Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#308. Dilecehkan oleh perempuan


__ADS_3

Vionita membelalakkan matanya saat melihat Loren malah melompat mencium Christian dan bukannya berbalik ke arah Bian.


Perempuan itu terlihat tak bisa mengendalikan dirinya hingga terus bergelayut di pelukan Christian.


Untunglah Christian memiliki tenaga yang kuat, jadi dia bisa mengunci pergerakan Loren agar perempuan itu tidak melakukan hal-hal di luar batas.


Vionita tampak kesal, 'Apakah aku sudah salah sangka? Tapi tidak mungkin, aku jelas-jelas mendengar Loren mengatakan sanjungannya pada Bian. Atau mungkinkah dia meminum terlalu banyak hingga tidak bisa mengenali orang?' Vionita memikirkannya lalu mendekat ke arah Loren.


Asalkan dia bisa membuat perempuan itu melihat Bian yang asli maka Loren pasti akan berubah melompat pada Bian.


"Hei Loren,, Bian ada di sini,, pria yang kau peluk itu bukan Bian." Ucapnya menarik dengan Loren membuat Christian menjadi marah hingga memukul tangan perempuan itu.


Tak lupa pula Christian memberikan tatapan mematikannya untuk Vionita karena perempuan itu berani berbicara sembarang.


Vionita langsung gemetar.


"Apa yang kau lakukan?!!" Bian langsung memegang tangan Vionita yang baru saja dipukul oleh Christian.


Tangan perempuan itu tampak kemerahan, jadi Bian langsung menatap Christian untuk memarahi pria itu ketika dia terkejut dengan tatapan Christian yang membuat lidahnya keluh dan tenggorokannya tercekat.


Sementara Loren, dia kini menurunkan kepalanya dan ditenggelamkan di leher Christian.

__ADS_1


Cup cup cup!!


Perempuan itu merasa sangat ingin dekat dengan Christian jadi dia memeluk dengan erat tanpa menghiraukan apapun yang ada di sekitarnya.


"Sayang,,," terdengar suara para Loren yang sedari tadi memanggil Christian.


"Aku rasa kami harus pergi sekarang." Ucap Christian langsung menggendong Loren lalu membawa perempuan itu diikuti pandangan semua orang melihat perempuan yang tampak bergerak-gerak memeluk Christian dengan erat.


Setelah keluar dari gedung, Christian langsung disambut oleh seorang pria.


"Selidiki minuman yang baru saja diminum oleh kekasihku!" Perintah Christian pada pria itu karena sedari tadi dia memang mengatur beberapa orangnya untuk menunggu mereka di luar gedung.


'Awas aja kalau dugaanku benar!!' pikir Christian menggertakan giginya memasuki mobil yang sudah disediakan oleh pengawalnya.


Pria itu mengingat bagaimana Vionita tampak mengarahkan Loren untuk melihat Bian.


Ada yang tidak beres dengan cara perempuan itu!!


Begitu tiba di mobil, Christian hendak meraih teleponnya untuk segera menyuruh seseorang mengatur hadiah untuk pernikahan Christian dan Vionita ketika Loren malah mencegahnya dengan perempuan itu kembali mencium bibirnya.


"Sayang,, kau milikku!!" Terdengar suara para Loren sembari perempuan itu terus mencium Christian dengan ganas.

__ADS_1


Bahkan Loren yang duduk di pangkuan Christian mulai mengulurkan tangannya kebalik kemeja pria itu sembari meraba-raba dada bidang Christian.


Sopir yang menjalankan mobilnya tak sengaja melihat ke arah spion dan terkejut mendapati tuannya sedang dilecehkan oleh seorang perempuan.


Sopir mengerjapkan matanya, 'Kalau itu bukan Nona Loren, maka aku berpikir perempuan itu sedang mencari mati. Tapi bagaimanapun, ternyata Nona Loren sangat berani pada Tuan.


'Mungkinkah Tuan menyukai perempuan yang agresif?' sopir itu hanya sekali melihat ke belakang dan tak berani lagi mengulanginya.


Dia takut Christian menyadarinya dan dia malah mendapat hukuman yang mengerikan dari pria itu.


Sementara Christian yang ada di kursi penumpang, pria itu akhirnya tak bisa menahan dirinya lagi, dia kini membalas ciuman Loren dan menarik perempuan itu semakin erat menempel di tubuhnya.


"Hhhhmmmm!!!" Loren berdesis menikmati sentuhan-sentuhan Christian.


Meski sentuhan itu membuatnya berdesis tetapi dia juga masih ingin sesuatu yang lebih, jadi entah bagaimana perempuan itu menggerakkan pinggulnya dan tubuhnya hingga terus memancing sesuatu yang terpendam di tubuh Christian.


'Sepertinya Loren begini karena pengaruh obat,' pikir Christian mengerutkan keningnya.


Pria itu sesaat menjauhkan diri dari bibir Loren lalu berkata, percepat mobilnya ke hotel!!"


"Baik Tuan," jawab Sang supir.

__ADS_1


__ADS_2