Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#175. Pecat mereka semua


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu sejak Loren dituding sebagai pelapor atas karya milik Vionita.


Hari ketiga ini Loren tiba di kantor pada pukul 8 dan melihat kantor LC sangatlah sepi.


"Hah,, benar-benar tidak ada yang bertahan,," ucapnya meletakkan berkas-berkas yang sudah ia periksa di rumah.


Setelah menunggu 1 jam, barulah satu per satu orang datang mengisi meja yang sedari tadi mengejek Loren yang sendirian di ruangan tim desain.


Tetapi, semua yang datang hanya di sana untuk mengisi absen agar kehadiran mereka tidak dianggap bolong, mereka masih berjaga-jaga kalau-kalau LC tidak jadi ditutup supaya gaji mereka tidak terpotong untuk sehari saja.


"Kak Loren,, Maaf aku terlambat." Tiba-tiba Gio datang tergesah-gesah lalu berjalan kearah mejanya dengan wajah dipenuhi rasa bersalah.


"Sudah dua hari ini kau terlambat terus, apa yang terjadi?" Tanya Loren.


"Maaf Kak Loren, Aku berusaha memaksimalkan kinerja aku di malam hari sebab malam hari adalah waktu yang paling tenang untuk mengerjakan desain." Ucap Gio menyerahkan tumpukan desain yang sudah ia buat selama 2 hari berturut-turut.


"Banyak sekali," ucap Loren mengambil desain-desain itu dan memeriksanya satu persatu.


"Kau memiliki kemampuan desain yang sangat bagus perkembangan mu juga sangat cepat." Puji Loren merasa puas dengan hasil kerja Gio.


"Terima kasih Kak Loren," ucap Gio merasa sangat senang dipuji oleh Loren.


"Oya, yang lainnya bagaimana?" Loren bertanya pada semua perempuan yang terlihat lesu di pagi hari.


Mia yang sedang memegang ponsel kemudian mengangkat wajahnya menatap Loren "Aku baru saja membuka web perusahaan dan melihat komentar buruk terus bermunculan. Rating perusahaan juga merosot cepat, aku rasa perusahaan kita sebentar lagi akan ditutup karena penilaian buruk dari seluruh pengguna internet," ucap Mia.


"Aku tidak menanyakan masalah rating di internet aku menanyakan apakah ada yang ingin menyetor desainnya hari ini?" Tanya Loren mulai bersikap tegas.


"Tidak ada," jawab Mia sembari mendengus kesal lalu menunduk melihat ponselnya.


"Kami tidak ada tenaga untuk mendesain karena kami sibuk menyiapkan lamaran kerja yang akan di kirim ke perusahaan-perusahaan lain setelah LC ditutup." Kata Megi mendengus kesal.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu hari ini serahkan surat pengunduran diri diri kalian, aku menunggunya sampai jam makan siang. Jika sampai jam makan siang tidak ada yang menyerahkan surat pengunduran dirinya, maka aku akan mulai bersikap tegas pada kalian semua!" Tegas Loren mengambil berkas berkas yang ia butuhkan untuk meeting lalu perempuan itu meninggalkan ruang desain.


"Akhirnya Kak Loren mulai bersikap tegas." Kata Gio sembari tersenyum memandangi pintu yang telah ditutup oleh Lore.


'Sepertinya Kak Loren sudah mendengarkan kata-kataku,' pikir Gio dalam hati.


"Hah!! Tegas dari mana? Lihat saja nanti, dia tidak akan bisa memerintahku!!" Kata Mia sembari mendengus kesal.


"Hei Gio, Kenapa kau masih terus bersemangat bekerja? Kau terlihat mencari muka di depan Kak Loren, Apa kau menyukai Kak Loren?" Tiba-tiba tanya Rika sembari menyipitkan matanya menatap satu-satunya pria yang ada di ruangan mereka.


"Kalian ini, mana mungkin aku berani menyukai Kak Loren? Dia itu terlalu tinggi untuk digapai, sangat berharga seperti permata jadi orang yang bernama tuanku itu pasti menjadi orang paling beruntung karena bisa mendapatkan Kak Loren." Ucap Gio.


"Oh, astaga,, aku hampir muntah mendengarnya!!!" Ucap Rika mendengus kesal.


