Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 120. Susah hamil


__ADS_3

Christian berdiri di balkon sembari memandangi orang-orang yang sedang menguras kolam, pria itu sesekali melirik ke arah jendela kamarnya, di mana jendela itu adalah jendela yang bisa membuat Loren melihat situasi yang ada di area kolam.


'Hah,, Kenapa istriku tidak berjalan-jalan ke jendela? Itu kan tempat favoritnya kalau dia sedang merajuk!!' gerutu Christian dalam hati dengan nafas tersengal tak sabar bisa kembali memeluk istrinya.


Sementara di depan pintu kamar, Marisa berdiri dan mengetuk pintu tersebut, "Loren, ini aku, Marisa, Apakah kita bisa berbincang-bincang?" Ucap Marissa berharap Loren akan menjawabnya dari dalam kamar.


Dan sesuai harapannya, beberapa detik kemudian, pintu dibuka oleh Loren.


Perempuan itu melilitkan handuk di kepalanya pertanda bahwa dia baru saja selesai mandi.


"Ada apa Kak Marisa?" Tanya Loren langsung membuat Marisa tersenyum karena nada suara perempuan itu sangatlah ramah terhadapnya.


"Bolehkah aku masuk?" Tanya Marisa.


"Ya," jawab Loren sambil mengangguk lalu perempuan itu membiarkan Marisa masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah masuk, Marisa begitu terkejut melihat desain kamar Christian sangat berbeda dengan yang dahulu ia lihat.


Jika dahulu kamar tersebut penuh dengan warna-warna kelam yang membuat seseorang merasa memilih mati daripada tidur di kamar tersebut, maka sekarang, kamar itu penuh dengan warna-warna cerah yang membuat hati menjadi tenang dan kamar Itu tampak sangat hangat dan hidup.


"Duduklah," ucap Loren ketika mereka sudah tiba di dekat jendela lalu perempuan itu duduk di sofa diikuti oleh Marissa yang juga ikut duduk.


Sembari duduk, Marisa menoleh ke arah jendela Di mana para pelayan sedang sibuk mengeringkan kolam menggunakan sendok kecil di tangan mereka.


Tetapi Loren sepertinya tidak tertarik melihat ke arah jendela karena perempuan itu sedang sibuk menyeduh teh untuk mereka berdua.


"Apakah Christian yang menyuruh para pelayan mengeringkan kolam dengan sendok?" Tanya Loren.


Marisa mengganggu k, "ya," kata perempuan itu sembari memberi kode pada Loren agar dia melihat ke arah jendela.


Maka segera saja, Loren melihat keluar jendela dan pemandangan di bawah benar-benar membuatnya tercengang.

__ADS_1


Saat itu matahari sangat terik dan para pelayan berpeluh keringat sembari menimba air kolam menggunakan sendok.


"Dasar tak berperasaan!!" Kesal Loren hendak berjalan keluar untuk menghentikan hal tersebut ketika Marissa mencegahnya.


"Jangan pergi," ucap Marisa membuat Loren menghentikan langkahnya, lalu perempuan itu berbalik menatap Marisa.


"Lalu? Aku harus membiarkan mereka seperti itu? Mereka akan sakit kalau terus berjemur di matahari yang sangat terik itu," ucap Loren yang sangat cemas pada pelayan-pelayannya.


"Tidak apa, biarkan saja mereka mengerjakannya sebentar lagi. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu sebelum kau pergi ke kolam," ucap Marisa.


Loren beberapa saat terdiam memandangi Marisa, lalu perempuan itu kembali ke tempat duduknya dan menatap Marisa "apa itu?" Tanya Loren.


Marisa tanpa terdiam selama beberapa saat lalu perempuan itu menghela nafas dan berkata, "Itu, Aku baru saja memeriksakan kesehatanku dan dokter mengatakan bahwa kemungkinan besar aku akan susah untuk hamil karena kejadian yang menimpaku ketika Christian menghukumku. Oleh karena itu aku hendak berobat ke luar negeri, bersama suamiku, jadi,,"


"Apa?!" Sela Loren begitu terkejut.

__ADS_1


Susah hamil????


__ADS_2