gak kuat🤭 dah lemes...


__ADS_2