"Oya, tapi apa kalian akan memberikan surat pengunduran diri kalian?" Tiba-tiba tanya Mentari ketika dia teringat akan ucapan Loren sebelum meninggalkan ruangan.


"Aku ingin menyerahkannya, tapi aku malas mengetik jadi biarkan sajalah seperti ini. Lagi pula aku tidak yakin kalau Kak Loren benar-benar bisa bersikap tegas kepada kita semua." Ucap Siren yang sementara bermain game di ponselnya.


"Kalian akan menyesal," ucap Gio menundukkan kepalanya karena merasa kesal dengan pembicaraan para perempuan perempuan itu.


Sementara itu, di ruangan meeting, Loren sudah duduk di kursinya bersama semua orang yang akan membahas mengenai peluncuran kedua koleksi LC.


"Kita mulai rapatnya, pertama dari kepala tim desain." Ucap Andreas menatap Loren.


Loren langsung berdiri lalu berjalan kearah proyektor mempresentasikan beberapa desain yang sudah ia pilih sebagai ancang-ancang untuk koleksi kedua LC.


"Jadi desain yang sudah saya pilih di sini adalah desain yang sesuai dengan tema kita untuk 2 minggu kedepan. Yang pertama ada gaun dari Gio, bernuansa santai namun tetap eksotis dengan warna BLA BLA BLA......."


Sembari menjelaskan, Loren memperhatikan semua orang lebih banyak diantara mereka yang bersikap acuh tak acuh pada penjelasan Loren, tetapi Loren mengabaikannya dan terus mengatakan segala sesuatu yang ada di otaknya.


Setelah selesai, Loren mengumpulkannya dan memberikannya pada salah satu karyawan yang bertugas untuk memperbanyak gambar.

__ADS_1


"Tim produksi?" Ucap Andreas melihat pada seorang pria berumur 40 tahun.


Pria yang dilihat Andreas langsung berjalan ke arah proyektor mengucapkan pendapat dari tim nya lalu dapat terus berlanjut.


"Kita akan memilih desainnya," perintah Andreas memberi kode pada Loren lalu Loren membagikan semua copy-an desain yang sudah ia persiapkan.


"Dari semua ini, mengapa hanya dua nama desainer yang ada di sini? Bukankah kita punya 7 orang ahli desain?" Tiba-tiba tanya salah seorang sembari membolak-balik kertas yang ada di tangannya.


Pertanyaan orang itu langsung menarik perhatian hingga semua kini melihat pada loren5.


"Maaf, beberapa anggota tim desain sedang berada dalam suasana hati yang buruk jadi mereka tidak dapat membuat desain yang--"


"Apa itu alasan masuk akal? Ada 5 anggota tim desain yang sama-sama berada dalam suasana hati yang buruk sehingga tidak dapat mendesain?" Sela Andreas.


"Maaf," kata Loren tak mampu lagi main orang kelima perempuan yang menjadi anggotanya.


"Pecat mereka semua!" Ucap Andreas mengejutkan Loren.


"Tapi Tuan,,"


"Aku tidak bisa memperkerjakan beberapa tikus di perusahaanku!! Mulai sekarang, jika ada yang bermain-main di perusahaan ini, maka semuanya akan langsung dipecat!" Ucap Andreas dengan wajah yang tegas membuat semua orang menjadi tegang.


Beraninya orang-orang itu bemain-main di perusahaan yang dibangun oleh Tuan Christian!!


Meski sekarang perusahaan berada dalam keadaan yang tidak baik tetapi perusahaan masih menggaji sesuai dengan kontrak yang ditandatangani oleh masing-masing karyawan.


Jadi dia tidak mungkin membiarkan seseorang berani mempermainkannya!!


'Astaga,, aku tidak mungkin membiarkan mereka semua dipecat, tapi apa yang bisa aku lakukan kalau Andreas sua berkata demikian?' Loren menghela nafas, meski dia merasa kesal dengan kelima perempuan itu, tetapi dia masih ingin memberi mereka kesempatan.


Akhirya, rapat terus berlanjut dalam ketegangan karena Andreas sudah memperingatkan semua orang.

__ADS_1



__ADS_2